
Ballroom salah satu hotel paling mewah di kota itu terlihat sangat ramai hari ini, ruangan sudah dihias sedemikian rupa hingga tampak sangat indah, senyum bahagia terlihat di wajah para tamu yang sudah memenuhi tempat pesta pernikahan itu.
Di sisi lain seorang laki-laki yang terlihat sangat tampan dengan stelan jas mewah sedang gelisah duduk diatas kursi rodanya, dia adalah Adrian, pengantin pria yang akan melangkah ke pelaminan dan membuka lembar baru dalam kehidupannya.
Dari jauh terlihat seorang laki-laki melangkah mendekati Adrian, laki-laki yang sudah sangat Adrian kenal sedang berjalan mendekatinya dengan senyum mengejek yang terlihat di wajahnya.
"Apa aku perlu menggantikan mu Adrian?" Andika berbicara dengan nada mengejek melihat raut wajah gelisah Adrian.
"Diam lah Andika." menatap sinis "Kamu hanya membuatku semakin gelisah."
"Hahahaha." Andika tertawa melihat wajah Adrian yang berkeringat karena sangat gelisah "Nikmati saja hari bahagia mu Adrian, sejak kapan kamu tidak bisa mengendalikan dirimu."
"Kamu tidak merasakannya karena kamu belum pernah menikah."
"Ckckck." Andika berdecak "Aku tidak akan seperti mu jika aku menikah nanti."
Adrian tersenyum lebar, dia baru saja menemukan cara untuk menghilangkan rasa gelisah nya.
"Ya ya ya, kamu tidak akan merasakannya Andika, karena Jeny mu tidak akan kembali." Andika langsung menekuk wajahnya sedangkan Adrian tertawa puas.
Gelak tawa Adrian terdengar keras memenuhi ruang tunggu yang di sediakan untuk pengantin pria, rasa gelisah yang dia rasakan sedikit hilang setelah mengejek Andika.
__ADS_1
"Sudahlah Andika, mau sampai kamu seperti ini, sudah satu tahun lebih kamu menunggu seseorang yang tidak pasti akan kembali padamu." Adrian berbicara sambil menatap serius Andika.
"Pikirkan saja cara agar kamu cepat memberi ponakan untukku, kamu harus sembuh setelah ini."
"Kamu yang harus memikirkan dirimu Andika, setelah ini tak usah lagi memikirkan ku, aku sudah memiliki tempat bersandar dan seorang yang akan selalu memperhatikan ku."
"Sebentar lagi acara akan dimulai, pengantin pria silahkan memasuki ruang pesta." Kata seorang panitia kepada Adrian.
"Sebentar lagi aku keluar, tunggu saja di depan." jawab Adrian.
"Andika." Adrian merentangkan tangannya.
Andika membungkukkan badannya di depan Adrian.
"Aku sangat bahagia melihat dirimu bahagia Adrian." Andika membalas pelukan Adrian.
Dua sahabat yang sedari kecil sudah bersama, dua orang yang setiap harinya terlihat sangat berwibawa, sangat dihormati oleh rekannya dan di segani oleh lawannya hari ini wajahnya terlihat sendu di suasana yang sangat haru.
Andika keluar dengan mendorong kursi roda Adrian, Andika tersenyum ketika memasuki ruangan tempat acara resepsi akan di gelar, sedangkan Adrian kembali terlihat gelisah.
Dari ujung ruangan yang lain terlihat pengantin wanita dengan baju pengantin yang semakin memperlihatkan kecantikan nya, dokter Rani berjalan dengan di dampingi kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Tuan." Rendy menundukkan kepalanya memberi hormat pada Andika dan Adrian, Andika menggelengkan kepalanya ketika Rendy ingin menggantikan Andika untuk mendorong kursi roda Adrian.
Andika mundur beberapa langkah setelah mendorong kursi roda Adrian sampai diatas panggung dan berhadapan dengan dokter Rani, suasana yang dari tadi terdengar ramai seketika hening.
"Terimakasih telah menerima ku dengan segala kekurangan, aku berjanji akan membahagiakan mu Rani." beberapa orang yang mengenal Adrian dan dokter Rani menitihkan air mata, mereka tentu saja tahu kisah perjalanan cinta Adrian dan dokter Rani.
"Aku mencintaimu Rani."
"Aku mencintaimu Adrian."
Dokter Rani mendorong kursi roda Adrian menuju singgasana yang telah di sediakan, para tamu undangan satu persatu menaiki panggung untuk mengucapkan selamat kepada pengantin.
"Sudah dua kali aku melihat mu menangis Rendy."
"Tuan." Rendy terkejut melihat Andika berdiri di sebelahnya dengan senyum mengejek.
Rendy langsung membuang muka agar tidak terlihat sedang menitihkan air mata karena bahagia melihat Adrian menikah.
"Kamu harus segera menyusul Adrian." Andika berbicara sambil melirik Lisa yang sedang berbincang dengan beberapa orang.
"Saya harap tuan yang secepatnya menyusul." jawab Rendy dengan wajah datarnya sambil melihat kearah Lisa.
__ADS_1
"Kau sama saja dengan Adrian." ucap Andika kesal.
Andika kemudian berjalan meninggalkan Rendy karena ada beberapa petinggi perusahaan yang menjadi kliennya terlihat berjalan mendekatinya, tamu undangan banyak orang-orang penting dan para petinggi perusahaan, walaupun Adrian sudah cukup lama tidak terjun langsung ke lapangan sebagai pengacara tapi nama Adrian masih sangat di kenal sebagai salah satu pengacara hebat.