
Andika masih duduk di sofa, dia sedang menopang dagunya, Andika berusaha untuk menata hatinya, pilihan berat baru saja Andika ambil, dan tidak akan pernah bisa dia sesali.
Adrian, Rendy dan Lisa sedang menatap Andika dengan tatapan prihatin, mereka seakan bisa merasakan apa yang Andika rasakan saat ini setelah kepergian Jeny.
"Tuan." Lisa berbicara lirih berusaha untuk mengajak bicara Andika.
Andika menoleh, dia memberikan senyuman hangat kepada Lisa, Andika sedang menunjukkan dirinya baik-baik saja melalui senyuman.
Adrian langsung memberikan kode pada Rendy untuk mengajak Lisa keluar ketika Andika berjalan menghampirinya.
"Lisa, bisa temani aku sebentar, ada sesuatu yang harus ku beli untuk tuan Adrian." Lisa sebenarnya sungkan untuk meninggalkan Andika tapi karena dia melihat tatapan memohon dari Rendy akhirnya Lisa mengiyakan ajakan Rendy.
"Tuan Andika, saya dan Lisa permisi dulu ada sesuatu yang harus saya beli untuk tuan Adrian."
"Pergilah, hati-hati di jalan."
Andika sebenarnya sudah mengetahui maksud dari kepergian Rendy, karena dia melihat saat Adrian memberi Rendy kode, tapi dia pura-pura tidak tahu di depan Lisa, dia memang membutuhkan waktu untuk bicara berdua dengan Adrian.
"Andika." Panggil Adrian, Andika menoleh
"Duduklah di sini." Adrian menunjuk kursi yang terdapat di sebelah ranjang pasien.
Adrian menatap Andika yang sudah duduk di sebelahnya, dia tersenyum bangga pada Andika, Adrian sudah sangat mengenal sifat Andika maka dari itu dia tidak terkejut dengan pilihan Andika yang lebih memilih kehilangan Jeny.
__ADS_1
"Kejarlah Jeny mu Andika, seiring waktu aku yakin dia akan kembali menjadi Jeny yang kamu cintai." Ucap Adrian berusaha menghibur dan memberi semangat pada Andika.
"Lupakan hal itu, yang terpenting sekarang adalah kesembuhan mu." Balas Andika dengan mimik wajah serius.
"Ck..ck..ck." Adrian berdecak "Apa kamu begitu mengkhawatirkan ku?" Ucapnya sambil tersenyum mengejek.
"Beberapa waktu lalu aku sangat sedih melihat dirimu terbaring lemah Adrian." Kata Andika dengan sorot mata tajam "Tapi aku sekarang menyesal telah bersedih." Lanjutnya yang disambut gelak tawa oleh Adrian.
Mereka kemudian berbincang banyak hal, sesekali di iringi dengan gelak tawa dari Adrian ketika dia berhasil mengejek Andika, begitu pula sebaliknya.
Ada satu hal yang di sadari oleh Adrian, walaupun terlihat tawa bahagia dari bibir Andika tetapi Andika tidak bisa menyembunyikan kesedihan di matanya pada Adrian.
"Jangan terus bersembunyi di balik senyum mu Andika."
"Aku tidak yakin."
"Apa yang membuatmu tidak yakin?"
"Kamu akan melupakan Jeny." Wajah Andika terlihat kesal melihat senyum mengejek di bibir Adrian.
Bukan tanpa alsan Adrian berkata demikian, karena Adrian adalah orang pertama yang melihat keterpurukan Andika ketika di tinggalkan oleh kekasihnya dulu yang sempat membuat hubungan Andika dan Adrian merenggang.
"Aku tidak ingin memikirkan hal itu sekarang."
__ADS_1
"Tentu saja kamu tidak ingin memikirkannya sekarang." Adrian menatap sinis Andika "Karena kamu akan memikirkannya di rumah agar aku tak melihat mu menangis bukan." Adrian tertawa keras.
Andika hanya diam tidak menanggapi ucapan Adrian, disaat kondisi biasa saja Adrian selalu punya seribu cara untuk mengejeknya apalagi saat kondisi seperti ini.
"Ingat satu hal Andika, lebih baik kamu kalah dalam pertarungan dari pada harus kalah karena tidak melakukan apapun." Adrian berbicara dengan nada suara berat dan tatapan serius.
"Cinta tak harus memiliki Adrian." Kata Andika sembari membalas tatapan Adrian.
"Tapi cinta tau kemana dia harus pulang."
"Lalu?"
"Jemput cintamu, jangan hanya menunggu jika kamu ingin bahagia."
Andika terdiam sesaat setelah mendengarkan ucapan Adrian, semua yang dikatakan oleh Adrian tidak ada yang salah.
"Aku sudah bahagia memiliki keluarga seperti kalian (Adrian, Rendy dan Lisa) tak perlu aku mencari kebahagiaan bersama Jeny." Andika menarik napas dalam "Aku tak akan pernah berusaha untuk mendapatkan Jeny kembali."
"Apa kamu yakin?" Tanya Adrian yang dibalas anggukan kecil oleh Andika.
"Setelah kematian Ferry dan semua yang terjadi hari ini, aku sudah menghancurkan cintaku bersama musuh abadiku."
END
__ADS_1