
Memutuskan saudara Adrian dinyatakan tidak bersalah dan bebas dari semua tuntutan.
Tok... tok... tok....
Andika bersorak mendengar putusan hakim, dokter Rani langsung berlari menghampiri Adrian yang tengah memeluk Andika, selain itu pengadilan memerintahkan penangkapan kepada Teddy atas tuduhan permufakatan jahat dan turut serta bersama sama melakukan kejahatan dengan Dion, sedangkan Dion lebih berat lagi, dia kena pasal berlapis, penculikan, pengancaman dan pembunuhan berencana.
Senyum dan air mata bahagia terlihat di ruang sidang, dokter Rani tak henti hentinya berterimakasih pada Andika, begitu pula Adrian, mungkin jika ada kata yang lebih dari terimakasih akan dia hantarkan untuk Andika.
"Bukan dengan ku kau harus berterimakasih" Adrian terlihat bingung mendengar ucapan Andika.
"Dia yang lebih pantas" Andika menunjuk ke arah pintu masuk, terlihat Chandra berjalan dengan bergandengan tangan bersama Amanda yang kini sudah menjadi istrinya.
"Chandra" Adrian terkejut melihat kemunculan Chandra saat ini.
"Bagaimana kabarmu jagoan?" Ucap Chandra meledek Adrian yang terlihat sedikit kacau, penjara dapat merubah penampilan Adrian.
"Bagaimana kau bisa ada di sini?" tanya Adrian setelah memeluk Chandra.
"Tentu saja bisa" Chandra tersenyum lebar "Bukankah aku pernah bilang akan datang ketika kalian sudah tidak bisa menghadapi masalah" jawab Chandra dengan nada suara bercanda.
Setelah selesai berbincang mereka kemudian kembali ke rumah Lisa, rencananya malam ini mereka akan membuat pesta untuk menyambut kebebasan Adrian.
Sepanjang jalan menuju rumah Lisa, Adrian terus bertanya bagaimana bisa Andika mendapatkan semua bukti yang membebaskan dirinya, Andika hanya menjawab "Chandra tidak memberitahuku" sebanyak apapun Adrian bertanya jawaban Andika tetap sama, karena memang Andika tidak tahu.
Flasback On
Andika baru sampai di kantornya, dengan sedikit tergesa gesa di masuk ke dalam, di belakangnya Lisa dan dokter Rani berusaha mengimbangi langkah Andika.
__ADS_1
"Mana orang yang mencariku?" tanya Andika pada resepsionis.
"Di sana tuan" Resepsionis menunjuk ke arah seorang laki laki dan perempun yang sudah sangat Andika kenal tengah duduk di lobby kantornya.
"Chandra" Chandra langsung menoleh ke arah sumber suara, senyuman seketika mengembang di bibirnya ketika melihat Andika.
"Andika sahabat lamaku" mereka kemudian berpelukan layaknya seorang sahabat yang saling merindu.
"Kau terlihat semakin cantik Amanda" Puji Andika pada Amanda.
"Apa kau sedang mencoba menggoda istriku" ucap Chandra sembari sedikit tertawa.
"Apa yang membuatmu kembali kesini?" tanya Andika penuh selidik, karena seingat dia Chandra pernah berkata tidak akan kembali lagi kesini, dia akan menghabiskan waktu bahagia bersama Amanda di luar negeri dan menetap di sana.
Chandra mengedarkan pandanganya, Andika yang dapat menangkap maksud Chandra pun mengajaknya untuk berbicara di ruang kerjanya.
Andika terkesima, wajahnya menunjukkan ekspresi terkejut dan tidak percaya, dia baru saja melihat beberapa bukti yang bisa membebaskan Adrian, dan Chandra lah yang memberikan semua itu.
"Tak perlu kau tahu" Chandra tersenyum bangga, seakan sedang di puji oleh Andika dan kaum hawa yang ada di situ.
"Lalu bagaimana kau tahu kita sedang berada dalam masalah yang pelik ini"
"Aku kan sahabat lamamu dan Adrian, mana mungkin aku tidak tahu" sekali lagi Andika memeluk Chandra, entah sudah berapa kali dia berterimakasih pada Chandra.
Flashback Off.
"Jadi bocah itu masih sok misterius" ucap Adrian sedikit greget membayangkan tingkah Chandra saat itu.
__ADS_1
"Masih seperti yang kita kenal, hanya saja sekarang lebih berisi" mereka pun tertawa bersama dengan menjadikan Chandra sebagai bahan hiburan, Chandra tidak akan mendegarnya karena dia berada di mobil yang berbeda bersama Amanda.
Rumah Lisa
Malam yang di penuhi kebahagiaan, baru saja satu masalah yang cukup pelik bisa mereka selesaikan berkat bantuan dari sahabat lama mereka, senyum bahagia terlihat pada setiap wajah yang sedang duduk di sana.
"Apa rencana kalian selanjutnya?" tanya Andika pada Chandra saat mereka sedang menikmati santap malam.
"Aku dan Amanda akan kembali menikmati hidup seperti sebelumnya" Jawab Chandra dengan tingkah jenakanya.
Mereka kemudian kembali larut dalam kebahagiaan, dari arah pintu masuk terlihat seorang laki laki tinggi tegap tengah berdiri memperhatikan mereka.
"Rendy" ucap Lisa yang menyadari kehadiran Rendy, semua orang yang ada di situ pun langsung menoleh.
Lisa bergegas menghampiri Rendy, dia kemudian menggandeng tangan Rendy dan mengajaknya bergabung.
"Maafkan saya tuan tidak hadir di saat saat sulit anda" ucap Rendy dengan rasa penuh penyesalah.
"Tak usah kau fikirkan, aku yakin kau punya alasan yang kuat dibalik semua itu." Adrian dapat mengerti mengapa Rendy tidak ada, dia yakin Rendy punya alasan sendiri.
"Tuan Andika bisakah kita bicara sebentar" pinta Rendy yang di sanggupi oleh Andika.
Rendy ingin mengabarkan perihal Jeny kepada Andika, rasanya dia tidak ingin menunda lebih lama untuk menyampaikan sesuatu yang sangat penting.
Brug.....
__ADS_1
Suara yang cukup keras terdengar menggema di ruangan itu, terlihat Andika jatuh pingsan di depan Rendy, semua orang buru buru menghampiri mereka.
** Jangan lupa mampir ke novel terbaru Author ya AKU BUKAN PILIHAN