
Presdir Ferry dan Adrian masih terus berdiskusi perihal masalah Aras group, mereka sedang merencanakan cara mempermainkan Presdir Romy, Presdir Ferry tidak mengetahui bahwa Adrian sudah memiliki rencana yang disusun sangat matang.
"Menurutmu apa yang akan Romy tawaran padaku?" Adrian terdiam sesaat berpikir kemungkinan yang akan Presdir Romy lakukan untuk mendapatkan bantuan.
"Romy adalah orang yang sangat licik tuan, dia akan memberikan penawaran yang tidak mungkin tuan tolak."
"Apa itu?"
"Penggabungan Mahesa group dan Atas group melalui." Adrian memberi jeda.
"Perjodohan." Presdir Ferry terbelalak mendengar pendapat Adrian, Adrian adalah orang yang pandai menganalisis suatu persoalan.
"Apa kau yakin Adrian?" Adrian mengangguk.
"Bagaimana menurutmu?" Adrian menyeringai mendengar pertanyaan Presdir Ferry, dia memang sudah memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi, bukan hanya Aras group yang akan hancur tapi Mahesa group juga akan hancur ditangan Andika dan Adrian.
"Terima tawaran itu."
__ADS_1
"Apa kau sudah gila Adrian, aku sudah menjodohkan putriku dengan putra dari Wibowo group." Presdir Ferry menghardik, Adrian tertawa melihat Presdir Ferry kesal.
"Tenanglah tuan, saya sudah memiliki rencana." Andika kemudian berdiri menghampiri Presdir Ferry, dia kemudian membisikkan rencana yang telah dia susun.
Rencana Adrian
Mahesa group akan menerima tawaran dari Aras group dengan syarat, Aras group harus mengubah seluruh aset perusahaan atas nama Chandra dan Jeny, aset atas nama Jeny akan diamankan oleh Adrian, dia akan berusaha meloby Andika, ketika Aras group kalah dalam persidangan hanya aset atas nama Chandra yang akan di sita untuk membayar ganti rugi atas tuntutan yang di menangkan oleh Andika.
"Apa kau yakin Adrian?"
"Saya sangat yakin tuan, karena sudah bisa dipastikan Aras group akan kalah dalam persidangan."
"Tapi bagaimana dengan Wibowo group jika mereka tahu masalah ini."
"Jangan sampai mereka tahu."
Presdir Ferry masih terdiam memikirkan rencana Adrian, walaupun Adrian sudah banyak membantunya tapi Presdir Ferry tidak bisa percaya begitu saja pada Adrian, Adrian adalah orang yang sangat licik dan cerdik.
__ADS_1
Melihat Presdir Ferry yang terdiam, Adrian yakin saat ini Presdir Ferry sedang berpikir atas usulannya, dia kemudian kembali berbicara untuk meyakinkan Presdir Ferry.
"Tuan." Presdir Ferry mendongakkan kepalanya.
"Saya yakin Romy akan membereskan Wibowo group setelah anda menerima tawaran dari Romy."
Wibowo group perusahaan yang sudah lama berdiri dan cukup memiliki kekuasaan walaupun masih kalah dengan Mahesa apalagi dibandingkan dengan Aras group, Wibowo group bukan lah lawan mereka.
"Pikirkan saja Mahesa group yang akan semakin besar dan menjadi perusahaan nomor satu setelah Aras group hancur tuan." Adrian masih terus meyakinkan Presdir Ferry.
"Bahkan nilai aset yang akan di dapat oleh putri tuan hampir separuh dari aset Wibowo group." Mendengar penuturan Andika Presdir Ferry mulai goyah dengan pendiriannya, dia sedang membayangkan betapa kuatnya Mahesa group ketika beberapa aset Aras group jatuh ke tangannya.
"Tapi Wibowo group akan langsung menarik sahamnya setelah tau aku membatalkan perjodohan ini."
"Hahaha." Andika terbahak "Aset yang akan tuan dapatkan dari Aras group lebih dari cukup untuk menutup kerugian dari saham yang ditarik kembali oleh Wibowo group."
Presdir Ferry menatap Adrian yang sedang tersenyum, dia merasa kurang yakin dengan ide Adrian, tapi semua hal yang dibicarakan oleh Adrian sangat masuk akal dan tidak mungkin disangkal oleh Presdir Ferry.
__ADS_1