
Andika masih terdiam duduk diatas kursinya, matanya masih fokus menatap layar hp yang berisi percakapan dirinya dengan Adrian, tidak ada balasan lagi dari Adrian, rasa cemas langsung menghampiri Andika.
"Rendy pantau semua gerak gerik Adrian jangan ada yang kau lewatkan", firasat Andika mengatakan akan ada hal buruk yang terjadi pada Adrian.
"Baik tuan" jawab Rendy tegas.
Andika memperhatikan dengan lekat ekspresi wajah Rendy, tidak seperti biasanya ada gurat kecemasan yang Andika lihat pada wajah Rendy.
"Ada apa Rendy?" tanya Andika dengan tatapan mata menyelidik.
"Tidak ada tuan" hembusan nafas berat terdengar dengan jelas di telinga Andika.
"Katakan saja aku tahu ada sesuatu yang berbeda dari dirimu" desak Andika.
Merasa dia tidak mungkin akan bisa lolos dari tatapan tajam Andika, akhirnya dengan berat hati Rendy berbicara tentang hal yang tengah dia rasakan.
"Saya mau minta izin pada tuan" Andika mengangkat kedua alisnya menunggu Rendy yang diam sejenak "Saya harus pergi sementara, ada janji yang harus di bayar di tempat lain tuan"
"Perjelas saja jangan bertele tele" sergah Andika.
Rendy kemudian menceritakan bahwa dulu sebelum dia bekerja pada Adrian saat masih berada di perusahaan keamanan dia mengabdi pada seorang client, saat itu Rendy memberikan sebuah janji apabila client tersebut membutuhkan bantuaannya dia akan datang untuk membantunya, dan kini client tersebut tengah menagih janji dari Andika.
__ADS_1
"Pergilah selayaknya pria sejati" ucap Andika, walaupun dia merasa berat untuk melepas Rendy di saat seperti ini.
"Tuan tenang saja, beberapa rekan saya akan tetap menjalankan tugas seperti biasanya" Rendy berusaha menenangkan Andika yang terlihat kuatir karena dirinya akan pergi sementara waktu.
Setelah berpamitan Rendy kemudian berjalan meninggalkan ruang kerja Andika, dia menolrh sejenak melihat Andika yang tengah duduk dengan ekspresi wajah terlihat muram.
"Maafkan saya tuan, saya tidak bermaksud berbohong pada anda, semua demi kebaikan Anda" ucap Rendy dalam hati, kemudian dia melangkahkan kakinya keluar ruangan.
Sebenarnya Rendy pergi karena mandapatkan informasi terkait Jeny, dia harus memastikan sendiri informasi yang dia dapat, karena tidak mungkin dia mengatakan kepada Andika yang sebenarnya, selain itu informasi yang dia terima juga belum tentu akan kebenarannya.
Di sisi lain Lisa terlihat sedih saat mendengar jika Rendy akan pergi untuk waktu yang dia belum tahu, Rendy berpamitan dengan Lisa sebelum meninggalkan kantor tersebut.
"Jaga dirimu baik baik, kamu juga perhatikan tuan Andika karena saat ini sedang banyak masalah yang trngah dia hadapi", pesan Rendy pada Lisa.
"Nanti akan ku ceritakan saat aku kembali" ucap Rendy sembari menepuk lembut bahu Lisa.
Tanpa di sangka Lisa langsung menghambur dan memeluk Rendy, seakan dia juga tidak rela melepas kepergian Rendy yang tidak jelas maksud dan tujuannya.
"Pulanglah dengan selamat, aku menunggumu di sini" Lisa terdiam sesaat "Jangan khawatir tentang tuan Andika, fokus saja pada apa yang akan kamu lakukan".
Setelah Lisa terlihat tenang, Rendy pun pamit kemudian pergi meninggalkan kantor itu untuk melakukan sesuatu yang sama pentingnya dengan dia menjaga Andika dan Adrian.
__ADS_1
Rumah Adrian
Dion tengah duduk di ruang tamu rumah Adrian sembari menyesap secangkir kopi, dia datang berniat untuk berkonsultasi kepada Adrian terkait permasalahannya.
"Aku membutuhkan dokumen untuk lebih memperjelas langkah yang harus kita ambik ke depannya" ucap Adrian setelah mendengar masalah Dion.
"Baiklah apa saja yang kau butuhkan" Adrian kemudian merincikan dokumen yang harus di siapkan oleh Dion.
"Mungkin besok baru bisa siap" jawab Dion atas permintaan Adrian.
"Tak masalah hubungi saja besok".
"Tapi aku tak bisa mengantarnya" ucap Dion.
"Aku yang akan mengambilnya, kirimkan saja alamatnya"
Setelah semuanya dirasa cukup Dion pun pamit, sebelum pergi dia nampak menyerahkan sesuatu kepada Adrian.
"Simpan ini, jangan kau buka sampai semua dokumen lengkap" Dion memberika sebuah kotak kayu kepada Adrian, tanpa menaruh curiga Adrian langsung menerimanya.
__ADS_1
** Jangan lupa mampir ke novel terbaru Author ya AKU BUKAN PILIHAN