SANG PENGACARA

SANG PENGACARA
KEDATANGAN PRESDIR ROMY


__ADS_3

Presdir Romy duduk di kursi belakang mobil dengan Chandra di sebelahnya, dia tidak bisa menyembunyikan raut ketakutan di wajahnya, Presdir Romy sangat takut akan kehilangan semua harta yang telah susah payah dia kumpulkan selama ini.


Tidak ada rasa khawatir terlihat pada Chandra, dia bahkan sangat tenang menghadapi situasi yang sangat mengkhawatirkan bagi perusahaannya, walaupun Atas group bangkrut Chandra akan tetap bisa hidup mewah, dia sudah memiliki aset yang cukup banyak atas nama pribadi.


"Chandra." Chandra menoleh ke arah suara yang memanggilnya.


"Jangan bantah segala ucapan ayah di depan Ferry, jadilah anak manis." Ucap Presdir Romy dengan nada ancaman.


"Lakukan yang ayah suka." Chandra kembali menghadap jendela, semenjak kebebasannya hanya satu orang yang mau dia temui yaitu Amanda, Chandra sudah membayar beberapa orang untuk mencari keberadaan Amanda, dia sudah menunggu cukup lama menanti hasil pencarian tapi Amanda hilang bak ditelan bumi.


"Turun." Gelagar suara Presdir Romy melihat Chandra masih diam melamun setelah mobil sampai, Presdir Romy melangkah masuk ke dalam gedung Mahesa group diikuti oleh Chandra.


"Ada yang bisa saya bantu tuan." Tanya receptionis melihat dua orang laki-laki berdiri di depannya.


"Saya mau bertemu dengan Ferry Mahesa."

__ADS_1


"Maaf tuan dari mana?"


"Romy Gunawan." Receptionis langsung terbelalak mendengar nama Romy Gunawan, hampir semua orang mengenal nama itu, nama orang paling kaya di kota itu bahkan mungkin di negeri itu, apalagi nama Romy Gunawan saat ini sedang santer diberitakan.


"Ba..baik tuan." Receptionis langsung tergagap setelah mengetahui siapa orang yang berdiri di depannya.


Setelah menunggu beberapa lama di ruang tunggu yang ditunjuk oleh receptionis, dari jauh terlihat Roy berjalan menghampiri Presdir Romy.


"Mari tuan, tuan Ferry sudah menunggu di ruangannya." Senyum ramah di perlihatkan oleh Roy.


Di dalam ruang Presdir Ferry Adrian masih terlihat tersenyum setelah dapat meyakinkan Presdir Ferry untuk menerima tawaran yang akan di berikan oleh Presdir Romy.


"Ingat tuan anda jangan langsung menerima tawaran yang akan diberikan oleh Romy, anda harus membuat Romy tidak punya pilihan lain untuk memenuhi permintaan anda." Adrian mengingatkan Presdir Ferry kembali, mereka sedang menunggu kedatangan Presdir Romy yang sedang di jemput oleh Roy.


"Ingatkan aku ketika aku sudah mulai berbicara yang dapat merugikan Mahesa group." Ucap Presdir Ferry pada Adrian, Adrian hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala.

__ADS_1


"Di atas langit masih ada langit tuan."


Adrian bergumam melihat Presdir Ferry, Presdir Ferry yang biasanya terlihat sangat angkuh dan tidak ada takutnya dalam berbicara hari ini entah kenapa dia kehilangan keangkuhannya, Presdir Ferry lebih banyak diam dan terlihat terintimidasi ketika bertemu dengan Presdir Romy.


Tok tok tok....


"Masuk."


"Presdir Romy sudah datang tuan." Roy berbicara sambil membuka pintu untuk mempersilahkan Presdir Romy masuk, Presdir Ferry yang sedari duduk di kursi kebesarannya langsung berdiri untuk menyambut Presdir Romy.


"Tuan." Adrian berbicara penuh dengan penekanan melihat Presdir Ferry sudah berdiri, Presdir Ferry kemudian duduk kembali mengerti arti dari panggilan Adrian.


"Hahaha." Presdir Ferry terbahak melihat Presdir Romy sudah berdiri di depannya bersama Chandra.


"Selamat datang di tempat sederhana ini Romy Gunawan." Sambutan dari Presdir Ferry membuat Presdir Romy menatapnya tajam.

__ADS_1


"Silahkan duduk." Presdir Ferry berdiri berjalan menghampiri sofa yang sudah ada Adrian disana.


__ADS_2