SANG PENGACARA

SANG PENGACARA
MENCARI TAHU


__ADS_3

Teddy baru saja tiba di Indonesia, dia mempercepat kunjungan kerja di luar negeri setelah mendengar kabar pembatalan perjodohan dengan Jeny, Teddy yang sudah lama menyukai Jeny tidak terima dengan pembatalan sepihak oleh Presdir Ferry.


Teddy langsung menuju kantor ayahnya untuk bertanya sebab pembatalan perjodohan


"Apa yang terjadi sebenarnya Pa?" Teddy langsung bertanya pada Presdir Wibowo tanpa berbasa-basi.


"Ferry menjodohkan Lita dengan putra dari Romy."


"Romy Presdir Aras group."


"Romy siapa lagi yang bisa merubah pendirian dari Ferry." Ekspresi geram terlihat jelas di wajah Presdir Wibowo.


Teddy terdiam mendengar penuturan Presdir Wibowo, tangannya mengepal menunjukkan emosi yang sudah meninggi.


"Berani-beraninya kalian mempermainkan ku seperti ini."


"Tenang saja sudah ada yang mengurus pembalasan untuk mereka." Presdir Wibowo seakan mengerti bahwa Teddy sangat geram dengan perbuatan Presdir Ferry.


"Maksudnya Pa?" Teddy terlihat bingung dengan ucapan ayahnya, Presdir Wibowo tersenyum sinis sebelum bercerita.

__ADS_1


Teddy mendengarkan cerita dari ayahnya, dia terlihat senang dengan rencana, penghancuran Aras group Dan Mahesa group oleh Andika dan Adrian.


"Aku akan tetap memperjuangkan Lita Pa."


"Lakukan apa saja yang bisa membuatmu bahagia nak, papa akan selalu mendukung mu." ucap Presdir Wibowo sambil menatap Teddy dengan tatapan penuh kasih sayang.


"Saat ini kita diam saja dan biarkan mereka yang bekerja nak."


Teddy tersenyum lebar mendengar dukungan dari Presdir Wibowo, dia yakin jika Mahesa group hancur pasti Presdir Ferry tidak akan menolak pinangan dari Teddy, tapi Teddy belum tahu bahwa ada batu karang yang begitu besar yang akan menghalangi langkahnya.


- - -


Jeny teringat kembali dimana pertemuan terakhir antara Aras group Dan Mahesa group yang membuat Andika begitu marah, tatapan membunuh dari Andika tidak akan pernah bisa Jeny lupakan.


"Aku harus menemui Andika."


Jeny berusaha menghubungi Andika, beberapa kali dia coba menelpon Andika tapi tidak ada jawaban, akhirnya Jeny memutuskan untuk langsung datang ke kantor Andika.


Jeny langsung melajukan mobilnya menuju kantor Andika, tanpa sadar ada yang mengikutinya, dia adalah orang yang dikirim Adrian untuk mengawasi gerak-gerik Jeny.

__ADS_1


Adrian seakan sudah tahu bahwa Jeny akan menjadi senjata mematikan bagi Andika, dia berusaha mencegah agar Jeny tidak bisa ikut campur dalam masalah ini.


- - -


Adrian baru saja keluar dari gedung Mahesa group, Adrian seakan tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya, bagaimana sebentar lagi orang yang paling dia benci akan hancur, Adrian akan melihat kehancuran dari Presdir Romy, sebenarnya bukan perkara sulit untuk membunuh Presdir Romy bagi seorang Adrian tapi dia ingin membuat Presdir Romy menderita dulu sebelum menemui ajalnya.


"Tuan orang kita baru saja mengabari nona Jeny keluar dari kantor." Rendy memberi laporan sembari melajukan mobil meninggalkan Mahesa group.


"Lalu apa masalahnya?"


"Kemungkinan nona Jeny akan menemui tuan Andika."


"Maksudnya?"


"Tuan Ferry baru saja memberi tahu nona Jeny perihal perjodohannya dengan tuan Chandra."


Adrian terdiam sejenak, dia sedang mengolah kata-kata dari Rendy, dia sedang menganalisa tindakan yang akan dilakukan oleh Jeny setelah tahu Perjodohannya dibatalkan dan Wibowo group menarik sahamnya yang menyebabkan goyahnya Mahesa group.


"Cegah dia jangan sampai bertemu dengan Andika." Perintah Adrian seakan dia sudah tahu bahwa Jeny akan menemui Andika."

__ADS_1


"Baik tuan." Rendy langsung menghubungi seseorang dan memberi perintah sesuai dengan instruksi dari Adrian.


__ADS_2