
Adrian tiba di mall x sesuai dengan arahan dari orang yang mengirim pesan padanya, Adrian di minta untuk memarkirkan mobilnya di lantai tiga.
"Masuk ke dalam mobil sedan hitam" bunyi pesan masuk ketika Adrian baru saja memarkirkan mobilnya.
Tanpa banyak berfikir Adrian mengikuti perintah tersebut, cinta memang bisa membuat seseorang menjadi gila dan tak kenal takut, seperti halnya Andika saat dia jatuh cinta pada Jeny.
Adrian kemudian langsung masuk dan duduk di kursi depan penumpang, di sana terlihat seorang laki laki tengah duduk di belakang kemudia, sesaat Adrian memperhatikan orang asing tersebut.
"Siapa kau?" tanya Adrian dengan nada menyelidik.
"Hahaha" bukan sebuah jawaban yang Adrian terima tapi malah sebuah tawa.
"Siapa dirimu?" dengan nada lebih tinggi Adrian kembali bertanya.
"Kau tidak perlu tahu siapa aku, bukankah hanya informasi terkait istrimu yang perlu kau tahu sehingga kau sangat menurut kepadaku" dengan nada meledek pria itu berbicara.
"Baiklah katakan dimana istriku?".
"Katakan". Adrian membentak orang itu sembari mencengkram lengannya, dia merasa sedang di permainkan oleh laki laki tersebut.
Tanpa banyak bicara laki laki tersebut kemudian melajukan mobilnya meninggalkan parkiran mall tersebut, Adrian hanya diam saja, karena laki laki tersebut sudah berpesan diam dan ikuti saja jika Adrian mau bertemu dengan dokter Rani.
Setelah dua jam perjalanan, mobil yang di kendarai laki laki tersebut kemudian berhenti di depan Villa yang terlihat cukup mewah, Adrian mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru untuk mengetahui dimana dia berada.
__ADS_1
"Dimana kita?" tanya Adrian ketika merasa asing dengan tempat tersebut.
"Turun dan ikut saja". Tanpa memeperdulikan pertanyaan Adrian laki laki tersebut kemudian turun dan melangkah masuk ke dalam Villa tersebut.
Ketika masuk ke dalam Villa itu seketika Adrian langsung terkejut, di sana terlihat dokter Rani yang tengah duduk sendirian di ruang tamu.
Adrian langsung berlari menghampiri dokter Rani, dia lemudian mendekap dokter Rani ke dalam pelukannya, terdengar suara isak tangis dari Adrian dan dokter Rani.
"Aku hampir gila mencarimu Rani" ucap Adrian ter bata bata karena sedang terisak.
"Aku merindukanmu Adrian". dokter Rani semakin mempererat pelukannya mendengar suara tangis dari Adrian.
Tangan Adrian terkepal menahan emosi ketika laki laki tersebut bercerita tentang dalang dari semua masalah yang ada antara Adrian dan dokter Rani.
"Kurang ajar kau Andika" gelegar suara Adrian ketika laki laki tersebut selesai bercerita.
"Terimakasih tuan, entah dengan cara apa aku bisa membalas semua kebaikanmu". Adrian menjabat tangan laki laki tersebut.
"Rawatlah istrimu dengan baik, dan jaga hidupmu dari orang orang yang menusukmu dari belang". Laki laki tersebut terus memanas manasi Adrian agar timbul rasa kebencian yang lebih besar kepada Andika.
"Tentu saja tuan". jawab Adrian dengan tatapan yang sudah di penuhi dengan aroma denda "Siapa namamu?... aku bahkan belum tahu namamu dari orang yang paling berjasa saat ini" sambung Adrian dengan suara yang kebut dan senyum ramah.
"Kau bisa memanghilku Dion".
__ADS_1
Setelah sedikit berbasa basi mereka pun meninggalkan Villa tersebut Dion kemudian mengantar Adrian kembali ke mall X tempat mereka bertemu sebelumnya.
"Sekali lagi saya ucapkan terimakasih tuan Dion, jangan sungkan hubungi saya ketika anda punya kesulitan apapun itu". ucap Adrian sebelum mereka berpisah.
Kantor A&A Law Firm
Ketegangan sedang terjadi di dalam ruang kerja Andika, baru saja Adrian masuk dengan muka penuh emosi, tanpa berkata apa apa dia langsung menerjang Andika, pukulan telak Adrian berikan tepat di wajah Andika, untung saja ada Rendy yang berada di sana dengan sigap dia memegangi tubuh Adrian agar tidak kembali memukul Andika yang sudah terjatuh.
"Lepaskan aku brengsek" umpat Adrian berusaha membrontak, tapi Rendy bukanlah lawanya dengan tubuh tinggi tegap membuat dia mudah mengunci pergerakan Adrian, sekeras apapun Adrian mencoba memberontak.
"Tenanglah Adrian" ucap Andika dengan ekspresi wajah dingin, tangannya masih memegangi pipi yang tadi di pukul oleh Adrian "Ada apa dengan kamu Adrian" Andika berusaha memegang pindak Adrian tapi langsung di tepis.
"Lepaskan" Perintah Andika pada Rendy.
Setelah Rendy melepaskan kunciannya pada Adrian, tanpa menunggu Adrian kembali menerjang Andika, tapi dengan mudah Andika menghindar.
"Ada apa?" tanya Andika "mengapa kau begini, aku bahkan tidak tahu dimana salahku" sambungnya.
Adrian memaki dengan segala umpatan dan sumpah serapah kepada Andika.
"Kau orang yang kuanggap keluarga ternyata dalang di balik hilangnya Rani" Andika terkejut mengetahui apa yang menjadi penyebab Adrian begitu marah.
__ADS_1
"Aku bisa menjelaskan semuanya" suara Andika berubah menjadi lembut dengan ekspresi wajah yang masih terkejut.
"Tak usah kau berkata apapun, aku tak akan mempercayai lagi dirimu, aku sudah tahu semuanya" Adrian menatap tajam Andika "mulai sekarang anggap aku orang lain, aku juga akan menganggapmu orang lain yang tak sudi aku kenal" Adrian berjalan menuju pintu keluar ruang kerja Andika "Berlaku juga untukmu Rendy". tanpa menoleh kebelakang Adrian keluar dari ruangan itu, meninggalkan Andika dan Rendy yang masih mematung menatap kepergian Adrian.