SANG PENGACARA

SANG PENGACARA
TERNYATA


__ADS_3

"Temui aku dikantor." Isi pesan dari Andika yang baru saja Adrian baca, Adrian langsung berpikir untuk mengira-ngira maksud dari Andika mengajaknya bertemu.


"Apa yang ingin dia bicarakan."


Andika sudah meninggal pengadilan setelah persidangan selesai sedangkan Adrian masih berbincang dengan Presdir Romy.


"Saya harus pergi tuan."


"Baiklah, hati-hati dijalan." Adrian hanya tersenyum membalas ucapan dari Presdir Romy.


Adrian kemudian keluar dari ruang persidangan, dia akan langsung menuju kantor Andika, Andika hanya akan mengajak bertemu jika ada hal penting yang ingin dia bahas, maka dari itu Adrian aka segera menemui Andika jika ada ajakan bertemu.


- - -


Di kantor Andika


Andrian terkejut melihat orang yang duduk di sofa ruangan Andika, Adrian menatap Andika dengan tatapan penuh tanya

__ADS_1


"Kenapa dia ada disini?"


"Duduklah." Andika mempersilahkan Adrian duduk, dia seakan tahu Adrian sedang bertanya-tanya perihal Chandra yang ada di ruangan Andika.


Setelah Adrian duduk, Andika kemudian memberikan laptop yang sudah terpasang flashdisk kepada Adrian


"Baca." Adrian kemudian menggeser laptop agar berada tepat di hadapannya, dia kemudian membaca file yang sudah terbuka, Adrian membaca dengan serius.


"Ada apa sebenarnya?" Tanya Adrian setelah selesai membaca.


"Itu adalah bukti yang akan menguatkan tuntutan kita terhadap Aras group." Mendengar jawaban Andika, Adrian langsung menatap Chandra kemudian dia balik menatap Adrian seakan bertanya.


"Ini semua diberikan oleh Chandra." Andika seakan mengerti arti dari tatapan Adrian, Adrian semakin terkejut, dia tidak habis pikir bagaimana bisa Chandra memberikan bukti yang jelas-jelas akan menghancurkan perusahaan ayahnya.


Andika tersenyum melihat wajah Adrian yang terlihat sangat kebingungan, tentu saja Adrian tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya setelah tahu siapa yang memberikan bukti tersebut.


"Hahaha." Andika terbahak "Apa yang membuat mu terkejut?"

__ADS_1


"Apa aku harus menjawab pertanyaan mu Andika."


"Aku kasihan melihat wajahmu yang kebingungan, dengarkan baik-baik aku akan jelaskan semuanya."


Andika kemudian bercerita mulai dari pertemuan dirinya dengan Chandra, kemudian Chandra memberikan flashdisk yang berisi bukti-bukti kecurangan Aras group, Adrian sangat terkejut ketika mendengar penuturan Andika bahwa Chandra mendukung mereka untuk menghancurkan Aras group apalagi alasan Chandra yang ingin bersatu dengan Amanda.


"Ck ck ck." Adrian berdecak "Cinta memang dapat membuat seorang laki-laki melakukan hal gila." Ucap Adrian sembari tersenyum mengejek kepada Chandra dan Andika.


"Singkirkan senyum itu dari wajahmu Adrian." Andika kesal karena Adrian terus tersenyum mengejek.


"Hahaha, apa kamu menjadikan Chandra teman senasib Andika." Kelakar Adrian yang membuat Andika menatapnya tajam.


Di sisi lain Chandra hanya diam sambil melihat perbincangan dua pengacara hebat itu, Chandra tidak bisa percaya apa yang dia lihat, bagaimana dua orang yang selama ini terlihat sebagai musuh abadi bisa seakrab itu ketika mereka sedang bersama.


"Ternyata kalian seakrab ini ketika sedang bersama." Chandra akhirnya membuka suara, dia tidak tahan untuk berkomentar melihat pertengkaran Andika dan Adrian yang seperti anak kecil.


"Diam!" Ucap Adrian dan Andika secara bersamaan.

__ADS_1


"Hahaha." Chandra terbahak "Kalian ternya selain begitu akrab juga sangat kompak." Ejek Chandra yang membuat Adrian dan Andika menatapnya tajam.


"Baiklah, silahkan lanjutkan pertengkaran kalian, aku pergi dulu." Chandra langsung pergi meninggalkan Adrian dan Andika yang ternyata kembali melanjutkan pertengkaran mereka.


__ADS_2