
Pesta pernikahan Adrian dan dokter Rani berlangsung dengan sangat meriah, Andika tengah duduk di meja vip yang di sediakan khusus untuk orang-orang tertentu, pandangannya tak pernah lepas dari sepasang pengantin yang terlihat sangat bahagia hari itu.
"Tuan." Rendy berdiri di sebelah Andika dengan wajah dingin seperti biasa, tapi Andika bisa melihat ada raut khawatir.
"Ada apa?" tanya Andika karena melihat beberapa petugas keamanan berdiri di belakang Rendy.
"Ada tamu yang memaksa masuk tanpa undangan tuan." jawab salah seorang petugas keamanan.
"Siapa?"
"Teddy." jawab Rendy yang membuat Andika langsung mengepalkan tangannya.
"Aku yang akan menemuinya." Andika langsung berdiri dari duduknya, Rendy mengikuti Andika dari belakang dan menuju ke depan ballroom.
"Stop." gelegar suara Andika setelah sampai di depan pintu masuk ballroom.
Terlihat beberapa petugas keamanan sedang menahan orang-orang yang berpakaian rapi dengan badan tinggi besar terlihat seperti bodyguard Teddy.
Andika melangkah mendekati Teddy setelah orang-orang yang tadi terlihat sedang bersitegang sudah berhenti dan memberi jalan untuk Andika.
"Apa yang kau lakukan." Andika menatap tajam Teddy yang sedang tersenyum sinis.
"Andika." Teddy melangkah mendekati Andika "Aku ingin mengucapkan selamat pada Adrian." kata Teddy sembari menepuk pundak Andika.
__ADS_1
"Pergilah." ucap Andika dingin yang terdengar sangat menyeramkan ditambah dengan ekspresi wajah Andika.
"Hahaha." Teddy tergelak "Kenapa kau tidak bisa sedikit ramah padaku."
"Pergilah selagi aku masih berbicara baik-baik."
Teddy bukanlah anak manja seperti setahun yang lalu, orang yang akan langsung ketakutan ketika Andika menggretaknya.
"Ck ck ck." Teddy berdecak "Kau sudah menyeramkan saat bicara baik-baik, aku tidak membayangkan jika kau bicara tidak baik-baik." ucap Teddy dengan ekspresi wajah yang mengejek.
Andika mengepalkan tangannya erat menandakan emosinya yang sudah tinggi, tapi wajah Andika tersenyum sinis, dia adalah orang yang tidak mudah untuk terprovokasi.
"Apa kau lupa dengan kematian ayahmu?" Teddy langsung menatap tajam Andika.
Mereka saling menatap satu sama lain dengan tatapan tajam, Teddy tentu saja tidak akan pernah melupakan sebab kematian ayahnya yang bunuh diri dengan menembak kepalanya, tapi satu hal yang tidak Teddy ketahui yaitu penyebab sang ayah bunuh diri.
"Kau." Teddy mengangkat jari telunjuknya tepat di depan wajah Andika.
"Turunkan tangan mu." Andika menepis tangan Teddy "Jangan bertingkah melebihi batas mu, di mataku kau masih anak manja seorang Wibowo Saputra."
Keadaan berbalik, Teddy yang awalnya berniat akan memprovokasi Andika tapi pada akhirnya dia yang terprovokasi dengan ucapan Andika.
"Pergilah." Andika menunjuk ke arah pintu keluar hotel itu.
__ADS_1
"Hahaha." Teddy tertawa keras "Kau masih beruntung asisten bodoh mu itu yang mati menggantikan mu." Teddy menatap tajam wajah Andika yang sudah berubah menjadi ekspresi marah "Selanjutnya tidak akan ada lagi keberuntungan untuk mu Andika."
"Kau masih beruntung ayahmu memilih pilihan yang bodoh Teddy."
Teddy terdiam, dia sedang mencerna maksud dari ucapan Andika.
"Hati-hatilah kedepannya Teddy." Andika berbalik dan melangkah memasuki ballroom, tapi langkahnya terhenti ketika tangan Teddy mencengkram lengannya.
"Apa kau penyebab ayahku bunuh diri Andika." ucap Teddy dengan nada suara tinggi.
Andika tersenyum sinis "Cari tahu sendiri jika memang kau merasa cerdas." Andika menepis tangan Teddy, dia kemudian melangkah memasuki ballroom, Andika terus berjalan mengindahkan teriakan Teddy.
"Dari mana saja." Tanya Adrian setelah Andika naik ke atas panggung.
"Jangan bilang kamu habis menangis bersama Rendy."Adrian tertawa keras melihat ekspresi Andika dan Rendy.
"Sst." dokter Rani memperingatkan Adrian, karena tingkahnya menjadi perhatian tamu undangan.
"Ayo kita berfoto." ucap Adrian kemudian.
"Lisa." Andika memanggil Lisa yang sedang duduk diatas meja VIP.
Setelah Lisa naik ke panggung, mereka kemudian mengambil posisi masing-masing untuk berfoto, Andika menatap Adrian sejenak setelah selesai berfoto.
__ADS_1
"Tak akan aku biarkan ada orang yang mengganggu kebahagiaan mu Adrian." ucap Andika dalam hati seraya turun dari atas panggung.