
Sebulan berlalu, orang orang Rendy bekerja dengan baik dan rapi, terbukti kini mereka mampu mengantisipasi setiap ancaman yang akan datang, Kevin bekerja dengan sempurna, Lisa bahkan tidak tahu jika dia sedang di jaga dari jarak jauh oleh kevin.
Andika sedang duduk termenung di ruang kerjanya, dia terlihat sedang berfikir keras, entah mengapa akhir akhir ini selalu ada Dion di setiap tempat yang Andika kunjungi, ada beberapa kejadian yang hampir membuat Andika celaka dan Dion juga yang menjadi pahlawan menyelamatkan Andika.
"Aneh" pikir Andika yang sedang mengumpulkan kepingan ingatan setiap kejadian yang berakhir dengan Dion sebagai pahlawannya.
"Seperti sudah di rencanakan" dengan cepat Andika mengambil ponselnya, dia kemudian mengirim foto Dion kepada Rendy, Andika sempat mempotret wajah Dion karena merasa ada kejanggalan.
"Cari tahu siapa dia, berikan datanya secepatnya".
"Baik tuan" Balasan dari Rendy atas perintah Andika.
----------------
Gedung utama Wibowo Group
"Ada apa Om?" tanya Tedy yang kini duduk di depan Dion, dia heran tidak biasanya Dion datang dengan mimik wajah yang kurang bersahabat.
"Sepertinya akan gagal rencana Om menyerang Andika" Dion mengusap wajahnya dengan kasar.
"Lalu apa rencana Om selanjutnya" Wajah Tedy pun kini menunjukkan mimik yang serius.
__ADS_1
"Om akan menyelidiki dulu semua tentang mereka sebelum mengambil langkah selanjutnya" Dion menggeser posisi duduknya agar lebih rileks "Lalu bagaimana dengan tugasmu" tatapan tajam Dion berikan kepada Tedy.
Tedy membuang nafas dengan kasar, dia lalu menggelengkan kepalanya "Tidak berhasil" ucapnya yang di sambut dengan ******* dari Dion "Mengapa?" tanya Dion.
"Semua rencanaku untuk mengusik asisten perempuan Andika selalu gagal".
"Lisa?" Dion ingin lebih memperjelas.
Tedy mengangguk "Seakan ada yang menjaga dia dari jauh".
"Lalu yang satunya?" Rendy adalah orang yang dimaksud oleh Dion.
"Tidak ada orang yang berani mengambil pekerjaan ini setelah mendengar namanya" Tedy diam sesaat "Entah semenyeramkan apa dia". Lanjut Tedy.
-------------------
Kantor hukum A&A Law Firm
Andika masih sibuk membolak balik dokumen hasil laporan dari Rendy, tidak seperti biasanya Rendy mampu mendapatkan informasi seseorang hanya dalam hitungan jam, untuk menyelidiki Dion Rendy membutuhkan waktu dua hari sebelum semua informasinya terkumpul lengkap.
"Perketat semua penjagaan mulai sekarang Rendy" perintah Andika setelah mrngetahui bahwa Dion ternyata anak angkat dari Ferry Mahesa.
__ADS_1
"Baik tuan" Rendy kemudian pamit untuk kembali menemani Adrian melakukan terapi.
Setelah kepergian Rendy, Andika masih terlihat berfikir keras untuk menebak apa yang sesungguhnya di incar oleh Dion sehingga dia menargetkan Lisa.
"Apa kau menyerangku dengan cara mengganggu orang orang yang ada di sekitarku" ucap Andika yang baru saja menemukan kesimpulan dari semua ini.
Andika saat ini hanya mengantisipasi saja kemungkinan yang akan terjadi, dia belum melakukan apapun untuk menyerang balik Dion atau Tedy, Andika masih menunggu kondisi Adrian benar benar pulih sehingga mereka mampu bekerja sama untuk melawan Dion dan Tedy.
Di sebuah restauran Dion sendang mendengarkan laporan dari anak buahnya, setelah pertemuan dirinya dan Tedy tanpa menunggu lama Dion langsung menyuruh anak buahnya untuk mengumpulkan informasi terkait Andika dan Adrian sekecil apapun itu, walau harus menunggu beberapa hari.
"Bagus, lanjutkan kerjamu" Dion melemparkan sebuah amplop coklat ke atas meja "Ini bonus untuk kalian" kedua orang anak buah Dion pun mengucapkan terima kasih lalu pergi setelah Dion mengibaskan tangannya.
"Aku sudah mendapatkan kelemahan yang bahkan tidak kalian sadari" Dion bergumam "Kalian akan saling menghancurkan tanpa perlu membuat ku lelah" ucapan Dion di iringi dengan seringai yang muncul di wajahnya.
"Akhirnya aku bisa berjalan normal" Adrian saat ini tengah berbahagia, dari hasil terapi kali ini dia dinyatakan sudah pulih seperti semula.
Kegembiraan juga terlihat du wajah Rendy, apalagi dia orang yang selalu mendampingi Adrian dari awal mulai melakukan terapi.
__ADS_1
"Aku berjanji akan menjemputmu dan membuat perhitungan kepada orang orang yang terlah memisahkan kita Rani" ucap Adrian di dalam hati sembari mengepalkan tangannya pertanda dia telah siap untuk menunjukkan dirinya kembali dan menghancurkan musuh musuhnya.