SANG PENGACARA

SANG PENGACARA
LEBIH BAIK KITA HANCUR BERSAMA


__ADS_3

Presdir Romy duduk diatas kursi kebesarannya, wajahnya terlihat sangat marah, dia baru saja pulang dari persidangan lanjutan atas kasus tuntutan kepada Aras group, Presdir Romy yang sebelumnya berada diatas angin hari ini jatuh ke jurang terdalam, dia seperti tidak ada harapan lagi setelah Andika menunjuk bukti yang akan menghancurkan perusahaannya di persidangan tadi.


"Chandra keruangan ayah sekarang!" Teriak Presdir Romy di telpon memanggil Chandra.


Chandra mengetuk pintu kemudian masuk ke dalam ruangan Presdir Romy tanpa menunggu jawaban.


"Ada apa ayah?" Chandra sudah berdiri di depan Presdir Romy.


"Cari siapa yang telah berkhianat."


"Akulah si penghianat itu ayah."


"Maksud ayah?" Chandra pura-pura tidak mengerti arah ucapan Presdir Romy.


"Tidak mungkin Andika mendapatkan bukti itu tanpa bantuan orang dalam Chandra."


Chandra diam, dia sedang memikirkan bagaimana agar Presdir Romy tidak mencurigai dirinya.


"Apa mungkin ini ulah dari Mahesa group ayah." Chandra berbicara sambil menatap serius Presdir Romy.


"Kurang ajar." Menggebrak meja "Ferry sialan, ini pasti ulahnya." Chandra tersenyum melihat Presdir Romy langsung percaya dengan ucapannya.


"Tapi semua sudah terlambat ayah."

__ADS_1


"Apa maksudmu hah!"


"Putusan hasil persidangan tinggal menunggu waktu, lalu apa yang ayah bisa lakukan." Presdir Romy menatap tajam Chandra yang terlihat tenang berbicara kehancuran Aras group.


"Berani-beraninya kau menghianati ku Ferry." Ucap Presdir Ferry geram, Chandra berusaha menyembunyikan raut wajah bahagianya.


"Akan ayah batalkan perjodohan mu agar Ferry tidak mendapatkan apapun." Tanpa sadar Chandra tersenyum, semua rencana yang dia susun bersama Adrian dan Andika berjalan dengan mulus, isi dari klausul perjanjian adalah ide dari Chandra supaya Aras group dan Mahesa group hancur bersama.


Presdir Romy kemudian membuka ponselnya, dia akan menghubungi Presdir Ferry untuk membicarakan masalah perjodohan.


"Fery." Ucap Presdir Romy ketika panggilan telpon sudah tersambung.


"Jika besok aku kalah dalam persidangan maka perjodohan Chandra dan Jeny kita batalkan." Presdir Romy langsung menutup telpon tanpa menunggu jawaban dari Presdir Ferry.


- - -


Di gedung Mahesa group


Presdir Ferry langsung membanting ponselnya dengan keras setelah Presdir Romy mengakhiri panggilan.


"Roy." Dengan suara keras dan tatapan tajam Presdir Ferry memanggil asistennya.


"Saya tuan."

__ADS_1


"Panggil Adrian kesini, Sekarang!"


"Baik tuan." Roy langsung bergegas menjalankan perintah tuannya.


Presdir Ferry sangat marah mendengar ucapan Presdir Romy, tentu saja karena dia tidak akan mendapat apapun ketika perjodohan ini dibatalkan.


Presdir Ferry sudah tahu dari Adrian bahwa Aras group akan kalah dalam persidangan nanti, tapi dia tidak menyangka Presdir Romy akan membatalkan perjodohan yang akan mengakibatkan Mahesa group goyah karena tidak mendapatkan investor baru, apalagi Presdir Ferry secara terang-terangan menghianati Wibowo group.


Roy kembali masuk kedalam ruangan Presdir Ferry sambil menyeret langkahnya, dia terus menundukkan kepalanya, entah apa yang akan dilakukan oleh Presdir Ferry ketika mendengar informasi yang akan diberikan Roy mengenai Adrian.


"Maaf tuan." Roy berbicara tanpa berani melihat ke arah Presdir Ferry.


"Ada apa." Suara lirih Presdir Ferry sudah cukup membuat Roy gemetar setengah mati.


"Katakan!" Presdir Ferry semakin marah melihat Roy yang masih diam.


"Rendy mengatakan tuan Adrian tidak mau menemui anda lagi."


Brakkkk


Roy mundur beberapa langkah ketika Presdir Ferry menendang meja hingga jatuh tak jauh dari tempat Roy berdiri.


"Seret dia kesini Roy." Perintah Presdir Ferry

__ADS_1


Roy terlihat ragu untuk menjalankan perintah dari Presdir Ferry kali ini, tentu saja Roy tahu lawan yang akan dia hadapi untuk membuat Adrian datang menemui Presdir Ferry, lawan yang mungkin akan membuat Roy pulang dalam keadaan tidak bernyawa, yaitu Rendy.


__ADS_2