SANG PENGACARA

SANG PENGACARA
AKU AKAN MENIKAH LEBIH DULU


__ADS_3

Hari ini Adrian sudah mengatur pertemuannya dengan Andika, dia bermaksud ingin membahas perihal masalah Jeny, bagaimana pun Andika harus tahu semuanya, karena cepat atau lambat Andika pasti akan tahu dengan situasi yang sedang dia hadapi bersama Jeny.


Adrian baru saja keluar dari ruang persidangan di dampingi oleh Rendy, tepat di pintu masuk dia bertemu dengan Andika yang akan masuk ke dalam ruang persidangan.


"Apa kamu akan menunggu?" Tanya Andika saat mereka berpapasan.


"Memang aku laki-laki macam apa." Kelakar Adrian yang dibalas tatapan tajam dari Andika.


"Hahaha." Adrian terbahak melihat ekspresi wajah Andika "Kenapa kamu cepat sekali marah kepadaku, tapi kamu seperti kucing manis jika di depan Je.." Andika langsung membekap mulut Adrian.


"Mmm.. mmm.. mmm..." Adrian masih terus mengoceh walaupun suaranya tidak terdengar jelas.


Andika kemudian melepaskan Adrian yang terlihat langsing tersenyum lebar karena berhasil menggoda Andika.


"Pergilah, aku langsung ke restauran setelah sidang selesai." Andika langsung mendorong tubuh Adrian untuk menjauh, tanpa mereka sadari perbuatan mereka sedikit banyak menarik perhatian orang-orang di sekitarnya, bagaimana Andika dan Adrian adalah dua orang yang terkenal bermusuhan.


Adrian pergi sambil melambaikan tangan pada Andika yang dibalas dengan umpatan, Andika kemudian masuk kedalam ruang persidangan tanpa mengindahkan tatapan mata orang-orang di sekitarnya.


Sidang berlangsung cepat tanpa ada hambatan, seperti biasa dengan argumen dan kelihaian berbicara Andika dapat mematahkan segala opini lawannya, dia kini sedang berkemas dibantu oleh Lisa.


"Roy." Panggil Andika pada Roy yang masih duduk di kursi pengunjung.


"Saya tuan." Jawab Roy setelah berada tepat di samping Andika.


"Antar aku ke restauran gold, lalu kau antar Lisa pulang kerumahnya." Perintah Andika yang langsung dibalas anggukan oleh Roy.

__ADS_1


"Saya masih ada pekerjaan dikantor tuan." Lisa berusaha memberi alasan, dia seakan tidak mau kembali salah tingkah jika berduaan dengan Roy lagi.


Andika melirik Lisa dengan tatapan mata menyelidik


"Ada beberapa berkas yang harus saya periksa." Jawab Lisa gugup yang semakin membuat Andika menatapnya.


"Sepertinya bisa ditunda besok." Lisa berusaha mengalihkan pandangannya agar tidak bersitatap dengan Andika, Lisa seorang yang sangat dingin saja akan langsung merasa gelisah jika ditatap oleh Andika dengan tatapan tajam dan menyelidik seperti itu. Roy hanya tersenyum melihat Lisa yang langsung salah tingkah, dia sesekali melirik Lisa untuk menggodanya yang dibalas tatapan tajam oleh Lisa.


- - -


"Hati-hati, nanti kau langsung kesini saja setelah mengantar Lisa."


"Baik tuan."


Andika kemudian turun dari mobil dan berjalan memasuki restauran tempat dirinya akan bertemu Adrian.


"Sepertinya hasil persidangan tadi bagus Andika?" Adrian menggoda Andika ketika dia duduk di depannya.


"Seperti yang kamu tahu, aku tidak pernah kalah." Andika menyombongkan diri.


"Hahaha." Adrian terbahak "Apa kamu lupa?" Adrian menaik turunkan alis matanya sambil mengangkat satu jari telunjuknya.


"Itu aku mengalah." Jawab Andika kesal disambut dengan suara tawa Adrian.


"Dimana asisten mu?" Adrian mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Roy.

__ADS_1


"Dia sedang kencan." Jawab Andika yang membuat Rendy terkejut, Rendy yang sedang minum langsung menyemburkan sedikit minuman dalam mulutnya, dia kemudian terbatuk.


Melihat hal itu membuat Adrian mengangkat ujung bibirnya, dia seakan baru saja menemukan ide untuk menjahili Rendy.


"Oh ya, dengan siapa?" Tanya Adrian antusias sembari mengedipkan matanya pada Andika memberi kode untuk mengerjai Rendy.


"Yang pasti dengan wanita cantik." Jawab Andika sambil melirik Rendy.


Rendy meremas tangannya dengan erat, dia merasa tidak terima Roy bisa mengalahkan dirinya dalam hal ini, Rendy yang biasanya selalu memang dari Roy hari ini merasa kalah telak.


"Hahahaha." Adrian dan Andika tertawa terbahak-bahak melihat Rendy yang sangat kesal.


"Carilah wanita, aku tidak membayangkan wajahmu nanti ketika menghadiri pesta pernikahan Roy." Adrian berbicara di sela-sela suara tawanya.


Adrian dan Andika terus menggoda Rendy yang membuat wajahnya semakin merah padam, dia merapatkan giginya.


"Aku akan menikah lebih dulu Roy." Ucap Rendy dalam hatinya.


"Lihat saja tuan siapa yang akan menikah lebih dulu nantinya, aku pasti akan mendahului Roy." Ucap Rendy dengan penuh keyakinan.


"Oh ya?" Andika dan Adrian berbicara bersamaan sambil tersenyum jahil melihat ekspresi wajah Rendy yang terlihat tidak terima mendengar Roy sudah memiliki kekasih.


Mereka menghentikan obrolan ketika hidangan datang, mereka kemudian menyantap makanan itu sambil sesekali menggoda Rendy.


"Jadi ada hal apa yang mau kamu sampaikan?" Tanya Andika dengan mimik wajah serius.

__ADS_1


Adrian menoleh kearah Rendy sejenak, Rendy menganggukkan kepalanya kepada Adrian seakan memberi semangat untuk Adrian agar berbicara apa adanya pada Andika.


__ADS_2