
Andika sampai di rumah Adrian, dia melihat penjaga bertambah di sini, dia berfikir pasti Rendy sudah mengantisipasi sebelumnya karena melihat kondisi Adrian yang belum sehat betul.
"Mana yang bertugas untuk menidurkanmu saat malam" ucap Andika saat masuk ke dalam rumah Adrian, matanya melirik beberapa orang penjaga yang berdiri di depan pintu rumah Adrian.
"Sial". balas Adrian ketus
Sebelum Andika datang, Adrian sudah lebih dulu membahas perihal Lisa dan kecurigaan mereka tehadap Tedy, tanpa di duga Rendy berfikiran sama dengan mereka sehingga Rendy berinisiatif langsung memanggil beberapa rekannya untuk menambah pengamanan di rumah Adrian.
"Baiklah kalau kau sudah paham Rendy". Andika melihat ke arah Rendy "Untuk masalah pengamanan dan yang berkaitan dengan itu kami percayakan padamu". Rendy mengangguk pertanda paham dengan ucapan Andika.
"Bagaimana denganmu?" Tanya Adrian sembari menatap Andika
"Hahaha" Andika tetawa cukup keras "Aku tidak memakai tongkat ketika berjalan jadi tidak perlu penjagaan" Adrian bersungut sungut mendengar ledekan dari Andika.
"Lalu bagaimana dengan Lisa?" Rendy terdiam sejenak ketika mendengar pertanyaan Andika
"Mereka bukan spesialis pengintai dari jarak jauh" Jawab Rendy seraya menunjuk beberapa rekannya
"Lalu" sambung Andika menanggapi jawaban Rendy
"Masih ada satu orang yang belum datang, besok baru tiba, dia yang akan saya tugaskan untuk menjaga Lisa" dua jempol dari Andika dan Adrian terangkat berbarengan memuji kesigapan dari Rendy.
"Pertemukan dengan kami terlebih dahulu sebelum dia bertugas" Rendy mengangguk menyetujui permintaan dari Andika.
Mereka kemudian duduk santai di rumah Adrian, mengobrol ringan terkait dengan pekerjaan, saat ini Andika tengah menghadapi satu kasus yang cukup rumit dia meminta pertimbangan dan masukan dari Adrian terkait kasus yang tengah dia kerjakan.
__ADS_1
"Hal mudah seperti itu membuatmu pusing" Cibir Adrian setelah dia memberikan masukan dan solusi kepada Andika
"Ini kan memang bidang mu, aku lebih fokus ke hukum bisnis" kilah Andika membela diri, tentu saja dia tidak mau di anggap remeh oleh Adrian
"Pantas kau pandai berkilah" senyum meremehkan timbul di wajah Adrian
"Ya ya ya, kau memang yang paling pandai" Ucap Andika sudah malas berdebat dengan Adrian.
"Aku pulang dulu, besok kita bertemu di kantor saja" Andika berdiri "Bawa juga orangmu" ucap Andika seraya melihat Rendy.
"Lebih baik kita bertrmu di luar saja tuan".
"Memang kenapa?"
"Terserah kau saja Rendy". Andika berjalan keluar dari rumah Adrian dengan di ikuti Rendy di belakangnya.
"Apakah tuan tidak butuh pengawalan?" Tanya Rendy ketika Andika akan melajukan mobilnya
"Tidak perlu, kau jaga Adrian saja, aku bisa menjaga diriku" Rendy mengangguk "Hati hati di jalan tuan" mobil Andika perlahan melaju meninggalkam rumah Adrian.
---------------
Restauran Diamon
Andika tengah duduk di sudut ruangan, dia sengaja memilih bertemu dengan Adrian, Rendy dan anak buahnya di restauran diamon, awalnya mereka sudah janjian bertemu di restauran gold, tapi ketika Andika sampai dia melihat Dion berada di sana hingga akhirnya dia memutuskan untuk mengganti tempat pertemuan karena merasa Dion memiliki maksud lain.
__ADS_1
"Mana orangmu?" Tanya Andika kepada Rendy ketika dia datang bersama Adrian
"Tidak sabaran sekali kau, seperti mau bertemu dengan wanita saja" Adrian terkekeh melihat ekspresi dari Andika yang seketika berubah menjadi bete.
"Dia akan segera tiba tuan" jawab Rendy sembari menarik kursi untuk Adrian duduk.
"Sir" suara yang terasa sangat familiar langsung membuyarkan obrolan mereka
"Roy". ucap Adrian dan Andika berbarengan ketika melihat sosok yang sangat mirip dengan Roy berdiri di sebelah mereka
"Kau hidup lagi Roy" Andika berdiri dan memeluknya "Apa aku mimpi" Andika berusaha menepuk pipinya beberapa kali
"Anda tidak bermimpi tuan" Andika langsung menoleh kearah Rendy yang sedang berbicara, dia tersenyum lebar "Dia hanya mirip dengan Roy" Seketika senyuman menghilang dari wajah Andika
"Jadi ini alasanmu tidak mau kita bertemu dikantor" Adrian berbicara kepada Rendy yang dibalas dengan anggukan kepala.
Laki laki bernama Kevin memang sangat mirip dengan Roy, bahkan bisa di katakan identik, itulah alasanya Rendy tidak mau bertemu di kantor, dia takut Lisa akan syok ketika dengan Kevin.
"Apa kau bisa menjamin jika dia tidak akan ketahuan oleh lisa" Andika memandang Rendy dengan sedikit keraguan di wajahnya.
"Dia yang terbaik diantara kami semua dalam hal pengintaian jarak jauh". Jawab Rendy dengan yakin sembari menatap kevin.
Rendy kemudian bercerita siapa Kevin, dari latar belakangnya hingga prestasi Kevin dulu, Andika dan Adrian sempat melongo ketika mengetahui Kevin bisa mendapatkan informasi tingkat tinggi terkait salah satu kepala Negara di luar Negeri, bahkan Adrian sempat bertepuk tangan memuji kehebatan Kevin saat Rendy memberitahu dia pernah menyelinap ke dalam salah datu markas badan keamanan terbaik di dunia.
"Selamat bekerja". Andika dan Adrian bergaantian menyalami kevin, sosok yang sangat Identik dengan salah satu orang yang mereka sayangi sebagai keluarga yang kini telah mendahului mereka.
__ADS_1