SANG PENGACARA

SANG PENGACARA
SELAMAT JALAN KAWAN


__ADS_3

Rendy berjalan di depan Andika dan Adrian, dia meminta mereka untuk menunggu sebentar di depan pintu masuk, Rendy kemudian mengambil mobil dan melaju menjauhi rumah sakit.


"Kenapa kita pergi Rendy?" Tanya Andika dengan nada suara tinggi.


Rendy hanya melirik dari spion tengah, dia kemudian memberi kode lewat tatapan kepada Adrian.


"Tenanglah, ikuti saja Rendy." Adrian yang memahami kode Rendy kemudian menenangkan Andika.


Mobil menepi di jalan yang cukup sepi, Rendy sengaja menjauh dari rumah sakit karena tidak ingin menarik perhatian orang, dia yakin Andika akan berteriak marah ketika tahu semuanya.


"Silahkan tuan lihat." Rendy menyerahkan iPad kepada Andika dan Adrian.


"Brengsek." Maki Adrian ketika melihat rekaman CCTV yang memperlihatkan kejadian ketika mobil yang dikemudikan oleh Roy ditabrak truk.


Rendy hanya diam tidak memberi reaksi apapun, dugaannya benar bahwa Andika akan berteriak lantang.


"Ini bukan suatu kebetulan." Ucap Adrian setelah menelaah video itu.


"Benar tuan." Rendy menoleh kebelakang, dia dapat melihat dengan jelas wajah Andika yang sangat emosi.


"Jelaskan jangan bertele-tele." Andika sudah tidak dapat menahan dirinya lagi.


"Semua sudah di rekayasa tuan." Jelas Adrian.

__ADS_1


"Jika ini kerjaan Mahesa group aku tidak akan mengampuni mereka." Ucap Andika penuh emosi.


"Bukan tuan." Andika dan Adrian langsung menatap tajam Rendy.


"Katakan Rendy." Kali ini Adrian yang sudah terlihat memerah wajahnya menandakan emosinya sudah menguasai dirinya.


Rendy kemudian menceritakan semua informasi yang baru saja dia dapatkan, Adrian dan Andika sama-sama mengepalkan tangannya dengan erat.


"Brengsek."


"Shit."


Adrian dan Andika sama-sama mengumpat setelah Rendy selesai bercerita.


"Aku punya rencana yang lebih bagus." Ucap Adrian.


Adrian kemudian menjelaskan rencananya, dia menyuruh Rendy untuk menculik Teddy dan Wibowo, Adrian bahkan menginginkan kematian Wibowo bersama dengan putranya.


Tidak akan ada yang bisa mencegah mereka, saat ini Wibowo dan Teddy benar-benar akan mati ditangan Adrian dan Andika.


"Lakukan malam ini juga Rendy." Perintah Adrian yang dibalas anggukan kepala Rendy.


"Baik tuan." Tanpa adanya perintah Adrian pun Rendy akan melakukan hal yang sama kepada orang yang telah mencelakakan Roy.

__ADS_1


"Antar kami kerumah sakit, kerjakan tugasmu setelah itu jemput kami." Adrian memberi instruksi pada Rendy apa saja yang harus dia lakukan.


Rendy langsung menghubungi semua rekannya dan anak buahnya, dia menjelaskan tugas yang harus mereka lakukan.


Rendy kembali melajukan mobilnya perlahan, tidak ada obrolan sepanjang jalan, mereka hanya diam tenggelam dalam pikiran masing-masing.


Andika adalah orang yang paling merasa bersalah dalam hal ini, seharusnya dia yang saat ini terbaring di rumah sakit, pikirannya sangat kacau apalagi ketika Andika mengingat Lisa, bagaimana wanita itu uang selam ini terlihat dingin tanpa perasaan hari ini di depan mata Andika dia terlihat sangat rapuh.


Andika dan Adrian berjalan memasuki rumah sakit, sedangkan Rendy kembali melajukan mobilnya, dia akan mengawasi secara langsung rencana penculikan Teddy dan Wibowo.


Langkah kaki Andika terhenti saat dia sudah berada di dekat rumah sakit, pemandangan yang sangat memilukan dia lihat dari kejauhan dimana Lisa sedang duduk bersimpuh dilantai, di sebelahnya ada beberapa perawat yang terlihat sedang menenangkan dirinya.


Andika langsung berlari dengan di susul Adrian, dia seakan sudah tahu apa yang terjadi disana.


"Lisa." Mendengar suara Andika Lisa langsung bangkit, dia kemudian menghambur dan jatuh dalam pelukan Andika.


"Ada apa?" Lisa hanya diam tidak menjawab pertanyaan Andika, melihat hal itu Adrian berinisiatif menghampiri perawat yang tadi terlihat menenangkan Lisa.


"Pasien atas nama Roy baru saja berpulang, dokter menjelaskan kondisi pasien terlalu parah sehingga nyawanya tidak dapat ditolong."


Andika yang mendengar hal itu langsung diam mematung berbeda dengan Adrian yang berteriak lantang memaki dengan segala kata kasar yang entah dia tunjukkan untuk siapa.


Perawat wanita langsung ketakutan melihat Adrian mengamuk, mereka langsung menyingkir kemudian berjalan menjauhi Adrian yang terlihat seperti orang kesurupan.

__ADS_1


"Datang kerumah sakit sekarang." Adrian langsung mematikan ponselnya setelah Rendy mengangkat panggilan itu.


__ADS_2