SANG PENGACARA

SANG PENGACARA
Bertemu Dion


__ADS_3

Lisa nampak menyunggingkan senyuman ketika Adrian beberapa kali membuat lelucon, tentu saja lelucon Adrian tidak akan jauh dari mengolok Andika karena itu merupakan hal yang sangat lucu menurut Adrian.


"Hentikan telingaku panas" sungut Andika karena Adrian terus menurus mengoloknya


"Payah kau tidak bisa melihat aku sedang menghibur Lisa". balas Adrian sembari tersenyum jahil


"Lisa akan lebih terhibur bila melihatmu menari sekarang" Andika menatap Lisa "Bukan begitu Lisa".


Lisa justru menutup mulutnya dan menggelengkan kepala, dari matanya terlihat Lisa tersenyum.


"Sudahlah lebih baik aku mengurus administrasi kepulangan Lisa saja".


"Biar saya saja tuan". Cegah Rendy yang membuat Andika langsung menatapnya tajam.


"Kau bereskan saja barang barang Lisa".


Tanpa memperdulikan ocehan Adrian dan suara tawa dari Lisa yang semakin terdengar Andika terus melangkahkan kaiknya keluar dari ruang oerawatan Lisa.


 


Rumah Lisa

__ADS_1


Rendy sedang membantu Lisa merapikan barang barangnya di dalam, sedangkan Andika tengah duduk di teras rumah lisa bersama Adrian, mereka tengah terlibat perbincangan serius terkait bagaimana menjaga Lisa kedepannya.


"Bagaimana menurutmu?" Tanya Andika pada Adrian


"Kita minta saja pada Rendy untuk menempatkan orangnya di sini"


"Aku tidak setuju" Andika menggeser posisi duduknya menghadap ke arah Adrian


"Itu akan membuat Lisa tidak nyaman dan menambah kekhawatiran Lisa nanti" Adrian mengangguk menyetujui ucapan Andika


"Bagaimana kalau menjaga Lisa dari jarak jauh"


Mereka terdiam, kemudian sama sama tersenyu


Lisa dan Rendy keluar dari dalam rumah, Rendy terlihat membawa nampan berisi air, mereka kemudian berbincang ringan sebelum pergi dari rumah Lisa.


"Aku ada pertemuan dengan client, kau pulang saja kerumah nanti aku kesana kita bahas disana bersama Rendy" ucap Andika kemudian pergi dengan mobilnya.


 


Restauran gold

__ADS_1


Andika tengah duduk di salah satu ruangan VIP Restauran gold bersama dengan client, matanya menatap fokus ke lembaran berkas yang tengah dia baca, berkas perkara kali ini terlihat cukup berat sehingga beberapa kali Andika menarik nafas dalam.


"Baiklah tuan, saya sudah mempelajarinya, kita masih ada kemungkinan memenangkas kasus ini". ucap Andika kepada client.


"Kami percaya padamu".


Setelah sedikit berbasa basi client pun pamin undur diri lebih dulu karena masih ada beberapa kesibukan, Lisa yang masih dalam tahap oengembuhan membuat Andika lebih repot dari biasanya, Andika bisa saja mengajak anak buahnya yang lain, tapi yang lain tidak srpandai lisa dalam hal negosiasi dan pendekatan dengan client.


Setelah semuanya suda rapi Andika keluar dsri ruang VIP tersebut, tujuan selanjutnya adalah bertemu dengan Adrian dan Rendy untuk membahas masalah keamanan Lisa kedepannya, Andika sudah punya firasat yang tidak rnak mengenai orang orang di sekelilingnya.


"Andika" Andika yang henda memasuki mobilnya seketika menoleh ketika mendengar namanya di panggil.


Andika mengamati sekilas orang yang sedang berjalan mendekatinya, orang itu adalah Dion.


"Apa kabarmu?" Sapa Dion ramah sembari mengulurkan tangannya


"Baik, bagaimana denganmu?" Tanya Andika kembali di balas dengan senyum hangat oleh Dion.


Mereka kemudian berbincang sejenak, Dion nampak mengingatkan Andika terhadap janjinya yang akan mentraktir makan apabila metrka bertemu kembali.


"Baiklah mungkin di lain kesempatan, aku tahu kau orang yang sangat sibuk." Ucap Dion di barengi dengan raut wajah kecewa karena Andika tidak bisa makan siang bersama Dion hari ini.

__ADS_1


Dion pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam restauran setelah berpamintan dengan Andika.


"Kau terlihat baik, tapi aku merasa ada sesuatu yang salah dengan dirimu". Insting Andika berkata harus berhati hati terhadap Dion, pengalaman Andika selama bertahun tahun menjadi pengacara membuat instingnya tajam karena terasah secara alami.


__ADS_2