
Adrian merasa lega setelah Andika mau menerima Roy sebagai asistennya, sekarang Adrian tidak lagi menghawatirkan keselamatan Andika karena ada Roy yang akan selalu menjaganya.
"Aku pergi dulu." Setelah cukup lama Adrian berada dikantor Andika dia harus pergi karena ada beberapa urusan lagi, Adrian bersalaman dengan Andika kemudian dia mendekati Roy yang berdiri di belakang Andika.
"Jaga dia seperti sumpah mu." Roy mengangguk.
"Tentu tuan." Jawab Roy sambil menunduk.
Adrian kemudian keluar dari ruangan Andika, dia berjalan dengan diikuti Rendy serta Andika dan Roy di belakangnya, Adrian sempat melirik Andika yang ikut berjalan di belakangnya, dia hanya tersenyum tipis.
"Apa ini caramu berterima kasih." Ucap Adrian karena Andika mengantarkannya sampai ke loby.
"Pergilah." Andika mendorong tubuh Adrian agar segera masuk ke dalam mobil, setelah mobil melaju meninggalkan kantornya Andika kemudian langsung masuk kembali kedalam.
- - -
Di dalam ruangan Andika sudah ada Lisa, Deni dan beberapa staf Andika yang lain.
"Perkenalkan dirimu." Andika melirik ke arah Roy.
"Saya Roy asisten tuan Andika, semoga kita dapat berkerjasama dengan baik kedepannya." Semua orang yang ada disitu langsung menyalami Roy sambil tersenyum hangat kecuali satu orang yang selalu memasang ekspresi wajah dingin seperti Andika, orang itu adalah Lisa.
"Lisa." Roy menerima jabat tangan dari Lisa, dia tersenyum melihat Lisa yang terlihat dingin saat memperkenalkan dirinya.
"Senang berkenalan dengan nona." Lisa hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Roy.
__ADS_1
"Kembali bekerja." Perintah Andika yang dibalas anggukan oleh seluruh stafnya.
Setelah semua staf Andika keluar kini hanya tinggal Andika dan Roy yang berada didalam ruangan itu.
"Roy." Roy yang sedang menatap punggung Lisa yang berjalan keluar pun terkejut dengan panggilan dari Andika.
"Iya tuan." Jawab Roy dengan suara tergagap.
"Duduk." Andika menunjuk sofa yang kosong di depannya, Roy kemudian duduk tegap sambil menatap Andika.
"Kenapa kau mau menjadi asistenku Roy." Tanya Andika menyelidik.
"Tuan Adrian yang memintanya." Andika mengusap wajahnya.
"Kami selalu bersumpah untuk setia sampai tuan kami yang melepaskan sumpah kami." Roy menjawab dengan tegas, dia sudah terlatih untuk tidak mudah terintimidasi.
"Kami?" Andika mengangkat alisnya meminta penjelasan Roy.
"Seperti Rendy dan orang yang pernah bekerja di jasa keamanan X tuan." Andika merasa bingung dengan penjelasan Roy.
"Ceritakan dan jelaskan semuanya." Roy mengangguk dia kemudian menjelaskan latar belakangnya sebelum bekerja pada Presdir Ferry, Roy juga menceritakan masa lalunya dengan Rendy yang merupakan rekan kerjanya dulu.
"Jadi kau juga bersumpah pada Ferry?" Roy menggeleng.
"Saya tidak bersumpah saat bekerja pada tuan Ferry." Andika terkejut "Kenapa?" Tanya Andika sambil menatap tajam Roy.
__ADS_1
"Tuan Ferry tidak meminta saya untuk bersumpah tuan." Andika kemudian mengangguk, dia sudah paham bagaimana cara "mereka" bekerja.
"Apakah Ferry tahu kau sudah tidak bekerja padanya."
"Tuan Ferry akan tahu dengan sendirinya."
"Apa kau tidak takut Ferry akan marah padamu?" Roy mengangguk cepat.
"Kau takut?" Andika tersenyum sinis.
"Saya hanya takut akan menyakiti tuan Ferry."
"Maksudnya?"
"Tuan Ferry akan lebih marah pada anda tuan, dan itu membuat saya tidak akan menahan diri, sama seperti Rendy saat tuan Adrian berada di posisi sulit." Andika menyunggingkan senyum mendengar jawaban Roy, dia seakan bisa membaca ekspresi wajah Roy yang menampakkan kejujuran.
"Apakah kau akan menuruti semua perintah ku?"
"Tentu saja tuan."
"Apa kau akan menjawab semua pertanyaan ku?"
"Iya tuan."
Adika terbahak yang membuat Roy menatapnya aneh, selama ini Roy tahu bahwa Andika adalah orang yang dingin dan sangat susah tersenyum, tapi setelah Roy bertemu dengan Andika semua persepsi Roy langsung berubah, apalagi ketika dia melihat Andika dan Adrian berdebat, sungguh pemandangan aneh menurut Roy.
__ADS_1