
Setelah dinyatakan sembuh total tanpa menunggu lagi Adrian langsung memulai semua aktifitasnya terutama berusaha mencari keberadaan sang istri yaitu dokter Rani, selain menunggu hasil pencarian Rendy tanpa di ketahui oleh siapapun diam diam Adrian juga bergerak sendiri untuk mencari istrinya.
Andika sangat bergembira melihat Adrian sudah benar benar pulih sekarang, hari ini adalah hari pertama Adrian masuk kantor, setelah hampir dua tahun dia bergulat dengan sakitnya hang membuat aktifitasnya terhambat.
"Pindah ini ke sebelah sana saja" perintah Andika kepada staffnya.
Andika tengah mempersiapkan penyambutan Adrian hari ini, dia sibuk mengatur segala sesuatu, termasuk beberapa karangan bunga dan banner yang bertuliskan "Selamat datang petarung" itu semua ide Andika.
Prok.... prok... prok....
Tepuk tangan meruah terdengar dari puluhan irang karyawan yang tengah berdiri di kanan dan kiri pintu masuk lobby saat Adrian berjalan memasuki kantor.
"Selamat datang petarung hebat" Andika memeluk hangat Adrian yang berusaha menghindarinya.
"Selamat datang tuan" Lisa mengalungkan bunga, Adrian malah membuka lebar tangannya berharap Lisa memeluknya.
"Aku saja yang melakukannya" Andika dengan sigal masuk ke pelukan Adrian yang langsung mendorongnya.
"Aku ingin Lisa yang memelukku buka kau Andika" Ucap Adrian dengan muka yang di buat cemberut, Andika hanya terkekeh.
"Mari saya antar ke ruangan anda tuan" Andika sembari membukukkan badan mempersilahkan Adrian untuk berjalan di depannya.
"Mengapa ruanganku sedikit kebih kecil dari ruang kerjamu" protes Adrian.
__ADS_1
"Kau tau nama Law Firm kita bukan?" ucap Andika yang di balas anggukan Adrian "Tentu saja".
"A&A Law Firm artinya Andika dan Adrian Law Firm, tentu saja ruanganku lebih besar karena namaku berada paling depan untuk menamakan kantor ini".
"Alasan saja" Adrian melempar tutup bolpoin ke tubuh Andika.
Setelah berbincang sejenak Andika kembali keruangan kerjanya, mereka kembali berkutat dengan perkara yang saat ini sedang mereka tangani.
Dua minggu berlalu semenjak Adrian memulai kembali semua aktifitasnya, selain fokus dengan pekerjaannya Adrian juga tengah berusaha mencari keberadaan dokter Rani, dia telah membayar beberapa orang untuk mencari keberadaan dokter Rani.
"Tuan" sapa Rendy ketika dia baru saja memasuki ruang kerja Andika.
"Ada apa?" Andika berdiri dari kursinya "Duduklah" Andika menunjuk sofa yang berada di depannya, dia kemydian duduk dengan di ikuti Rendy.
Mendengar informasi dari Rendy membuat Andika membuang nafas kasarnya.
"Aku hampir saja melupakan Rani" ucap Andika "Dimana Rani sekarang?" lanjutnya
"Saya pun kehilangan jejaknya" tutur Rendy
Rendy pada awalnya terus memantau keberadaan dokter Rani setelah kejadian di kantor Andika waktu itu, tetapi dua bulan terakhir Rendy tidak dapat menemukan di mana keberadaan dokter Rani, bahkan dokter Hendra pun ikut menghilang.
__ADS_1
"Kemana menurutmu mereka pergi?" Tanya Andika yang di balas oleh Rendy dengan menggelengkan kepalanya "Tidak tahu tuan" jawab Rendy "Saya sudah mengerahkan semua yang saya bisa tapi tetap saja tidak mengetahui keberadaan dokter Rani dan dokter Hendra".
Andika sempat berfikir untuk menemui keluarga dokter Rani, tapi hal tersebut langsung di larang oleh Rendy, karena menurutnya jika keluarga dokter Rani tahu pasti mereka akan menghubungi Adrian, Rendy takut akan terjadi kesalahpahaman nantinya, dimana saat ini Adrian sudah tidak mencurigai keluarga dokter Rani karena dia sudah sempat bertemu dengan mereka.
"Baiklah, lakukan semua yang kau bisa, kerahkan semua orangmu" Perintah Andika
"Baik tuan".
Adrian yang tengah duduk termenung di dalam ruang kerjanya, di kagetkan dengan bunyi ponselnya, dengan malas Adrian membuka ponselnya.
Tiba tiba dua bola mata Adrian langsung melotot setelah membaca isi pesan dari ponselnya, dia kemudian bergegas membereskan barangnya kemudian pergi meninggalkan ruangannya.
"Tuan" Rendy yang tengah duduk di lobby kantor seketika berdiri ketika melihat Adrian akan keluar dari lobby.
"Kunci mobil" tanpa banyak bertanya Rendy langsung menyerahkan apa yang di minta oleh Adrian.
"Kau di sini saja, aku akan oergi sebentar".
"Tapi tuan". Rendy berusaha mencegahnya
"Sudahlah jangan membatah, aku akan baik baik saja" Adrian menepuk bahu Rendy, dia kemudian berjalan pergi tanpa menghiraukan panggilan Rendy.
__ADS_1
Di perjalanan Adrian terus memikirkan isi oesan yang tadi dia terima di sana tertulis "Jika kau ingin mengetahui tentang Rani temui aku di mall X sekarang". dengan kecepatan oenuh Adrian memacu mobilnya, semua hal yang berkaitan dengan dokter Rani saat ini menjadi prioritas Adrian.
Author usahakan untuk Up minimal 2 episode perhari, Terimakasih.