SANG PENGACARA

SANG PENGACARA
MAKAN MALAM KELABU 2


__ADS_3

Langkah Andika terhenti ketika dia sudah berada dekat dengan meja makan, dia menatap setiap orang yang sudah duduk di sana, terlihat Presdir Ferry dan Jeny yang sedang berbincang dengan Presdir Wibowo dan Teddy, sedangkan Adrian hanya diam dan mendengarkan obrolan mereka.


Melihat kedatangan Andika, Presdir Wibowo langsung berdiri kemudian berjalan mendekati Andika.


"Selamat datang Andika." Mereka kemudian berjabat tangan, keramahan terlihat jelas dari sikap Presdir Wibowo.


"Silahkan." Presdir Wibowo tersenyum sambil menarik kursi di sebelah Adrian untuk duduk Andika.


Adrian menatap tajam Andika setelah Presdir Wibowo meninggalkan Andika untuk kembali ke kursinya, Adrian seakan sedang mengirim pesan pada Andika melalui tatapan tajamnya.


"Bersiaplah untuk segala kemungkinan terburuk."


Andika mengangguk, dia mengerti dengan maksud dari tatapan tajam Adrian.


Presdir Wibowo kemudian sedikit berbasa-basi


"Karena semua sudah lengkap kita akan mulai acara makan malam kali ini."


"Sebelum itu saya akan mengumumkan perihal perjodohan Lita dan Teddy yang akan kembali dilanjutkan." Sambil tersenyum Presdir Wibowo berbicara.

__ADS_1


Andika merasa terkejut mendengar ucapan Presdir Wibowo, dia kemudian menoleh kearah Adrian sambil menatap Adrian tajam.


"Jadi ini kemungkinan terburuk yang kamu maksud."


Terdengar langkah kaki mendekat, Rendy dan Roy berjalan beriringan menuju ke meja makan, mereka kemudian berdiri tepat dibelakang tuannya masing-masing.


Melihat kedatangan Roy, Presdir Ferry langsung mengirimkan ancaman melalui tatapannya, Roy masih diam seakan tidak peduli dengan Presdir Ferry yang sedang mengintimindasi dirinya.


"Silahkan nikmati makan malam Kalian." Suasana menjadi hening hanya terdengar suara sendok dan garpu yang beradu dengan piring.


Rendy mengedarkan pandangannya, dia melihat beberapa bodyguard yang sibuk berjalan mondar-mandir, Rendy kemudian menepuk lengan Roy pelan, Rendy memberi kode dengan matanya melihat kearah senjata api yang ada di pinggangnya, Roy mengangguk, dia paham dengan kode yang diberikan oleh Rendy.


"Tutup mulutmu!" Bentak Presdir Ferry pada Adrian.


"Apa kau sekarang berteman dengan penghianat Andika." Presdir Wibowo berbicara pada Andika ambil menunjuk Adrian.


"Siapa yang pengkhianat?" Adrian menatap satu persatu orang yang ada disitu "Apakah dia baru saja menuduhku Andika?" Dengan senyum sinis Adrian berbicara, Andika hanya diam, dia masih terlalu sibuk menatap Jeny.


"Kau sudah salah memilih musuh Adrian, seperti menggali kuburan mu sendiri." Presdir Ferry berbicara dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Apa kalian berharap saya dan Andika akan terpecah karena omongan sampah dari mulut kalian."


"Beraninya kau." Presdir Wibowo menggebrak meja.


"Jaga ucapanmu."


"Andika berhati-hati dengan rubah ini, dia berkhianat pada Ferry, mungkin saja sebentar lagi dia akan mengkhianati mu." Andika hanya tersenyum mendengar ucapan Presdir Wibowo.


"Mungkin saja anda yang akan mengkhianati saya tuan." Andika berbicara sambil tersenyum tipis pada Presdir Wibowo.


Jeny dan Teddy hanya diam mendengarkan perbincangan panas antara orang tua mereka dengan Adrian dan Andika, Jeny tentu saja tidak akan berbicara apapun yang akan membuat Andika marah, sedangkan Teddy belum cukup memiliki mental untuk beradu bicara dengan Adrian dan Andika.


"Bagaimana perasaan mu melihat wanita yang kau cintai akan dinikahi orang lain?" Ucap Presdir Ferry yang membuat Andika langsung melotot.


"Adrian yang bercerita." Presdir Ferry seakan merasa diatas angin melihat ekspresi marah di wajah Andika, Adrian menggeleng ketika Andika menatapnya tajam.


Melihat jawaban Adrian dari gestur tubuhnya, Andika kembali menatap tajam Presdir Ferry.


"Bagaimana perasaan kalian ketika melihat kehancuran Romy." Andika tertawa keras.

__ADS_1


"Orang yang lebih kuat dari kalian saja dengan mudah kita hancurkan, apalagi hanya Mahesa group dan Wibowo group, malam ini pun bisa kita hancurkan dengan mudah." Ucapan Andika semakin memperkeruh suasana, Rendy dan Roy sudah siap dengan senjata mereka masing-masing yang terselip di pinggangnya ketika melihat beberapa bodyguard berjalan mendekat.


__ADS_2