SANG PENGACARA

SANG PENGACARA
CURAHAN HATI ANDIKA


__ADS_3

Andika terus berbincang banyak dengan Roy, baru beberapa jam mengobrol Andika sudah merasa dekat dengan Roy, karena ketulusan dan kejujuran yang dapat Andika lihat dari Roy.


"Apa yang kau ketahui tentang Adrian Roy?" Mendengar pertanyaan Andika Roy terdiam sesaat, dia seakan sedang menebak apa yang sebenarnya Andika ingin ketahui.


"Ceritakan saja." Ucap Andika yang melihat Roy diam dan terlihat ragu, Roy akhirnya menceritakan semua yang dia ketahui tentang Adrian, Andika hanya tersenyum sinis mendengar cerita Roy.


"Apa hanya itu yang kau tahu?" Andika tertawa mengejek.


"Karena ada Rendy tuan." Mendengar jawaban Roy membuat Andika mengangguk, Andika paham kenapa pergerakan Roy sangat terbatas dalam mengawasi Adrian.


"Lalu apa yang kau tahu tentangku Roy?" Roy menceritakan dengan detail tentang Andika, keseharian Andika bahkan apapun yang Andika lakukan setiap harinya bahkan hal terkecil saja Roy tahu, Andika menatap takjub dengan Roy yang mampu mengawasinya tanpa ketahuan oleh Andika.


"Apa kau tahu tentangku dan Jeny?"


"Tentu saja tuan."


"Lalu kenapa kau tidak menceritakan tentang Jeny?" Tanya Andika karena dia tidak mendengar nama Jeny dalam cerita Roy tentang dirinya.


"Nona Lita yang meminta tuan."


"Panggil dia Jeny jangan Lita Roy." Roy mengangguk.

__ADS_1


"Apa yang Jeny katakan padamu."


"Nona Jeny tidak mau tuan Ferry tahu bahwa anda menyukai nona Jeny tuan."


"Kenapa?"


"Nona Jeny tidak mau tuan Ferry menjadikan nona sebagai kelemahan Anda." Andika terkejut mendengar jawaban Roy, dia diam sambil menatap nanar ke langit-langit.


"Apa sebesar itu kamu mencintai ku Jeny."


"Nona sangat mencintai tuan." Roy seakan tahu apa yang sedang Andika pikirkan


"Aku tahu Roy." Jawab Andika lirih


"Saya akan menyingkirkan tuan Ferry untuk anda tuan."


"Berjuanglah tuan." Andika menggeleng.


"Terlalu sulit untuk memaafkan Ferry." Tatapan sedih Andika seketika berubah menjadi tatapan penuh kebencian ketika menyebut nama Presdir Ferry, Roy tentu saja sudah tahu masalah Andika dan Presdir Ferry yang menyebabkan Andika sangat membencinya.


"Tidak perlu memaafkan tuan Ferry untuk bersatu dengan nona Jeny tuan."

__ADS_1


"Maksudnya?"


"Anda bisa menyingkirkan tuan Ferry." Roy berbicara serius pada Andika, seakan dia berkata lewat tatapan matanya.


"Saya bersedia melakukan apapun yang anda perintahkan tuan, bahkan untuk melenyapkan tuan Ferry sekalipun."


"Aku tidak mau melihat Jeny sedih." Jawab Andika seakan mengerti arah pembicaraan Roy.


"Kau bahkan tahu Roy bahwa aku bisa menghancurkan Mahesa group saat ini juga, apa kau tahu kenapa aku tidak melakukannya?" Ucap Andika yang dibalas anggukan kepala oleh Roy.


"Betul, jawabannya adalah Jeny." Roy dapat melihat seberapa besar cinta Andika pada Jeny dari tatapan mata Andika, terlihat tatapan teduh Andika ketika berbicara tentang Jeny.


"Saat tahu Jeny adalah putri dari Ferry aku bahkan ingin sekali membuat Ferry menderita dengan menyakiti Jeny, tapi aku tidak mampu melakukannya." Roy hanya diam mendengarkan Andika mencurahkan isi hatinya, Andika selama ini hanya memendam semua rasa dihatinya, tapi hari ini entah kenapa dia bisa bercerita dengan bebas pada Roy.


"Aku berikan tugas pertama untukmu Roy."


"Iya tuan."


"Awasi Jeny dan laporkan semua yang dia lakukan, jaga dia dari jauh seperti kau akan menjagaku Roy."


"Baik tuan." Roy menatap Andika yang berbicara dengan nada sendu, dia seakan melihat Andika yang lain saat ini, bukan Andika yang dia awasi selama ini.

__ADS_1


Andika dan Roy kembali berbincang tentang banyak hal, Andika adalah orang yang sangat perhatian dengan orang-orang disekitarnya meskipun dia terlihat sangat dingin, Roy merasa kembali menemukan dirinya yang sebenarnya setelah bertemu dan tahu sikap Andika yang asli, dia merasa menjadi manusia setelah sekian lama hanya menjadi robot yang melakukan apapun atas perintah tuannya tanpa bisa berbicara dengan santai seperti sesama manusia.


__ADS_2