SANG PENGACARA

SANG PENGACARA
UNDANGAN MAKAN MALAM


__ADS_3

Gedung Mahesa group


Presdir Ferry sedang duduk dengan gusar diatas kursi kebesarannya, sudah beberapa hari Roy menghilang dan tidak bisa dihubungi, dia sudah memerintahkan bawahannya untuk mencari keberadaan Roy, Presdir Ferry merasa khawatir apabila Roy gagal melaksanakan tugasnya untuk menyeret Adrian, karena jika Roy gagal berarti Presdir Ferry yang akan diserang balik oleh Adrian.


"Masuk." Ucap Presdir Ferry setelah mendengar suara ketukan.


Dua orang sudah berdiri dengan wajah pucat tertunduk di depan Presdir Ferry, mereka merasa takut untuk memberikan informasi terkait keberadaan Roy.


"Bagaimana dengan pekerjaan kalian?" Suara Presdir Ferry yang dingin semakin membuat dua orang yang berdiri di depannya merasa takut


"Katakan!" Gelegar suara Presdir Ferry karena melihat lawan bicaranya hanya diam sambil menunduk.


"Roy sekarang menjadi asisten dari Andika tuan." Presdir Ferry langsung meremas tangannya, dia kemudian berdiri menghampiri dua orang yang masih berdiri di sana


Bukk


Suara pukulan Presdir Ferry kepada orang yang baru saja bicara, dia langsung jatuh tersungkur menerima pukulan Presdir Ferry tepat di ulu hatinya.


"Katakan!" Presdir Ferry berbicara dengan keras kepada orang lain yang masih berdiri, orang itu melirik kearah temannya yang sedang merintih kesakitan, dia kemudian menelan salivanya dan melihat kearah Presdir Ferry.


"R.. Roy Sekarang." Presdir langsung memukul orang itu tanpa menunggunya selesai bicara.


Sembari meremas kedua tangannya Presdir Ferry menatap tajam dua orang yang sedang tersungkur di depannya.


"Kau akan mati ditangan ku Roy." Ucap Presdir dengan suara gemetar karena menahan amarahnya.


- - -

__ADS_1


Kantor Andika Law Firm


Andika sedang duduk sambil memeriksa beberapa berkas yang baru saja diberikan oleh Lisa, Roy sedang duduk di sofa sambil memandang Lisa yang sedang berdiri di depan Andika.


Lisa menoleh kearah Roy yang langsung membuat Roy membuang muka untuk menghindari tatapan tajam dari Lisa.


"Betulkan semua yang sudah aku tandai Lisa."


"Baik tuan." Lisa mengambil berkas yang diletakkan oleh Andika diatas mejanya, dia kemudian berjalan menuju pintu untuk ke luar dari ruangan Andika, Roy bergegas bangkit dari duduknya melihat Lisa yang akan ke luar.


"Silahkan nona." Roy menarik pintu, Lisa hanya menatap tajam Roy yang sedang berdiri tegap, tatapan Lisa seakan mengirim pesan ancaman kepada Roy.


"Jangan pernah memandang saya seperti itu asisten Roy."


Roy hanya tersenyum melihat Lisa yang menatapnya tajam


"Saya tidak takut dengan ancaman mu nona."


"Baik, akan saya sampaikan pada tuan Andika." Ucap Roy seraya mematikan panggilan itu.


"Tuan."


"Ada apa?"


"Tuan Chandra mengundang anda untuk makan malam."


"Kapan?"

__ADS_1


"Besok malam jam 7 di restauran diamond."


"Hubungi Adrian." Roy langsung membuka ponsel Andika, dia kemudian mencari kontak Adrian.


"Silahkan tuan." Roy menyerahkan ponsel pada Andika setelah panggilannya dijawab oleh Adrian.


"Ada apa menghubungiku."


"Apa kamu diundang makan malam oleh Chandra?"


"Hahaha." Terdengar suara tawa Adrian


"Sejak kapan kamu menelpon untuk menanyakan hal tidak penting."


"Jawab saja jangan bertele-tele." Andika terlihat kesal.


"Iya, bagaimana puas dengan jawabanku?"


Tut


Andika langsung mematikan panggilan itu, Andika dan Adrian terlihat selalu bertengkar walaupun untuk hal-hal kecil, Andika orang yang tidak suka berbasa-basi sedangkan Adrian selalu bercanda yang membuat Andika kesal.


"Roy."


"Iya tuan."


"Siapkan semuanya besok."

__ADS_1


"Baik tuan."


Andika memberi perintah yang artinya Roy harus mengosongkan jadwal Andika besok malam, Roy sudah paham dengan perintah Andika walaupun dia hanya mengatakan secara singkat, Roy merasa sangat cocok dengan Andika.


__ADS_2