
Adrian menatap tajam Jeny dengan tatapan membunuh, dia kemudian beralih menatap Andika dengan tatapan tidak percaya, dia tidak melihat Andika di sosok yang duduk di depannya, Andika yang biasanya terlihat angkuh, bagaimana bisa hari ini terlihat sangat masih di depan Adrian.
"Apa kamu yang merencanakan ini semua?" Andika menatap tajam Adrian.
"Katakan Adrian!" Andika merasa geram karena Adrian hanya diam saja.
"Kamu tahu siapa dia?" Tunjuk Adrian pada Jeny.
"Apa kamu lupa siapa dia Andika!" Ucap Adrian dengan suara tinggi.
"Dia Jeny ku." Andika menatap Jeny dengan tatapan penuh kasih sayang.
"Ck ck ck." Adrian berdecak "Bodoh." Hardik Adrian "Dia adalah penghianat, sadarlah Andika." Mendengar ucapan Adrian membuat Andika kembali menatap Jeny, kali ini tatapan Andika berubah dari tatapan penuh kasih sayang menjadi tatapan penuh rasa curiga, Jeny yang menyadari tatapan Andika langsung tersenyum dan menggelengkan kepalanya seolah berkata.
__ADS_1
"Aku Jeny mu Andika."
"Dia Jeny ku Adrian."
"Hahahaha." Adrian tertawa sangat keras "Ya ya ya dia memang Jeny mu Andika."
"Tapi jangan lupa dia juga Jeny dari Ferry Mahesa." Adrian memang bisa melihat tatapan cinta ketika Jeny melihat Andika, tapi Adrian tidak yakin Jeny akan memilih Andika jika dia sudah mengetahui semuanya.
"Dia akan tetap menjadi Jeny ku apapun yang terjadi." Andika berbicara pada Adrian kemudian menatap serius Jeny "Bukan begitu?" Jeny langsung mengangguk dan tersenyum lebar.
"Baiklah, dengarkan aku bicara nona Jeny, dan aku berharap kamu tetap akan menjadi Jeny yang bagaimana Andika banggakan."
Adrian mulai bercerita dari awal rencana mereka, tidak ada ekspresi yang diperlihatkan oleh Jeny ketika Adrian bercerita tentang rencana mereka untuk menghancurkan Aras group, Jeny sedikit menatap kesal Adrian setelah mendengar bahwa perjodohannya dengan Chandra semua adalah ide dari Adrian, Andika yang sudah tahu semua ini tidak fokus pada cerita Adrian, Andika lebih fokus memperhatikan perubahan ekspresi Jeny.
__ADS_1
Ketika cerita Adrian sampai pada rencana penghancuran Mahesa group, wajah Jeny langsung berubah pias, dia langsung menatap Adrian penuh dengan kebencian, bagaimana bisa orang yang selama ini berdiri di sebelah Mahesa group bekerjasama dengan Andika untuk menghancurkan ayahnya, Jeny memang sudah tahu Andika menaruh dendam pada ayahnya tapi ketika Andika berujar memilih Jeny dan akan melupakan dendam itu membuat Jeny menerima perasaan Andika saat itu.
"Apakah dia masih Jeny mu Andika?" Terlihat senyum mengejek di wajah Adrian setelah dia sudah selesai bercerita pada Jeny, Andika yang sedari tadi menatap Jeny seakan menyadari saat ini Jeny sedang menatap Andika dan Adrian dengan penuh rasa kebencian.
"Bukankah kamu sudah berjanji untuk melupakan dendam itu Andika." Adrian langsung melotot mendengar ucapan Jeny.
"Apa kamu lupa ingin datang menjemput ku Andika." Jeny mulai menitihkan air mata.
"Aku sangat membencimu ketika tahu kamu adalah putri dari Ferry Mahesa." Andika menatap nanar Jeny.
"Tapi aku tidak bisa melupakan mu sebagai Jeny yang selalu menemaniku."
Kenangan kebersamaan Andika dan Jeny langsung terlintas di ingatannya.
__ADS_1
"Kamu tahu seberapa besar usahaku selama ini hanya untuk membalas dendam pada ayahmu Jeny?"
"Kenapa harus Ferry Mahesa yang menjadi ayahmu Jeny." Andika tidak bisa menyembunyikan kesedihannya, dia sedang meratapi nasibnya, dimana pilihan yang sulit harus dia ambil saat ini, dia harus memilih kehilangan cinta atau melupakan dendam masa lalunya.