
Cittt.....
Suara decitan ban mobil yang dikemudikan oleh Roy, Roy berhenti di depan loby kantor Andika untuk menurunkan Lisa.
"Selamat beristirahat nona, semoga anda mimpi indah nanti malam."
"Saya masih banyak pekerjaan tuan, entah saya mempunyai waktu untuk tidur atau tidak malam ini." Roy tersenyum melihat sikap Lisa yang sudah lebih hangat, Lisa langsung berlari menjauhi mobil setelah mengucapkan kalimat yang cukup panjang bagi seorang Lisa.
Lisa berjalan cepat memasuki kantor, dia tidak menghiraukan suara Roy yang memanggil namanya
"Arrrggg kenapa aku bisa bicara banyak padanya begitu." Mulut Lisa menyesali perbuatan yang baru dia lakukan tapi hatinya merasa senang dengan perlakuan Roy.
Lisa menoleh setelah suara klakson berbunyi, terlihat mobil Andika sudah berjalan meninggalkan kantor, tanpa sadar Lisa tersenyum dan melambaikan tangannya.
"Awas kamu asisten Roy." Lisa menatap tangannya sendiri seakan menyalahkannya telah melambai pada Roy.
- - -
Kantor hukum Adrian dan rekan
Rendy terlihat sedang sibuk memilih beberapa senjata yang akan dia bawa nanti, itu semua adalah instruksi dari Adrian, Adrian ingin mengantisipasi kemungkinan terburuk yang akan terjadi di sana.
"Bawa beberapa untukmu dan Roy."
"Baik tuan."
Adrian duduk diatas sofa sambil memperhatikan Rendy yang sedang mengecek beberapa senjata api.
"Rendy."
__ADS_1
"Iya tuan."
"Jika terjadi situasi yang sangat buruk nanti kau harus melindungi Andika." Rendy melotot mendengar ucapan Adrian, ingin sekali dia membantah Adrian kali ini.
"Ini perintah!" Ucap Adrian tegas melihat raut wajah tidak setuju pada Rendy.
"Baik tuan."
Adrian mungkin berpikir terlalu jauh, dimana dia mengira bahwa Wibowo dan Ferry akan berencana menjebak mereka dan membunuh Andika di acara makan malam nanti.
"Tuan, apa tidak sebaiknya tuan batalkan saja acara makan malam ini." Gurat kekhawatiran terlihat jelas di wajah Rendy.
"Jangan terlalu khawatir." Adrian meyakinkan Rendy.
"Baik tuan."
"Siapkan semuanya, aku tunggu dibawah." Adrian beranjak meninggalkan ruangannya.
"Nyawa anda lebih berharga dari apapun tuan." Gumam Rendy setelah selesai mengirim pesan pada rekan-rekannya.
- - -
Andika tengah bersiap di rumahnya, Roy baru saja mengabarinya bahwa dia sudah sampai dan menunggu Andika di depan.
Roy sedang menatap serius layar ponselnya yang berisi pesan dari Rendy, dia terlihat mengerutkan dahinya membaca pesan dari Rendy.
"Siapkan dirimu untuk kemungkinan terburuk, temui aku sebelum kamu masuk kedalam ruangan, aku sudah siapkan souvernir untukmu."
Souvernir adalah kode untuk senjata api, kode yang hanya diketahui oleh beberapa orang saja yang pernah bekerja pada perusahaan keamanan dulu.
__ADS_1
Roy langsung memasukkan ponselnya ketika melihat Andika berjalan menghampirinya, dia memasang ekspresi wajah agar terlihat biasa saja, meskipun Roy tidak tahu apakah dia dapat menyembunyikan kepanikan itu dari Andika dengan bersembunyi dibalik wajah dinginnya.
Mobil langsung melaju setelah Andika masuk ke dalam, Roy terus berusaha bersikap setenang mungkin di depan Andika.
"Bagaimana tadi?" Andika tersenyum menggoda Roy.
"Sudah ada perkembangan yang berarti tuan." Roy terlihat senang ketika membahas Lisa dengan Andika.
"Teruslah berjuang." Andika menepuk pundak Roy.
"Tentu saja tuan." Roy menjawab sambil mengangguk mantap.
"Huh, untung saja tuan membahas Lisa jadi tidak perlu berpura-pura untuk menyembunyikan rasa panik ini."
Mobil memasuki rumah mewah dengan pagar yang tinggi menjulang di depannya, Roy membunyikan klakson kemudian gerbang terbuka.
"Selamat datang tuan." Beberapa orang langsung menunduk ketika melihat Andika keluar dari dalam mobil.
"Terimakasih." Jawab Andika setelah seorang bodyguard membukakan pintu mobil untuknya.
Andika mengedarkan pandangannya melihat beberapa mobil yang sudah terparkir di halaman depan rumah Presdir Wibowo.
"Adrian sudah datang rupanya." Gumam Andika ketika melihat mobil Adrian, Andika kemudian melihat mobil yang sudah tidak asing lagi.
"Roy."
"Iya tuan." Andika menunjuk mobil yang terparkir di sebelah mobil Adrian.
"Itu mobil tuan Ferry." Roy mengenali mobil yang ditunjuk oleh Andika.
__ADS_1
Andika mengangguk dia kemudian berjalan masuk kedalam rumah Presdir Wibowo, Roy mengikuti Andika di belakangnya, setelah melihat mobil Presdir Ferry, Roy baru memahami arti pesan yang dikirim oleh Rendy.