
Rendy menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah yang terlihat cukup bagus dari pada rumah lainnya di lingkungan itu, lingkungan yang terlihat cukup kumuh mungkin akan membuat seorang Rendy merasa tidak nyaman berada disitu lama kelamaan.
Tok... Tok... Tok....
Suara ketukan pintu terdengar seperti sebuah kode, tanpa menunggu lama pintu terbuka, Rendy melangkah masuk ke dalam rumah itu.
Rendy berjalan mengikuti seseorang yang tadi membukakan pintu untuknya, dia kemudian memasuki sebuah ruangan yang didalamnya ada satu orang sedang duduk menghadap beberapa komputer yang sedang menyala.
Orang itu adalah hacker yang bekerja sebagai pencari informasi dengan cara meretas alat elektronik seseorang, dia mendapat pekerjaan dari Rendy untuk mencari info tentang Jeny, hacker itu meretas ponsel milik Jeny dan beberapa orang yang berhubungan langsung dengannya untuk mendapatkan informasi.
"Bagaimana pekerjaan mu?" Rendy berdiri tegap di depan orang itu.
"Seperti biasa bos." Jawabnya sambil memberikan sebuah memory kecil kepada Rendy.
Rendy menerima memory itu, dia langsung memasukkan memory pada iPad, ada sebuah file yang berisi laporan di sertai beberapa foto, foto seorang gadis yang terlihat mirip dengan Jeny sedang bermain dengan seorang wanita yang berpenampilan seperti pelayanan.
Rendy membaca dengan teliti setiap informasi yang ada dalam file itu, sesekali dia berdecak dan terlihat terkejut mengetahui laporan tentang masa lalu Jeny.
"Kerja bagus." Rendy melempar sebuah amplop coklat kehadapan orang itu.
__ADS_1
"Hahaha." Orang itu tertawa sambil membuka amplop "Senang melayani mu bos."
Rendy bergegas melangkah keluar dari rumah itu, di dalam mobil Rendy membuka ponselnya, dia kemudian mencari sebuah nama di dalam daftar kontak.
"Bagaimana pekerjaan mu?" Tanya Rendy ketika panggilannya terhubung.
"Saya sedang mengawasi dia Rendy."
"Baiklah, aku sudah mendapatkan beberapa informasi tentang masa lalu nona Jeny."
"Aku harus segera pergi, nona Jeny baru saja keluar dari gedung Mahesa group."
Klik, panggilan berakhir, Roy langsung melajukan mobilnya dengan perlahan meninggalkan rumah itu.
- - -
Roy sedang mengemudikan mobil dengan fokus, matanya tidak lepas dari sebuah mobil yang berjarak beberapa meter di depannya.
Mobil yang sudah beberapa hari ini dia ikuti untuk mengetahui lebih detail kegiatannya, dia tentu saja sudah sangat paham dengan kegiatan Jeny, karena Roy adalah orang yang pernah mengatur segala keperluan Jeny dulu, tapi Roy tidak pernah tahu kehidupan pribadi Jeny karena dia tidak pernah mendapat perintah dari Presdir Ferry untuk menyelidiki kegiatan Jeny di luar kepentingan perusahaan Presdir Ferry.
__ADS_1
Mobil Jeny memasuki rumah mewah Presdir Ferry, Roy langsung menepikan mobilnya, dia kemudian keluar dan bersembunyi untuk melihat dengan detail kegiatan Jeny.
Roy masih berdiri memantau rumah mewah itu dari jauh, tatapan matanya tak pernah lepas dari rumah itu, beberapa saat kemudian terlihat Jeny keluar rumah bersama seorang wanita paruh baya.
"Bu Lilis." Gumam Roy.
Jeny dan Bi Lilis langsung memasuki mobil, Jeny kemudian melajukan mobilnya keluar dari rumah Presdir Ferry, Roy bergegas mengikuti mobil itu dari jarak yang cukup aman.
Setelah cukup lama berkendara Roy menghentikan mobilnya di halaman parkir sebuah mal, langkah kakinya mengikuti kemana Jeny pergi bersama Bi Lilis.
Roy langsung mengabadikan momen kebersamaan Jeny bersama Bi Lilis, setelah merasa cukup Roy pun pergi meninggalkan mereka.
Di dalam mobil Roy sedang melihat hasil foto yang dia ambil, terlihat senyum bahagia di wajah Jeny dan Bi Lilis yang membuat Roy mengerutkan dahinya.
"Kenapa nona bisa terlihat begitu bahagia bersama Bu Lilis." Gumam Roy.
Pikirannya pun langsung menerka-nerka, Roy sedang mengingat beberapa kejadian yang pernah dia lihat antara Jeny dan Bi Lilis.
"Non Jeny sejak kecil saya yang ngasuh den." Ucapan Bi Lilis seketika terlintas dalam pikiran Roy.
__ADS_1
"Hmm jadi seperti itu." Roy tersenyum, dia baru saja menemukan sebuah jalan keluar yang bisa menghentikan Presdir Ferry untuk tidak lagi menggunakan Jeny sebagai alat untuk memanfaatkan Andika.