
Satu minggu berlalu, berita tentang Mahesa group yang goyah sejajar dengan hebohnya berita persidangan Aras group, Wibowo group langsung menarik semua sahamnya di Mahesa group, Wibowo group memiliki 35% saham di Mahesa group, kehilangan 35% saham membuat Mahesa group goyah.
Kondisi Mahesa group membuat Presdir Ferry gelisah, dia pun meragukan Adrian, karena rencana Adrian sekarang membuat kondisi perusahaannya sulit.
"Roy hubungi Adrian." Presdir Ferry duduk dengan gelisah setelah memberi perintah pada Roy, Roy mengangguk kemudian keluar dari ruangan Presdir Ferry.
Beberapa saat kemudian Roy kembali masuk dengan wajah yang terlihat pias
"Tuan Adrian tidak bisa kesini tuan."
"Brengsek." Maki Presdir Ferry
"Kenapa dia tidak bisa kesini Roy?"
"Tuan Adrian sedang menghadiri persidangan Aras group tuan."
"Pergilah, panggil Lita kesini."
"Baik tuan."
Presdir Ferry dapat menerima alasan kenapa Adrian tidak bisa datang, tapi dia masih gelisah, jika dalam satu bulan belum ada investor masuk bisa jadi Mahesa group akan semakin terpuruk.
- - -
Jeny sebagai direktur utama Mahesa group juga merasa gelisah dengan apa yang terjadi, Jeny belum mengetahui perihal masalah pembatalan perjodohan dirinya dengan Teddy.
"Apa mungkin ini semua ulah dari Andika." Gumam Jeny
"Aku harus menemuinya."
__ADS_1
Jeny pun bangkit lalu mengambil tasnya, dia hendak menuju kantor Andika, walaupun Jeny ragu Andika akan memberi jawaban atas pertanyaannya jika dia datang sebagai Lita yang artinya dia datang untuk urusan yang akan berhadapan dengan Andika seorang pengacara.
"Maaf nona." Roy berdiri di depan Jeny ketika Jeny hendak keluar dari ruangannya.
"Ada apa Roy?"
"Tuan memanggil nona."
"Ada apa lagi ini."
"Baiklah Roy." Jeny langsung berjalan menuju lift untuk ke ruangan Presdir Ferry dengan diikuti oleh Roy.
"Ayah." Jeny sudah berdiri di depan Presdir Ferry.
"Kamu tahu apa yang terjadi dengan perusahaan Jeny."
"Kamu tahu penyebabnya?" Jeny menggeleng
"Ayah membatalkan perjodohan mu dengan Teddy." Jeny terkejut tapi dia tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya.
"Ayah menjodohkan mu dengan Chandra."
"Apa!" Jeny sangat terkejut mendengar penuturan Presdir Ferry.
"Maksud ayah?"
"Kamu ayah jodohkan dengan putra Romy, kamu pasti mengenalnya."
"Kenapa ayah?"
__ADS_1
"Kamu tidak perlu tahu alasannya." Presdir Ferry menatap tajam Jeny.
"Terserah ayah saja, jangan minta bantuan Lita jika ada masalah yang terjadi." Ucap Jeny ketus, dipikirannya hanya terbayang kemarahan Andika jika tahu Jeny dijodohkan dengan Chandra, Jeny belum tahu jika ini semua adalah rencana dari Adrian, Andika pun belum mengetahui bahwa Jeny dijodohkan dengan Chandra.
- - -
Jeny sudah pergi meninggalkan ruangan Presdir Ferry, kini Adrian sudah berdiri di depan Presdir Ferry.
"Bagaimana persidangannya?"
"Sesuai prediksi kita tuan."
"Jangan bertele-tele jelaskan."
"Aras group sudah bisa dipastikan kalah dalam persidangan, nilai tuntutan yang diajukan Andika 90% dari seluruh aset Aras group."
"Lalu apa gunanya rencana mu Andriana." Wajah Presdir Ferry menunjukkan kemarahan.
"Kita akan mendapatkan 10% sisa aset Aras group yang sudah berpindah atas nama nona Lita."
"Hanya 10%?"
"Nilai 10% aset Aras group sama dengan tiga kali lipat nilai saham dari Wibowo group yang ditarik dari Mahesa group tuan." Presdir Ferry terdiam sejenak kemudian dia tersenyum.
"Kerja bagus, lanjutkan pekerjaan mu Adrian."
"Baik tuan." Adrian tersenyum sinis melihat raut gembira di wajah Presdir Ferry.
"Anda begitu bodoh ternyata tuan."
__ADS_1