SANG PENGACARA

SANG PENGACARA
TAWARAN DARI ADRIAN


__ADS_3

Setelah melihat amukan Presdir Ferry, dengan berat hati Roy akhirnya menuju kantor Adrian, hanya ada dua pilihan untuk Roy saat ini, mati ditangan Presdir Romy atau Rendy.


Roy melajukan mobil keluar dari gedung Mahesa group, dia menjalankan mobil dengan perlahan, Roy masih berpikir bagaimana cara berbicara pada Adrian agar dia mau menemui Presdir Ferry.


- - -


Di kantor Adrian


Adrian sedang bersantai di sofa, dia baru saja bertemu beberapa klien besar yang berniat merekrut Adrian sebagai Corporate Lawyer untuk perusahaan mereka, entah dari mana mereka tahu Adrian tidak akan berdiri di sebelah Mahesa group lagi.


"Rendy."


"Iya tuan." Rendy berjalan mendekat ke arah Adrian.


"Sambut kedatangan Roy, persilahkan dia masuk." Perintah Adrian yang dibalas anggukan kepala oleh Rendy.


Adrian seakan tahu Presdir Ferry tidak akan melepaskan dirinya dengan mudah, dia pasti akan meminta Roy untuk menyeret Adrian agar berdiri di depan Presdir Ferry, tapi Adrian adalah orang yang cerdik, dia telah menyiapkan rencana untuk membuat Roy pergi dari sisi Presdir Ferry.


Di depan kantor Adrian Roy baru saja tiba, dia terlihat ragu untuk turun dari mobil saat melihat Rendy sudah berdiri di depan pintu masuk, meskipun Roy adalah orang yang memiliki kemampuan dalam bela diri tapi dia tahu bahwa kemampuannya itu masih jauh di bawah Rendy.


Roy beberapa kali kalah dalam menghadapi Rendy, dia bahkan tidak mampu mengawasi Adrian karena ada Rendy di sebelah Adrian, Rendy seakan bisa tahu orang yang dikirim oleh Roy untuk memata-matai Adrian.


Tok tok tok


Suara ketukan di kaca jendela mobil membuyarkan lamunan Roy, di sana terlihat Rendy berdiri dengan wajah dinginnya, Roy terdiam karena terkejut untuk beberapa saat, dia kemudian dengan perasaan ragu menurunkan kaca mobilnya.


"Tuan Adrian sudah menunggu mu Roy." Roy membelalakkan matanya mendengar ucapan Rendy, dipikirannya hanya ada ketakutan Sekarang.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin dia tahu aku akan datang."


"Roy." Rendy berbicara dengan lebih keras karena Roy hanya diam saja.


"Baiklah aku akan turun."


Roy kemudian berjalan mengikuti Rendy, dia sedang berpikir untuk mengira-ngira rencana apa yang telah di siapkan oleh Adrian.


Roy langsung masuk ke dalam ruangan Adrian setelah Rendy membukakan pintu, dia melihat Adrian yang sedang duduk bersandar sambil memejamkan mata diatas sofa ruang kerjanya.


"Duduk Roy." Adrian berbicara tanpa membuka matanya.


"Terimakasih tuan." Roy duduk tepat di seberang Adrian, Rendy langsung berdiri di sebelah Adrian.


"Apa Ferry menyuruhmu datang untuk menyeret ku agar menemuinya." Roy mengangguk.


"Apa kau berani melakukan itu padaku?" Roy terdiam, dia kemudian melirik Rendy yang berdiri di sebelah Adrian dengan wajah dingin.


"Lakukanlah jika kau berani." Roy menelan salivanya mendengar ucapan Adrian, tentu saja dia tidak akan berani melakukan hal itu selama Rendy masih berdiri di sebelah Adrian.


Roy masih terdiam, dia tidak menjawab ucapan Adrian apalagi bergerak mendekati Adrian untuk menyeretnya.


"Hahaha." Adrian terbahak "Apa kau takut pada Rendy?" Roy masih diam.


"Bagus kalau kau masih menyayangi nyawamu." Adrian duduk tegap kemudian menatap Roy yang terlihat ketakutan.


"Roy."

__ADS_1


"Iya tuan."


"Apa kau tahu kondisi Mahesa group saat ini?" Roy mengangguk.


"Tentu saja tuan."


"Apa kau tidak ingin mencari pekerjaan lain." Adrian tersenyum sinis menunggu jawaban dari Roy.


"Maksud tuan?" Roy balik menatap Adrian meminta penjelasan padanya.


"Bukankah kau akan menjadi pengangguran saat Mahesa group hancur." Roy bingung harus menjawab apa.


"Jadilah asisten Andika, aku yang akan membawamu kesana." Ucap Adrian yang membuat Roy langsung melotot.


"Tidak ada yang bisa kau harapkan dari Ferry, lebih baik kau berdiri di sebelah Andika sekarang." Roy menatap Adrian dengan tatapan yang semakin bingung, melihat itu Adrian kemudian menceritakan hubungan dengan Andika, Roy benar-benar terkejut mendengar penuturan Adrian, dia kemudian menatap Rendy dengan tatapan kagum, bagaimana hal sepenting ini bisa luput dari pengawasan Roy jika bukan karena campur tangan dari Rendy.


"Pikirkan baik-baik Roy sebelum aku berubah pikiran."


"Saya akan memikirkan dulu tuan."


"Lima menit."


"Apa tuan?"


"Pikirkan dalam lima menit, atau kau keluar dengan dibantu oleh Rendy." Adrian melirik Rendy dengan sudut matanya, Roy diam dia berpikir keras tentang tawaran dari Adrian, setelah beberapa berpikir akhirnya Roy sudah berhasil mengambil keputusan.


"Baiklah, saya menerima tawaran tuan."

__ADS_1


"Hahahah." Adrian terbahak, dia kemudian berdiri menghampiri Roy "keputusan yang bagus." Adrian menepuk pundak Roy beberapa kali.


Bukan tanpa alasan Adrian memilih Roy untuk menjadi asisten Adrian, setelah putusan nanti akan banyak orang yang mengincar Andika dan Adrian terutama Mahesa group, Adrian pun sudah tahu kapasitas Roy, Roy adalah orang yang pernah bekerja bersama Rendy di perusahaan jasa keamanan, selain itu Roy juga memiliki kemampuan yang hampir sama dengan Rendy.


__ADS_2