
Kantor Andika Law Firm
Roy berdiri tegap di hadapan Andika yang tengah duduk di kursi kebesarannya, dia baru saja memberikan rekaman suara dari Presdir Wibowo.
Tidak ada perubahan ekspresi di wajah Andika, dia masih terlihat biasa saja setelah rekaman selesai di putar, Andika kemudian menatap Roy.
"Hubungi Adrian." Roy langsung membuka ponsel milik Andika, ponsel yang di gunakan khusus untuk menghubungi klien dan orang penting lainnya.
"Silahkan tuan." Roy menyodorkan ponsel itu setelah panggilan dijawab oleh Adrian.
"Ada apa?"
"Datang ke kantorku sekarang."
"Aku ada janji bertemu klien sebentar lagi."
"Batalkan, aku tunggu sekarang."
Tut...
Andika langsung mematikan ponselnya tanpa menunggu jawaban dari Adrian, dia yakin bahwa Adrian akan datang dan membatalkan pertemuannya dengan klien tersebut.
30 menit kemudian
Lisa membukakan pintu, kemudian masuklah Adrian di ikuti Rendy, Adrian melempar senyum pada Andika.
"Aku sudah membatalkan janji dengan klien, sebaiknya kamu punya informasi yang bagus." Ucap Adrian bergurau, dia sudah tahu Andika hanya akan mengajak bertemu untuk membahas hal penting saja.
"Roy."
"Baik tuan." Roy langsung memutar rekaman pembicaraan Presdir Wibowo dan Teddy, ekspresi Adrian terlihat biasa saja hampir sama dengan Andika saat mendengarkan rekan itu, berbeda halnya dengan Rendy, wajahnya terlihat sangat marah setelah rekaman selesai di putar.
Andika dan Adrian saling tatap, mereka kemudian tertawa dengan cukup keras yang membuat Rendy dan Roy menatapnya dengan tatapan bingung.
"Mereka telah menggali kuburannya sendiri Andika."
__ADS_1
"Mari kita mainkan."
Andika beranjak di ikuti oleh Adrian, Rendy dan Roy dengan cepet menyusul mereka, di jalan Rendy dan Roy saling tatap, mereka tidak bisa menebak pikiran tuannya masing-masing.
"Pakai mobilku saja." Adrian mengangguk menyetujui ucapan Andika.
"Gedung Wibowo group." perintah Adrian pada Roy yang duduk di balik kemudi.
"Baik tuan."
Roy langsung melajukan mobilnya meninggalkan kantor Andika, Roy sebenarnya ingin sekali bertanya pada Andika, tapi dia mengurungkan niatnya, dia yakin akan mendapatkan jawaban nanti ketika sampai di gedung Wibowo group.
Citttt....
Suara decitan ban mobil, mereka sudah sampai di gedung pusat Wibowo group, Adrian dan Andika langsung turun kemudian melangkah masuk ke dalam loby.
Beberapa orang yang mengenali Andika langsung menunduk saat melihat Andika berjalan di depan mereka, Andika masuk ke dalam lift diikuti Adrian dan para asisten mereka.
Ting....
"Senang melihat anda masih sehat tuan." Ucap Andika sambil tersenyum sinis.
Presdir Wibowo tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya melihat Andika dan Adrian sudah berdiri lengkap dengan asisten mereka masing-masing di depannya.
"Apa yang membuatmu kemari Andika?"
"Hahaha." Andika terbahak "Seharusnya saya yang bertanya kenapa anda mengundang saya kemari tuan." Presdir Wibowo langsung menajamkan matanya memandang Andika, dia sungguh tidak mengerti maksud ucapan Andika.
"Langsung saja jangan bertele-tele."
"Baiklah jika anda meminta saya untuk langsung berbicara." Andika melirik Adrian sejenak, Adrian menganggukkan kepalanya.
"Anda lihat dua orang di belakang saya yang mulia." Andika melirik dengan ekor matanya, terlihat Rendy dan Roy yang berdiri tegap dengan wajah yang sangat mengintimindasi.
Presdir Wibowo menelan salivanya ketika tatapan tajam Roy dan Rendy serasa mengulitinya hidup-hidup.
__ADS_1
"Mereka bisa berbuat apapun yang kami perintahkan tanpa membantah."
"Katakan saja apa mau mu." Presdir Wibowo sudah benar-benar merasa terintimidasi dengan kehadiran mereka.
"Saya sebenarnya merasa malu melawan orang lemah seperti anda tuan, maka dari itu saya memberikan satu kesempatan terakhir untuk anda." Presdir Wibowo meremas tangannya merasa direndahkan oleh ucapan Andika.
"Tinggalkan Ferry, hiduplah dengan tenang, putuskan hubungan kalian apapun itu." Kata Andika dengan mimik wajah serius.
"Atau." Presdir Wibowo memotong ucapan Andika.
"Apa kau sedang memberi pilihan padaku Andika."
"Hahahaha." Andika melirik Adrian yang juga sedang tersenyum "Ini bukan pilihan tuan, tapi perintah."
"Beraninya kau." Presdir Wibowo menunjuk Andika yang masih tertawa.
"Dengarkan dulu tuan, jangan langsung mengambil kesimpulan." Adrian yang sedari tadi diam akhirnya ikut bicara.
"Katakan!" Bentar Presdir Wibowo
"Atau besok anda dan anak manja anda akan mendekam di penjara dalam waktu yang cukup lama karena percobaan pembunuhan." Presdir Wibowo langsung terbelalak mendengar ucapan Andika, bagaimana Andika dan Adrian bisa tahu apa yang di rencanakan oleh mereka.
"Baiklah, aku akan lakukan apa mau mu." Kata Presdir Wibowo pasrah.
"Ada yang salah dengan kata-kata anda tuan." Adrian terlihat tersenyum jahil.
"Apa!"
"Aku akan lakukan apa perintah mu." Presdir Wibowo menatap Adrian dengan tatapan geram kemudian dia menatap Andika yang sedang tersenyum seakan berkata.
"Lakukan seperti yang Adrian ucapkan."
Huh...
Presdir Wibowo membuang napasnya dengan kasar
__ADS_1
"Aku akan lakukan sesuai dengan perintah mu." Andika dan Adrian tertawa bersamaan, mereka merasa sangat puas dapat mempermainkan Presdir Wibowo yang kini terlihat sangat marah tapi memaksakan bibirnya untuk tersenyum.