
Presdir Ferry duduk tepat di sebelah Adrian, di depannya terlihat Presdir Romy dengan wajah yang sangat kesal dan Chandra di sebelah Presdir Romy yang menunjukkan ekspresi sangat tenang seakan tidak terjadi masalah apapun.
"Apa yang membuatmu datang ke tempat sederhana ini Romy?"
"Tidak usah berbasa-basi Ferry."
"Aku sungguh tak mengerti." Presdir tersenyum mengejek melihat raut kekesalan di wajah Presdir Romy.
"Apa kau ingat kesepakatan kita."
"Hahahaha." Presdir Ferry terbahak melihat ekspresi Presdir Romy berubah menjadi terlihat ketakutan.
"Kesepakatan itu?"
"Jangan buang-buang." Presdir Romy merasa geram karena di permainkan oleh Presdir Ferry.
"Aku tidak bisa membantu." Adrian tersenyum melihat Presdir Ferry bisa mempermainkan Presdir Romy.
"Ini semua terjadi karena ulah mu Ferry."
"Seingat ku kau yang datang kepadaku waktu itu." Presdir Ferry menoleh ke arah Adrian.
"Bukan begitu Adrian." Adrian mengangguk menyetujui ucapan Presdir Ferry.
Presdir Romy menatap tajam Adrian, dia tahu ini semua ulah Adrian, Adrian sudah mendoktrin Presdir Ferry agar tidak dengan mudah membantu Presdir Ferry.
__ADS_1
"Baiklah, dengarkan aku baik-baik Ferry." Presdir Ferry melihat ke arah Presdir Romy dengan tatapan serius.
"Kau tahu seberapa besar perusahaan ku, aset yang kau miliki bahkan tidak ada separuh dari aset perusahaan ku."
"Apa anda sedang menyombongkan sesuatu yang akan hilang sebentar lagi tuan." Adrian berbicara untuk memancing emosi Presdir Romy.
"Diam!" Bentak Presdir Romy
Adrian hanya tertawa melihat Presdir Romy, jika di situasi lain mungkin Adrian akan memilih diam tanpa ikut campur tapi hari ini Adrian merasa berada di atas awan, dia bisa berbicara apapun dan melakukan apapun pada Presdir Romy.
"Ck ck ck." Adrian berdecak "Apakah itu cara anda memohon tuan." Presdir Romy menatap tajam Adrian, dia lupa jika orang di depannya sama liciknya dengan Andika.
"Aku akan menjodohkan Chandra dan Jeny, jika kau mau membantu melawan Andika." Presdir Romy menatap Presdir Ferry, dia lebih memilih mengalah untuk tidak meladeni ucapan Adrian.
Presdir Ferry langsung melihat kearah Adrian dengan tatapan takjub, dia tidak percaya bahwa semua prediksi Adrian benar tentang Presdir Romy yang akan menawarkan perjodohan.
"Aku yang akan mengurusnya nanti."
"Aku tidak mau berurusan dengan Andika, aku lebih memilih hidup tenang seperti ini."
"Apa kau sedang mempermainkan ku Ferry."
Presdir Romy sudah sangat paham dengan sikap Presdir Ferry, dia bukanlah orang yang akan memegang teguh pendiriannya jika ada tawaran yang lebih menguntungkan.
"Dengan perjodohan ini Aras group Dan Mahesa group akan menjadi perusahaan yang tidak akan bisa dikalahkan oleh siapapun."
__ADS_1
"Apa anda lupa ada Andika tuan." Adrian lagi-lagi menyela ucapan Presdir Romy.
"Tutup mulutmu!"
Presdir Ferry hanya tersenyum, dia kembali mengagumi Adrian dengan segala kecerdasannya yang membuat Presdir Romy bahkan tidak bisa untuk membalas ucapannya.
"Bagaimana Ferry, tidak akan ada kesempatan kedua untukmu."
"Karena perusahaan anda akan hancur jadi tidak mungkin anda akan memberikan tawaran yang sama pada tuan Ferry." Senyum mengejek timbul di bibir Adrian, ucapan Adrian membuat Presdir Romy merapatkan giginya
"Tak usah hiraukan Adrian, jika dia marah aku pun tak akan bisa memintanya untuk membantu mu Romy." Presdir Romy tanpa sadar mengangguk.
"Aku akan memberimu dua pilihan Ferry."
"Tidak ada pilihan disini, aku yang akan memberimu syarat." Presdir Romy membelalakkan matanya, dia tidak menyangka bahwa Presdir Ferry berani menawar apa yang akan dia berikan.
"Katakan!" Presdir Romy terlihat sudah putus asa tidak ada pilihan lain yang dapat membantunya.
"Rubah beberapa aset Aras group atas nama Jeny, Jeny dan Chandra akan menikah setelah masalah mu selesai, anggap saja sebagai mas kawin hahahaha." Presdir Romy langsung menatap tajam mendengar ucapan Presdir Ferry, dia kemudian menatap tajam Adrian.
"Apa yang kalian rencanakan."
Presdir Romy terdiam, dia sedang menimbang untung rugi dari syarat yang diajukan oleh Presdir Ferry, dalam situasi seperti ini semua yang diucapkan Presdir Ferry tentu akan merugikan Presdir Romy, tapi dia tetap tidak bisa menolaknya karena memang tidak ada pilihan lain.
"Baiklah." Presdir Romy menjawab dengan lemah, sedangkan Presdir Ferry tersenyum penuh kemenangan, Adrian yang melihat Presdir Ferry tersenyum langsung menatap sinis.
__ADS_1
"Nikmati hari-hari terakhir kalian sebelum hancur dan hilang semuanya, termasuk senyum itu ."