
Andika baru saja sampai dirumahnya, dia turun seorang diri dari mobil, Andika menyuruh Roy untuk mengantar Lisa kekantor kemudian Roy kembali kerumah Andika untuk mengantarnya ke acara makan malam bersama Presdir Wibowo.
Andika sengaja melakukan hal itu agar Roy lebih dekat dengan Lisa, Andika dapat melihat dari mata Roy ketika sedang membicarakan tentang Lisa, Roy seakan mendapatkan semangat baru ketika membicarakan Lisa dengan Andika.
Di dalam mobil hanya ada kebisuan, hanya terdengar suara nafas Roy dan Lisa yang saling bersahutan, Roy terlihat gelisah dengan keadaan canggung antara mereka berdua, Roy meremas stir mobil beberapa kali untuk menghilangkan rasa gelisah itu.
"Nona ingin saya antar kekantor atau kerumah nona." Roy memulai membuka pembicaraan pada Lisa, berharap suasana sedikit mencair
"Kantor." Dengan singkat Lisa menjawab bahkan tanpa melihat kearah Roy yang membuat Roy mendengus kesal.
Tring.....
Ponsel Roy berbunyi, terlihat ada satu pesan disana, Roy kemudian membuka pesan yang ternyata dari Andika.
"Nikmati waktu kebersamaan kalian, anggap saja sebagai bonus kerja kerasmu."
Roy terlihat mengulum senyum setelah membaca pesan Andika, dia sedikit merasa malu Andika mengetahui bahwa dirinya memiliki rasa pada Lisa.
"Apa nona sudah makan?" Lisa hanya melirik Roy dengan ujung matanya
"Baiklah jangan salahkan saya jika nona jatuh cinta."
Roy langsung menepikan mobilnya di restauran cepat saji, dia langsung turun dari mobil tanpa berbicara apapun dengan Lisa.
Lisa masih diam dalam mobil, dia melihat Roy yang berjalan memasuki gerai restauran cepat saji itu, melihat hal itu Lisa sedikit merasa kesal.
__ADS_1
"Dasar laki-laki, kenapa kalian tidak bisa mengerti." Gerutu Lisa kesal.
Lisa sudah bersumpah akan mengutuki Roy apabila dia hanya membeli makanan untuk dirinya sendiri, Lisa yang belum makan siang karena jadwal persidangan tentu saja sudah sangat lapar, tapi dia enggan menanggapi basa-basi Roy.
Roy kembali berjalan dengan membawa dua kantong yang berisi makanan, melihat hal itu tanpa sadar Lisa tersenyum.
"Nona." Lisa terkejut melihat Roy sudah duduk di belakang kemudi, dengan pandangan bingung Lisa kemudian menatap Roy dan melemparkan pandangan kearah pintu masuk restauran cepat saji.
"Bagaimana dia bisa berjalan secepat itu."
"Saya berjalan normal nona, hanya saja nona sedang melamun." Roy tersenyum tipis melihat ekspresi wajah Lisa yang semakin terlihat bingung, seakan sedang berpikir
"Apa anda seperti tuan Andika yang bisa membaca pikiran orang lain."
"Makanlah nona, saya yakin nona pasti lapar." Roy menyerahkan satu kantong makanan yang berisi cheese burger dan soft drink.
"You are welcome nona." Roy tersenyum penuh kemenangan melihat Lisa perlahan sudah menyadari kehadiran dirinya.
"Apa anda tidak makan?" Roy menggeleng.
"Bukannya anda tadi membawa dua kantong?" ucap Lisa sambil mengingat-ingat
"Sepertinya nona melamun terlalu dalam." Lisa langsung menyebikan bibirnya mendengar jawab Roy.
"Nikmati saja makanan nona." Ucap Roy mengusir rasa malu Lisa.
__ADS_1
"Apa anda mau?" Lisa menyodorkan sekotak kentang goreng pada Roy.
"Untuk nona saja."
"Aaa baiklah." Tanpa sadar Lisa berteriak senang yang langsung membuat Roy tertawa.
"Bodoh, kenapa aku bisa sesenang ini." Lisa mengutuki dirinya sendiri.
"Hallo." Roy baru saja mengangkat panggilan dari Rendy.
"Ini Adrian."
"Iya tuan."
"Apa kau sudah mengatur semuanya."
"Semua sudah beres tuan, dia sudah saya sekap di suatu tempat, nanti akan ada orang saya yang membawanya ke rumah tuan Wibowo." Jelas Roy.
"Baiklah, lanjutkan tugasmu dengan baik."
"Tentu tuan."
Lisa yang berada di sebelah Roy menatapnya dengan tatapan menyelidik, dia mendengar percakapan Roy dengan Adrian.
"Bukankah nona sudah tahu ucapan dari tuan Andika untuk tidak mencampuri urusan orang lain." Ucap Roy yang melihat tatapan penuh selidik dari Lisa.
__ADS_1
"Jangan bertanya sesuatu di luar batas mu, itu hanya akan menyulitkan mu." Seketika suara Andika menggema di telinga Lisa setelah Roy mengatakan tentang Andika, tubuh Lisa langsung bergidik yang membuat Roy tertawa terbahak-bahak.