SANG PENGACARA

SANG PENGACARA
CERITA PRESDIR ROMY


__ADS_3

"Hahahaha." ucapan Andika di sambut gelak tawa oleh Presdir Romy.


"Apa maksudmu Andika?"


"Apa anda masih akan tertawa setelah saya buka semuanya di hadapan anda yang mulia."


"Katakan saja apa yang kau tahu, apa kau masih selicik dan secerdik dulu Andika."


"Tentu anda sudah tahu jawaban dari pertanyaan anda yang mulia."


"Lantas?"


Andika mulai bercerita semua hal mulai dari awal rencana Mahesa group, perubahan sikap Chandra hingga akhirnya Chandra terjebak dalam jebakan Mahesa group.


"Dia anak ku satu satunya." ucap Presdir Romy dengan nada sendu setelah mendengar semua cerita Andika.


Senyum mulai menghilang dari wajah Andika kini dia menatap Presdir Romy dengan tatapan nanar, Jeny hendak berdiri tapi tangannya ditarik Andika untuk duduk kembali.


Sejak kecil Chandra hanya hidup dengan ayahnya karena dia tidak tahu siapa dan di mana ibunya, Chandra hidup dengan tingkat kedisiplinan yang tinggi, dia di didik untuk menjadi seorang pewaris tahta kebesaran Aras group, didikan dari ayahnya membuat nya menjadi pribadi yang dingin angkuh dan semaunya sendiri, Presdir Romy mendidik Chandra tidak dengan tangannya langsung melainkan melalui tangan asisten dan orang orang kepercayaan nya, Presdir Romy seakan tak punya waktu dengan Chandra, dia hanya mengurusi perusahaan nya, hingga Chandra tumbuh dewasa dia seakan tak mengenal dunia luar dia hidup dengan caranya sendiri, aturan hidupnya adalah dirinya sendiri, hingga akhirnya kedatangan Amanda merubah segalanya.


"Kau tahu Andika kesalahan terbesar ku pada Chandra." ucap Presdir Romy yang dibalas dengan anggukan kepala oleh Andika.


"Aku tak pernah punya waktu dan melihat nya bahagia."

__ADS_1


Tak sadar Jeny menitihkan air mata dan menggenggam tangan Andika karena mendengar cerita Presdir Romy. Jeny melepaskan tangannya dengan cepat setelah Andika menatapnya tajam.


"Saya rasa anda bisa menyelesaikan masalah anda sendiri yang mulia." ucap Andika.


"Tidak Andika, aku yang membiarkan masalah ini terjadi tapi aku tak bisa menyelesaikan nya."


Presdir Romy sudah tahu semua rencana dari Mahesa group, tapi dia tak kuasa untuk menghentikan nya karena kebahagiaan anaknya, Presdir Romy hanya memberikan peringatan keras dan ancaman dengan maksud memberi tahu Chandra, tapi Chandra tidak paham dengan maksud sesungguhnya dari Presdir, Chandra beranggapan bahwa Presdir Romy tidak menyukai hubungannya dengan Amanda sehingga Chandra hanya menjauhi Amanda.


"Kau yang dapat membantuku Andika." ucap Presdir Romy dengan nada suara memohon.


"Apa anda sedang memohon lagi kepada saya yang mulia?"


"Anggap saja begitu."


"Apa yang kau minta bukan kah kita sudah sepakat?"


"Hahahahaha." Andika tertawa keras


"Apa anda sudah lupa saya tidak pernah mengatakan apa apa yang mulia, andalah yang menawarkan imbalannya."


"Kau memang licik Andika, tidak salah aku meminta tolong padamu karena aku yakin kau pasti mampu."


"Jangan memuji dulu yang mulia."

__ADS_1


"Baiklah katakan apa mau mu."


"Dua imbalan lagi jika yang mulia mau melihat kebebasan putra mahkota."


"Katakan saja."


"Yang pertama Jeny."


Jeny langsung melotot mendengar Andika meminta dirinya sebagai salah satu imbalannya.


Apa apaan dia. Ucap Jeny dalam hati.


"Apa maks..." belum selesai bicara Presdir Romy membentak Jeny.


"Tutup mulutmu, tak ada yang menyuruhmu bicara." Jeny langsung terdiam dan menundukkan pandangannya.


"Apa lagi?" tanya Presdir Romy.


"Simpan satu imbalan lagi ketika Mahesa group sudah hancur."


Presdir Romy berfikir mendengar jawaban Andika, dia sudah tahu orang macam apa Andika, bahkan dirinya kalah licik dengan Andika.


"Baiklah." jawab Presdir Romy tidak punya pilihan lain selain menyetujui permintaan Andika.

__ADS_1


Di sisi lain Jeny hanya diam menundukan kepala memikirkan apa yang akan terjadi padanya, dia tak memiliki keberanian untuk berbicara apa lagi membantah Presdir Romy.


__ADS_2