Seni Bela Diri Sejati

Seni Bela Diri Sejati
Pelajaran Tentang Dunia Persilatan


__ADS_3

Darah berceceran di mana-mana. Kala memilih menyerang dengan serangan-serangan kecil agar mengenai lebih banyak musuh dalam waktu singkat, itu menyebabkan luka yang tidak sedikit sehingga darah bercucuran terus-menerus.


Gerakan pedang Kala sangat lincah dan cepat. Semua serangan daari musuhnya berhasil ditangkis bahkan dapat pula mengirim serangan balasan. Mereka semakin kewalahan ketika pranor Alam Formasi Spirit itu sudah kehilangan satu tangan!


Satu demi satu dari mereka berguguran dengan keadaan yang mengenaskan. Sekarang di hadapan Kala, mengesot pranor terakhir. Pemuda itu mengarahkan pedangnya ke leher sang pranor Alam Formasi Spirit sambil tersenyum lebar.


“Kau ... kau tidak punya silang sengketa dengan kami! Mengapa kau membunuh kami?” Pranor itu berusaha menghindari kematiannya dengan bernegoisasi.


“Kau masih menanyakan alasan itu?” Kala mendengus tanpa memudarkan senyumannya, membuat dia tampak jauh lebih menyeramkan. “Apa kau lupa ingatan? Bukankah tadi kau mau membunuhku? Apa aku salah jika membela diri? Terlebih kau ingin melecehkan gadis di lantai atas penginapan ini.”


“Kau ... kau ....” Orang itu tergagap dan tidak bisa membantah Kala.


“Hanya kematian yang ada di hadapanmu sekarang. Jangan mengelak. Sudah sepantasnya kamu mati.” Kala menghunjam dada orang itu, menembus tepat di jantungnya untuk menghindari kematian yang menyakitkan.


Kala mengambil cincin pranor itu dan menemukan banyak pil yang bagus. Ia segera memberikan pil itu pada Walageni dan temannya yang masih terluka parah.

__ADS_1


“Terima kasih, anak muda. Jika bukan karenamu, aku tidak tahu bagaimana nasibku sekarang.” Walageni menyampaikan rasa terimakasihnya dengan tulus.


“Jangan banyak bergerak terlebih dahulu, Paman.” Kala memasukkan esensi prana pada mulut keduanya.


Dua orang itu terbebas dari kematian, kondisi mereka juga akan pulih beberapa saat lagi. Karena itu, Kala segera naik ke atas untuk menjumpai Kaia, ia menemukan gadis itu meringkuk di samping kasur.


Kepanikan hilang sebentar saat menjumpai Kala yang membuka pintu, tetapi dirinya kembali ketakutan saat melihat jubah Kala dipenuhi darah. Terlebih lagi aura membunuh Kala meningkat cukup pesat setelah membunuh lima pranor tadi.


“Kaia, ikuti aku. Ada yang harus kau lihat di bawah.” Kala tersenyum lalu membalikkan badan. “Katanya, kau ingin tahu lebih banyak tentang pranor, bukan?”


“Kaia. Ikut aku ke bawah!”


Kaia segera mendapatkan sedikit keberanian dari suara itu, pada akhirnya ia bangkit dan berjalan perlahan di belakang Kala. Kakinya menyentuh tangga, penciumannya langsung terganggu dengan bau amis darah.


Kala sudah sampai lebih dulu di lantai bawah, sedangkan Kaia masih di pertengahan tangga.

__ADS_1


“Kaia, memang seperti ini kehidupan pran—”


Kala bergerak cepat ketika Kaia tiba-tiba lunglai. Bagi manusia biasa, jatuh dari tangga merupakan hal yang sangat menyakitkan bahkan tak jarang menyebabkan kematian. Jika tidak segera ditangkap,


Dengan ilmu meringankan tubuh yang tinggi, Kala dapat dengan mudah menggapai tubuh Kaia.


Kini, Kaia berada dalam dekapannya. Sama persis seperti cerita-cerita asmara yang pernah dikisahkan oleh gurunya. Kala tak mau berlama-lama dan langsung membawa Kaia kembali ke kamar, ia merasa gadis itu sudah mendapatkan cukup pelajaran tentang kehidupan keras para pranor.


Setelah meletakkan Kaia di atas ranjang, Kala turun kembali ke lantai bawah. Di sana, Walageni dan temannya sudah bisa duduk tanpa bersandar pada dinding, Kala segera menyapa mereka.


“Apa kondisi kalian sudah baik?”


Walageni tidak menjawab pertanyaan Kala, melainkan menatap Kala heran. “Mengapa kau menyelamatkan kami, anak muda?”


Kala tersenyum canggung. Sebenarnya, ia juga tidak punya alasan khusus untuk membantu Walageni, tetapi entah mengapa pikirannya menyuruhnya untuk melakukan itu. Membantu tentara bayaran yang bersifat rahasia merupakan tindakan yang sangat berisiko, terkadang mereka tidak ingin meninggalkan saksi mata sama sekali. Tetapi, ketika keselamatannya dan juga Kaia telah terancam, Kala sama sekali tidak bisa berdiam diri.

__ADS_1


__ADS_2