
Pelayan tersebut membawakan panci yang berisi sup kambing serta dua piring nasi dan sepiring kecil sambal. Kala mematahkan jemarinya, siap menyantap makanan yang ada di depannya.
“Silakan disantap,” kata pelayan itu ramah lalu pergi kembali ke dapur.
Kaia terlihat masih malu-malu walau tatapannya sangat bernafsu. Jelas ia belum pernah menikmati kondisi seperti ini. Apa lagi, makanan di depannya sangat jarang ia makan.
“Kau bisa memakannya, tidak perlu sungkan.” Kala mengambil sendok kayu lalu mulai menyuap nasi serta sup.
Kaia yang berwajah datar juga mulai mengambil daging di panci sedikit demi sedikit. Dilihat dari cara makannya, ia cukup lapar. Siang tadi, Kaia sama sekali tidak mendapatkan makanan padahal ia merupakan manusia biasa. Terlebih lagi, ia terus berjalan sepanjang hari tanpa henti.
Kala hanya mengambil kuahnya saja untuk dimakan bersama nasi. Walau daging itu mencukupi bahkan jika dimakan tiga orang, Kala merasa tidak pantas sebab ia sudah membuat Kaia seperti ini.
Melihat Kala hanya mengambil kuahnya saja, Kaia berbuat demikian juga. Kala memelototi Kaia yang melakukan itu, ini sungguh tidak adil!
“Jika kau makan kuahnya saja, maka kau tidak akan mendapat energi. Makan dagingnya.” Kala berkata dengan lembut.
“Mengapa kata-kata itu tidak kau pakai untuk diri sendiri?”
Kala ingin mengatakan sesuatu tapi tidak ada kata yang terucap, alisnya berkedut-kedut. Kaia, dia sangat pandai membalikkan kata-kata.
“Aku adalah pranor, energi datang dari mana saja.”
“Jika kau tidak makan daging itu, aku juga tidak,” jawab Kaia acuh tak acuh.
Kala mengetuk meja sedikit keras. “Mengertilah, kau kelaparan karena aku terlalu keras padamu. Aku, sebagai pria, tidak bisa menelantarkanmu sedangkan aku sudah bertanggung jawab atas dirimu.”
“Aku tidak menganggap kau bertanggung jawab atasku, memangnya kau siapa?”
__ADS_1
Alis Kala kembali berkedut, padahal ia sudah menutupi segala celah agar Kaia tidak bisa membantahnya. Kala yakin, Kaia akan mendapatkan banyak cuan jika dirinya menjadi politikus.
Kala menggelengkan kepalanya sebelum mengambil daging kambing. Lagi-lagi ia kalah dengan wanita setelah Maheswari. Gadis datar tersebut juga mengambil daging setelah Kala mengambilnya.
Mereka makan dengan cepat namun lambat, cara makan khas orang Jawa yang membuat bingung. Kaia menumpuk piring kotor lalu membawanya ke dapur, ia tidak kehilangan ketetapannya sebagai wanita yang rajin.
“Aku butuh tuak dan sebatang pipa.” Kala meringis dalam hati ketika semua itu habis.
Jika sudah sampai ke kota, Kala akan menjual barang temuannya itu. Pipa mungkin akan cukup laku dan Kala bisa memberi makan Alang dengan batu energi. Tidak lupa, Kala akan membeli tuak yang enak!
Hawa dingin mulai memasuki bangunan. Kala menyukai hawa dingin yang tidak terlalu dingin seperti ini, ia tidak menggunakan prana untuk penghangat dan membiarkan hawa dingin meraba tubuhnya.
Beberapa saat kemudian Kaia terlihat keluar dari dapur dan langsung menuju kamarnya di atas, Kala menahannya saat dirinya di tangga.
“Kaia, ada beberapa yang ingin aku ajarkan kepadamu. Kemari.”
“Jika kau ingin menjadi pranor, kau harus memahami dasar-dasarnya terlebih dahulu. Pertanyaannya, apa kau benar-benar ingin menjadi pranor atau ingin menjadi pedagang di kota? Apa pun pilihanmu, aku akan membantu.”
Kaia mengernyitkan dahi. “Apa dengan menjadi pedagang aku bisa membalas dendam? Tentu saja aku ingin menjadi pranor.”
“Baiklah, kalau begitu kau harus memahami dasar-dasarnya. Pada setiap manusia yang lahir, mereka memiliki yang dinamakan akar prana. Itu berfungsi untuk menyerap prana. Akar prana seseorang berbeda-beda banyaknya, semakin banyak semakin bagus, dan kau mempunyai banyak sekali akar.
“Cara menyerap prana yang paling mudah dilakukan adalah bermeditasi, melatih pernapasan ke titik paling tenang dan memusatkan perhatian pada pernapasan. Namun, prana dapat juga diserap dengan memakan ramuan spirit atau daging dengan spirit.
“Prana tidak akan bisa diserap ke dalam tubuh jika kau belum membuka inti prana milikmu. Membuka inti prana bisa kau lakukan dengan cara berlatih pernapasan dan didukung oleh latihan fisik.
“Saat inti prana sudah terbuka, maka kualitasnya bisa bertambah jika kau giat berlatih. Kualitas inti prana memengaruhi kecepatan bergerak dan daya tampung prana.
__ADS_1
“Kualitas inti prana dibagi menjadi .... tingkat. Tingkat prana pertama adalah Pengumpul Prana, di sini kau harus mengumpulkan prana sebanyak mungkin untuk membentuk inti prana sejati. Biasanya, ini akan memakan waktu lama hingga prana benar-benar terkumpul.
“Tingkat ke dua adalah tingkat Pondasi Prana. Setelah prana terkumpul, maka inti prana sejati akan terbentuk dan kau harus membangun pondasi. Pondasi Prana adalah tingkatan yang krusial dan sangat memengaruhi kualitas tingkat prana selanjutnya. Jangan terburu-buru membangun pondasi, kau harus latihan lama dan bersungguh-sungguh sampai pondasi itu kuat untuk menahan tingkat selanjutnya. Aku berada di tingkat Pondasi Prana.
“Pondasi Prana dibagi menjadi sepuluh tangga, ini sebenarnya hanya untuk tolak ukur kemampuan pranor Pondasi Prana karena Pondasi Prana yang baik akan sampai pada tangga terakhir.
“Tingkat prana selanjutnya adalah Alam Kristal Spirit. Ini adalah kondisi di mana inti prana mengeluarkan kristal yang nantinya akan berada di sebelah jantungmu. Kristal ini akan membantu inti prana untuk menampung prana dan menambah kekuatan. Ini juga dibagi menjadi sepuluh tangga.
“Kristal itu dibagi menjadi tiga. Jika kau mencapai tiga tangga di Pondasi Prana, maka kau akan mendapatkan Kristal Batu. Jika kau mencapai tangga tujuh, maka kau akan mendapat Kristal Bumi. Jika kau mencapai tangga sepuluh, maka kau akan mendapat Kristal Langit.
“Tingkat selanjutnya adalah Alam Formasi Spirit. Di tingkat ini, tubuh seseorang akan membentuk formasi prana. Tingkat ini cukup mengesankan, kau bisa membuat formasi perisai dengan prana dan juga formasi untuk menyerang. Ini tidak dibagi menjadi sepuluh tangga sebab formasi setiap orang berbeda-beda.
“Selanjutnya, yang merupakan tingkat terakhir. Tingkat Roh Prana, di sini adalah tingkat di mana jiwamu terlahir kembali. Kau bisa mencapai umur panjang di sini, sangat panjang. Juga, kau akan merasa bahwa ini bukan tubuhmu sendiri. Di tingkat ini, pemahamanmu menjadi bertambah, kau bisa terbang sesuka hati, kau bisa menghancurkan kota dengan sebelah tangan!
“Mungkin itu saja yang hari ini bisa kau pelajari, esok hari aku akan mengajarimu yang lebih menakjubkan lagi!” Kala menutup penjelasan panjangnya.
Kaia sejak tadi tidak berkomentar. Sebenarnya ia sangat takjub dengan apa yang Kala jelaskan. Tetapi, Kaia tidak bisa menganggap ini sebagai kenyataan.
“Kau tidak berbohong dengan penjelasan itu, ‘kan?”
Kala tersenyum hangat. “Kau akan membuktikannya sendiri saat kau merasakan kebenaran ini.”
Kala mengangkat diri dari kursi lalu pergi ke kamarnya. Kaia masih termenung cukup lama sebelum akhirnya kembali ke kamarnya untuk tidur.
***
Hari sudah pagi, tapi hujan tak kunjung berhenti malah bertambah deras. Kala duduk di pinggir ranjangnya, menyeruput teh panas dan menatap rintik hujan di luar jendela.
__ADS_1
Kaia masih belum bangun. Ia kembali ke kamarnya saat hari sudah tengah malam. Bagi manusia biasa, tidur tengah malam tidak akan bisa bangun pagi seperti Kala.