
Andika sedang menyelesaikan pekerjaan, dia melakukannya dengan sedikit terburu-buru, waktu sudah menunjukkan pukul 6 petang, Andika tidak mau jika harus terlambat datang di acara makan malam, Andika adalah orang yang sangat disiplin masalah waktu.
"Roy."
"Iya tuan." Roy berdiri dan berjalan menghampiri meja Andika.
"Siapkan mobil, aku sebentar lagi akan turun."
"Baik tuan."
Roy bergegas untuk keluar dari ruangan Andika, saat sampai di loby Roy melihat Lisa yang sedang berdiri tepat di depan pintu loby.
"Maaf nona, anda menggangu jalan saya." Roy berdiri tepat di belakang Lisa.
"Sepertinya anda yang tidak bisa melihat jalan asisten Roy." Lisa menatap sini Roy yang terlihat sedang mengulum senyumnya.
"Oh ya, saya rasa anda yang berdiri bukan pada tempatnya." Roy menunjuk sudut loby yang terdapat kursi untuk menunggu, Lisa terlihat geram kepada Roy yang selalu mencari gara-gara padanya.
"Huh." Lisa mendengus kesal kemudian berjalan menuju arah yang di tunjuk oleh Roy, Roy berjalan menuju parkiran sembari menatap Lisa yang terlihat kesal.
"Kenapa belum pulang?" Tanya Andika melihat Lisa duduk di depan loby.
__ADS_1
"Mobil saya masih di bengkel tuan, saya sedang menunggu adik saya untuk menjemput saya."
"Apa kamu sudah menghubunginya?" Lisa menggeleng.
"Dia tidak bisa dihubungi."
"Ikut saja sekalian aku antar pulang."
"Terimakasih tuan, saya menunggu adik saya saja." Ucap Lisa sambil melihat kearah Roy yang sedang berdiri di sebelah mobil.
"Hahaha." Andika terbahak menyadari orang yang sedang di tatap Lisa "Aku rasa kalian cocok." Lisa langsung menatap tajam Andika.
"Jatuh cinta itu indah Lisa." Andika semakin tertawa melihat wajah kesal Lisa "Minta driver untuk mengantar mu jika adikmu tidak bisa datang."
- - -
Andika berjalan memasuki restauran dengan di ikuti Roy di belakangnya, dari sudut restauran yang sudah di pesan oleh Chandra, Andika melihat Adrian sudah duduk disana, mereka sedang tertawa yang Andika yakin karena ulah Adrian yang konyol.
"Tamu spesial kita sudah datang." Chandra dan Amanda serempak menoleh mendengar ucapan Adrian, tawa seketika hilang di wajah Amanda setelah melihat keberadaan Roy.
"Apa dia menggoda wanita mu?" Andika berbicara pada Chandra sambil menunjuk Adrian yang sedang tertawa.
__ADS_1
"Hahaha." Chandra tertawa "Adrian sedang mencoba menyadarkan Amanda." Mereka kemudian kembali tertawa, kecuali Rendy dan Roy yang terlihat diam dengan wajah dingin dan Amanda yang mencoba memaksa tertawa.
"Apa Roy membuatmu takut nona?" Adrian tersenyum kearah Amanda, Chandra mengangkat alisnya kemudian menatap Adrian dan Andika bergantian seakan menanyakan keberadaan Roy di tempat itu, Amanda hanya menunduk mendengar pertanyaan Adrian.
"Hahaha, kalian sangat lucu." Adrian tertawa "Chandra yang terlihat bingung dan Amanda terlihat ketakutan." Andika hanya menggelengkan kepalanya melihat Adrian yang malah tertawa di depan wajah pucat Amanda.
"Adrian." Andika menegur Adrian agar memahami situasi.
"Baiklah baiklah, aku akan menjelaskan." Adrian kemudian menceritakan tentang Roy yang kini menjadi asisten Andika, Amanda sudah bisa tersenyum setelah mendengar cerita Adrian, sedangkan Chandra mengumpat pada Adrian karena melihat kelicikan Adrian.
Setelah puas bersenda gurau mereka kemudian menikmati hidangan yang sudah tersaji di hadapan mereka. Setelah selesai menyantap makanan, Chandra membuka pembicaraan.
"Terimakasih atas kehadiran kalian." Chandra menatap Andika dan Adrian bergantian.
"Aku mengundang kalian untuk mengucapkan terimakasih sekaligus berpamitan." Andika dan Adrian saling menatap mendengar ucapan Chandra.
"Terimakasih karena kalian mau bekerja sama sehingga aku bisa bersatu dengan Amanda." Chandra menjeda ucapannya dia mencium punggung tangan Amanda "Aku akan pindah keluar negeri besok dan akan menikah disana dengan Amanda." Amanda terlihat menitihkan air matanya, dia teringat dengan semua pengorbanan Chandra.
"Datanglah ketika kamu membutuhkan bantuan kita, pintu rumah dan kantor kita selalu terbuka untukmu." Adrian dan Andika langsung menyalami sembari mengucapkan selamat pada Amanda dan Chandra secara bergantian.
"Bagaimana dengan ayahmu?" Tanya Andika yang membuat Adrian menatapnya sinis.
__ADS_1
"Dia sudah terbiasa hidup sendiri, sisa aset perusahaan bisa dia gunakan untuk berfoya-foya sampai dia bosan." Ucap Chandra kesal karena ingat dengan sikap Presdir Romy.