SANG PENGACARA

SANG PENGACARA
RENCANA WIBOWO GROUP


__ADS_3

Gedung pusat Wibowo group


Teddy sedang duduk di depan Presdir Wibowo, mereka sedang membahas rencana untuk menghancurkan Andika.


"Andika sudah semakin berani ayah." Ucap Teddy geram.


Andika baru saja mempengaruhi seorang klien untuk membatalkan kerjasamanya dengan Wibowo group, klien itu merupakan sebuah perusahaan besar, Andika bersedia menjadi Corporate Lawyer mereka dengan syarat mereka harus membatalkan seluruh kerjasama dengan Wibowo group.


Syarat yang sangat mudah menurut perusahaan itu, tanpa berpikir panjang perusahaan itu langsung membatalkan kerjasamanya dan menarik sahamnya dari Wibowo group.


"Kita harus mencari kelemahan Andika." Presdir Wibowo mengepalkan tangannya erat.


"Apa kita meminta bantuan Presdir Ferry saja ayah." Presdir Wibowo menggeleng, dia tidak setuju dengan usulan Teddy.


"Ferry akan memanfaatkan kita, jika kita datang meminta bantuannya." Presdir Wibowo seakan sadar dengan kelicikan Presdir Ferry, menurutnya ini bukan saat yang tepat untuk meminta bantuan pada Presdir Mahesa group itu.


"Lalu apa yang harus kita lakukan." Teddy menatap ayahnya dengan tatapan putus asa, dia tidak memiliki ide apapun untuk menyerang Andika saat ini.

__ADS_1


Presdir Wibowo terdiam, dia sedang berpikir apa yang harus dia lakukan untuk menyerang Andika, dia sedang mengingat-ingat semua hal yang berkaitan dengan Andika berharap menemukan celah.


"Andika terlalu kuat saat ini, apa lagi ada Adrian yang berdiri bersamanya." Jelas Presdir Wibowo, dia seakan tidak menemukan celah apapun yang bisa dipakai untuk menyerang Andika saat ini.


"Kalau begitu kita lenyapkan saja Andika ayah." Usul Teddy, dia merasa sangat geram dengan perilaku Andika yang sudah sangat merugikan perusahaannya.


"Itu hal yang tidak mungkin Teddy." Sudah banyak musuh Andika yang berusaha membunuhnya, tapi itu semua tidak pernah berhasil, Andika seakan sudah tahu jika ada orang yang sedang mengincarnya, apalagi sekarang ada Roy yang selalu melindungi Andika.


"Apa rencana ayah untuk membuat Andika hancur kalau begitu?" Teddy menatap Presdir Wibowo dengan tatapan serius.


Presdir Wibowo mengetuk meja dengan jarinya, dia sedang berpikir keras mencari cara untuk bisa menyingkirkan dan menghancurkan Andika atau setidaknya melemahkan Andika.


"Kita harus melemahkan Andika terlebih dahulu."


"Bagaimana caranya ayah?"


"Kita serang Adrian, Andika akan sedikit lemah dengan kepergian Adrian."

__ADS_1


Presdir Wibowo kemudian menjelaskan rencananya pada Teddy, mereka merencanakan pembunuhan Adrian, pembunuhan yang akan terlihat seperti kecelakaan biasa.


"Suruh beberapa orang untuk mengawasi keseharian Adrian, jangan sampai Adrian tahu."


"Bukankah asisten Adrian itu orang yang sangat berbahaya ayah?" Teddy sudah tahu sepak terjang Rendy dari laporan yang dia dapatkan.


"Tidak masalah hal itu, kita harus cari orang yang akan melakukan pekerjaan ini, Rendy tidak akan bisa membaca pergerakan kita kali ini." Ujar Presdir Wibowo meyakinkan Teddy.


"Baiklah ayah, aku akan mencari orang yang mampu melakukan pekerjaan ini." Teddy dan Presdir Wibowo tersenyum jahat, mereka baru saja menemukan solusi yang bisa menyelamatkan mereka saat ini dari kebrutalan Andika.


- - -


Deni sedang berdiri di depan Presdir Ferry, dia sedang memberi laporan dari orang yang dia tugaskan untuk memata-matai Wibowo group.


"Tuan Wibowo berencana menyingkirkan Adrian tuan."


"Hahahaha." Presdir Ferry terbahak "Apa Wibowo sebodoh itu akan menyerang Adrian." Deni mengangkat bahunya.

__ADS_1


"Kita nikmati saja pertunjukan yang akan disajikan boleh Wibowo, aku tidak sabar melihat Adrian atau Wibowo yang akan lenyap." Suara tawa Presdir Ferry terdengar nyaring.


Deni dapat dengan cepat mendapatkan informasi mengenai Wibowo group, selain Deni berkordinasi dengan kaki tangan Mahesa group yang bertugas untuk mengawasi Wibowo group, dia juga memasang alat penyadap di ruang Presdir Wibowo group, alat penyadap yang tidak hanya di dengar oleh Mahesa group saja, tapi alat itu juga bisa di dengar oleh Roy karena ide untuk memasang alat penyadap di berikan oleh Roy yang kemudian Deni usulkan pada Presdir Ferry dan ternyata disambut dengan suka cita oleh Presdir Ferry.


__ADS_2