SANG PENGACARA

SANG PENGACARA
SP3


__ADS_3

Andika tengah duduk termenung di dalam ruangannya, pikirannya benar-benar kalut saat ini, masih terbayang di benaknya pertemuan terakhirnya dengan Jeny.


Flashback on


Andika menatap Jeny dengan tatapan bahagia walaupun dia yakin ada sesuatu yang berbeda dengan Jeny.


"Apa kabar Andika?" Tanya Jeny setelah dia duduk di depan Andika.


"Kamu kemana Jeny, aku hampir gila mengetahui kamu keluar rumah sakit tanpa memberitahu ku." Ucap Andika tanpa memperdulikan pertanyaan Jeny sebelumnya.


Jeny tersenyum sinis.


"Oh ya?"


"Apa kau sekarang senang melihat ku?" Andika mengerutkan dahinya, nada bicara Jeny sangat berbeda dengan Jeny yang Andika kenal.


"Tentu saja aku sangat bahagia Jeny." Ucap Andika dengan tulus, dia menampik perasaannya yang mengatakan bahwa Jeny berbeda.


"Hahaha." Jeny terbahak "Tentu saja kau sangat bahagia setelah musuh besar mu telah mati." Ucap Jeny sinis.


"Maafkan aku Jeny telah membuatmu menangis." Dengan raut wajah penuh penyesalan Andika berbicara.


"Hanya itu?" Andika mengerutkan keningnya mendengar ucapan Jeny.


"Baiklah, nikmati hari-hari bahagia mu Andika." Jeny berdiri dari duduknya, Andika masih terdiam mencerna maksud dari Jeny.


"Aku turut berduka dengan kepergian ayahmu." Langkah Jeny terhenti mendengar ucapan Andika.


"Tapi aku melihat suka cita dari wajahmu Andika." Jeny berlalu meninggalkan Andika, Andika yang menyadari situasi tidak berusaha menahan kepergian Jeny.


Flashback off.

__ADS_1


Tok... Tok.. Tok..


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Andika.


"Masuk." Sahut Andika.


"Permisi tuan."


"Ada apa Lisa?" Lisa kemudian memberikan berkas laporan mengenai perkembangan kasus Rendy.


Senyum mengembang di wajah Andika setelah selesai membaca laporan yang di berikan oleh Lisa.


"Kerja bagus Lisa." Ucap Andika dengan senyum di wajahnya.


Lisa baru saja memberi berkas penyidikan kasus Rendy kepada Andika, setelah membaca berkas itu Andika yakin sebentar lagi polisi akan mengeluarkan SP3 terhadap kasus Rendy, yang berarti Rendy akan bebas sebentar lagi.


*SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan).


"Apa yang ingin kamu tanyakan Lisa?" Ucap Andika melihat Lisa masih berdiri di depannya.


"Huh." Andika membuang napas dengan kasar mendengar pertanyaan Lisa.


"Bukankah Deni sudah menceritakan semuanya padamu?" Lisa mengangguk.


"Baiklah aku akan kembali menceritakan kondisi saat itu, mungkin ada yang terlewat dari cerita Deni sehingga kamu merasa Rendy seperti orang jahat di matamu." Andika seakan mengerti prasangka Lisa pada Rendy dari tatapan mata Lisa.


Lisa mendengarkan cerita Andika dengan seksama, Andika menceritakan semua hal yang terjadi pada hari itu tanpa mengurangi suatu apapun.


"Apa Presdir Ferry yang jahat tuan?" Tanya Lisa setelah Andika selesai bercerita.


"Tidak Lisa." Ucap Andika sambil menggelengkan kepalanya "Tidak ada orang yang terlahir jahat, hanya keadaan yang membuat dia menjadi jahat."

__ADS_1


"Terimakasih tuan atas penjelasannya." Andika mengangguk.


"Aku akan meminta maaf pada Rendy karena telah berprasangka buruk padanya." Ucap Lisa dalam hati.


"Tidak usah kamu meminta maaf pada Rendy Lisa." Lisa terkejut mendengar ucapan Andika, bagaimana Andika bisa tahu apa yang sedang Lisa pikirkan.


"Aku yakin dia sudah memaafkan mu sekarang."


"Ma.. maksud tuan?"


"Hahaha." Andika terbahak "Apa kamu pikir Rendy tidak tahu tentang pikiran buruk mu padanya."


"Saya sungguh tidak mengerti tuan." Kata Lisa dengan kebingungan dalam dirinya.


"Kamu selalu mendampingi Rendy dalam proses penyidikan, aku yakin kamu selalu menunjukan ekspresi wajah seperti itu saat bersama Rendy." Lisa menatap Andika seakan meminta penjelasan lebih lanjut.


"Huh, kenapa kamu sekarang bodoh Lisa." Lisa langsung menyebikan bibirnya.


"Hahaha dengarkan Lisa tidak usah merajuk seperti itu, dengan ekspresi wajahmu sudah menggambarkan semuanya, aku yakin Rendy sudah memahami dari ekspresi wajah yang kamu tunjukkan bahwa kamu berprasangka buruk padanya." Lisa hanya diam, dia membenarkan semua yang Andika ucapkan.


"Sudah lupakan saja, jangan berpikir macam-macam pada Rendy aku yakin dia paham dengan kondisimu saat itu."


"Iya tuan." Ada perasaan lega dari Lisa mendengar penuturan Andika.


"Siapkan mobil Lisa, kita jemput Rendy hari ini."


"Apa Rendy akan bebas hari ini tuan?"


"Ah kamu kenapa jadi bodoh karena Rendy." Andika menggoda Lisa yang membuat Lisa kembali menyebikan bibirnya.


"Sudah siapkan saja mobil, kamu juga harus ikut menjemput Rendy, setidaknya sebagai permintaan maaf mu."

__ADS_1


"Saya permisi tuan." Lisa langsung keluar dari ruangan Andika, dia tidak mau Andika melihat wajahnya memerah karena berhasil Andika goda.


"Semoga kamu bisa bahagia dengan Rendy Lisa." Gumam Andika sambil menatap punggung Lisa yang sedang berjalan keluar dari ruangannya.


__ADS_2