SANG PENGACARA

SANG PENGACARA
PENCULIKAN


__ADS_3

Kantor hukum Adrian dan rekan


Pagi hari dikantor Adrian terlihat pemandangan yang berbeda, tepatnya di ruangan Adrian, ruangan yang biasanya sangat jarang orang masuki kecuali Rendy dan Adrian sendiri.


Adrian sedang duduk diatas kursi kebesarannya, di depannya terdapat beberapa orang yang berbaris rapi dengan badan tegap dibalut jas hitam yang melekat di tubuh mereka.


Rendy dengan setia berdiri di belakang Adrian, pandangannya tidak lepas dari orang yang berbaris di depannya.


"Perkenalkan mereka." Perintah Adrian.


"Baik tuan." Rendy kemudian berjalan kearah beberapa orang yang berdiri.


Rendy kemudian memperkenalkan mereka satu persatu, mulai dari hacker yang biasa Rendy andalkan untuk mencari informasi dan membobol sistem, selain itu ada juga rekan Rendy dahulu yang memang sudah terlatih untuk melakukan penyusupan dan penculikan.


"Jelaskan rencana mu Rendy?"


"Pertama kita akan memancing target untuk keluar dari rumah."


"Caranya?" Tanya Adrian.


Rendy kemudian menoleh kearah hacker, dia memberi kode lewat matanya meminta hacker untuk menjelaskan.


"Saya akan menjelaskan tuan." Ucap hacker.


Adrian mengangguk.


"Saya akan meretas ponsel milik target, sebelumnya saya sudah memiliki data lengkap dari target." Hacker maju dan menyodorkan beberapa lembar kertas.


"Silahkan tuan baca dulu." Adrian langsung membaca lembaran kertas dihadapan nya, di dalam kertas-kertas itu ternyata berisi dokumen pribadi dari Bu Lilis lengkap dengan seluruh riwayat keluarganya.


"Jelaskan." Perintah Adrian setelah selesai membaca.


"Saya akan mengirimkan pesan pada ponsel target, pesan itu seolah-olah dari keluarga target dikampung mengabarkan suatu hal yang meminta target untuk pulang."


"Lalu?"

__ADS_1


"Jika target pulang sesuai dengan kebiasaan dia akan menggunakan kereta api."


"Setelah itu kami yang akan mengurusnya tuan." Rendy berbicara sambil menatap rekan-rekannya yang terlihat mengangguk.


"Plan B?" Tanya Adrian pada Rendy.


Rendy kemudian menjelaskan dengan rinci, bahkan tidak hanya plan B saja Rendy bahkan sudah menyiapkan empat rencana cadangan.


"Hahahaha." Adrian terbahak setelah Rendy selesai menjelaskan "Luar biasa." Adrian bertepuk tangan.


"Lakukan pekerjaan dengan rapi, laksanakan secepatnya."


"Baik tuan." Jawab mereka serempak.


Dengan kode dari tangan Rendy mereka langsung bergerak serempak, ada yang langsung pergi meninggalkan ruangan Adrian ada juga yang sibuk mengutak-atik laptopnya.


- - -


Rumah Ferry Mahesa


"Ada apa Bu?" Tanya Jeny ketika melihat Bu Lilis dengan ekspresi wajah panik, Jeny bermaksud untuk berpamitan ingin berangkat ke kantor.


"Ini non." ucapan Bu Lilis tertahan, Jeny mendekati Bu Lilis dan menggenggam tangannya.


"Ibu tenang dulu, ceritakan pelan-pelan." Ucap Jeny lembut.


"Saudara bibi ada yang sakit di kampung, bibi ingin pulang untuk melihat kondisinya."


"Yasudah Lita antar ya Bu."


"Aduh jangan non, bibi cuma minta izin buat pulang kampung." Jawab Bu Lilis.


"Yasudah kalau begitu Lita antar ke stasiun ya Bu." Bu Lilis terdiam.


"Ayo Lita bantu siap-siap." Jeny menarik tangan Bu Lilis menuju kamarnya.

__ADS_1


- - -


"Target sedang menuju stasiun tuan." Ucap hacker.


"Bagus." Jawab Adrian "Rendy kordinasikan dengan yang lain." Perintah Adrian.


"Mereka sudah siap di lokasi tuan." Adrian mengangguk mendengar jawaban Rendy.


Satu jam berlalu, Adrian nampak gelisah menunggu kabar dari rekan Rendy yang berada di stasiun.


"Rendy apa sudah ada kabar?" Tanya Adrian dengan rasa gelisah.


"Tenang tuan, mereka akan langsung mengabarkan jika target sudah bersama mereka." Rendy berusaha menenangkan Adrian.


Tring....


Ponsel Rendy berbunyi, terdapat pesan masuk dari rekannya.


"Target terus bersama dengan seorang wanita, sepertinya dia menunggu target hingga kereta jalan."


Rendy langsung membisikkan sesuatu pada hacker, hacker mengangguk tanda mengerti atas perintah Rendy.


"Ada apa Rendy?" Tanya Adrian penasaran.


"Plan B tuan." Jawab Rendy singkat.


Beberapa menit kemudian kembali ada pesan masuk di ponsel Rendy, setelah di buka berisi pesan dari rekannya yang mengatakan target sudah bersama mereka.


"Target sudah masuk perangkap tuan."


"Bawa dia kerumah."


"Baik tuan."


Rendy langsung bergegas mengikuti Adrian yang keluar dari ruangan, Adrian akan langsung menyambut kedatangan Bu Lilis di rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2