SANG PENGACARA

SANG PENGACARA
AKU SAHABATMU


__ADS_3

Andika memasuki kantornya dengan wajah tanpa ekspresi, beberapa staf langsung menunduk hormat tak terkecuali Deni, Deni orang yang akhir-akhir ini dekat dengan Andika merasa bingung melihat bos nya, ingin sekali dia bertanya ada apa dengan Andika, tapi tentu saja Deni tidak memiliki keberanian.


Andika membanting pintu dengan cukup keras, dia langsung merebahkan dirinya di sofa, perasaannya sedang sangat kacau hari ini, setelah beberapa waktu tidak bertemu Jeny, membuat Andika sangat merindukannya, tapi dia harus bertemu Jeny yang terlihat asing dimatanya, hal yang membuat Andika semakin hancur mood nya hari ini.


"Permisi tuan." Lisa masuk setelah mengetuk pintu.


"Ada apa?" Andika tetap rebahan dan menutup matanya.


"Ada tuan Adrian di depan." Hening, Lisa masih berdiri dia memainkan jarinya sambil menunggu jawaban Andika.


Andika tidak menjawab ucapan Lisa, dia masih sibuk dengan pikirannya sendiri, Andika seperti sudah tahu bahwa kedatangan Adrian untuk membahas perihal Presdir Romy.


"Bawa dia masuk" Lisa mengangguk kemudian berjalan keluar ruangan Andika.

__ADS_1


"Silahkan tuan." Lisa membukakan pintu untuk Adrian, dia kemudian menutup pintu dan pergi kembali ke ruangannya setelah Adrian masuk.


Adrian melihat Andika sedang terlentang diatas sofa, senyum timbul di wajah Adrian, dia kembali teringat masa lalu saat Adrian hancur setelah mengetahui bahwa kekasihnya adalah pacar Adrian yang diminta hanya untuk menghibur Andika di saat sendiri.


"Apa kamu benar-benar patah hati." Suara tawa Adrian terdengar setelah mengatakan itu, Adrian langsung duduk di sofa depan Andika, Rendy tetap setia berdiri di belakang Adrian.


"Rupanya kamu lebih memilih cintamu." Adrian berdecak "Aku senang dengan keputusan mu."


"Tidak usah sok akrab begitu." Andika bangkit kemudian duduk menghadap Adrian.


"Gunakan ini untuk menghancurkan Aras group." Andika melirik tumpukan berkas di depannya.


"Bacalah." Andika masih diam, dia kini menatap orang yang barusan bicara, Adrian menatap Andika dengan mata yang terlihat berkaca-kaca.

__ADS_1


"Kau tahu bagaimana Tyas pergi?" Andika langsung menatap nanar Adrian yang terlihat sedang menghapus air matanya.


Kejadian beberapa tahun lalu tidak akan pernah bisa di lupakan oleh Andika dan Adrian, mereka harus melihat tubuh wanita yang sangat mereka cintai harus terbujur kaku karena bunuh diri, tidak ada yang tahu penyebab bunuh diri Tyas, karena Tyas tidak meninggalkan pesan apapun, hasil otopsi menyimpulkan bahwa korban murni bunuh diri karena di duga depresi, Adrian langsung mengerahkan beberapa orang untuk menyelidiki, dia mendapatkan informasi bahwa Tyas yang saat itu bekerja di Aras group menjadi korban pelecehan, beberapa kali Tyas di lecehkan oleh Presdir Aras group yaitu Romy Gunawan.


Andika menatap nanar Adrian yang masih menitihkan air mata, Andika ikut merasakan kehancuran atas kepergian Tyas, saat itu Andika berjiwa besar, dia menghibur Adrian dan menyingkirkan ego nya sesaat.


"Orang yang dulu menghancurkan hidupku, hari ini telah menghancurkan dirimu." Adrian bersuara parau.


"Apa yang harus kita lakukan pada Romy?" Andika menatap Adrian dengan tatapan tajam dan penuh dendam yang membuat Adrian sedikit tersenyum.


"Pelajari ini." Menunjuk tumpukan berkas "kita hancurkan kehidupan Romy." Seringai timbul di wajah Adrian, Andika mengangguk, dia sudah bisa memahami maksud dari Adrian.


"Aku tidak akan membiarkan siapa pun mengganggu hidupmu selama aku masih hidup, aku sahabatmu Andika." Adrian kemudian pergi dari ruangan Andika tanpa berpamitan pada Andika, Andika menatap punggung Adrian yang sedang berjalan keluar.

__ADS_1


"Aku akan menghancurkan semua orang yang membuat air mata keluar dari matamu." Gumam Andika setelah Adrian benar-benar hilang dari pandangannya.


__ADS_2