
Yoan, Yamuna, dan Cadman kini berada di taman belakang. Memanjakan Yamuna seperti Ratu. Membuat Yamuna sedikit jenuh dengan kasih sayang berlebihan dari Cadman dan Yoan. Hal itu pun di sadari oleh Yoan dan Cadman, membuat mereka berdua menghentikan perbuatan mereka.
“ Kamu tidak nyaman? ” tanya Yoan, meletakkan piring berisi buah sudah di potong di atas meja.
“ Apa kamu kurang puas dengan pijatan ku. Atau kamu mau yang lain? ” tanya Cadman, ia menghentikan pijatannya pada bagian kaki Yamuna.
Yamuna mengangguk, lalu menatap wajah Yoan, duduk di sisi kirinya, “ Pa, aku mohon biasa saja. Aku tak suka sikap terlalu di manjakan seperti ini, ” lalu Yamuna memutar bola matanya memandang Cadman sedang berdiri tepat di hadapannya, “ Dan kamu. Aku minta jangan terus memijatku, aku baik-baik saja. Ini hanya kehamilan muda, tidak perlu terlalu ekstra melakukan hal seperti ini, ” sambung Yamuna, ia mengeluarkan beban di hatinya atas perhatian Cadman dan Yoan terlalu berlebihan.
“Tapi yang aku baca, kalau sedang hamil kedua kakinya akan sering pegal, dan membengkak. Jadi aku ingin menunda hal itu, agar kamu tetap sehat, dan fit untuk berjalan,” ucap Cadman, mengingat tata cara merawat Istri sedang hamil di google.
“ Kalau Papa hanya ingin cucu yang ada di dalam kandungan kamu, tidak kekurangan nutrisi dari buah, ” sambung Yoan, ikut menjelaskan tentang perbuatannya kepada menantu kesayangannya, Yamuna.
“ Huuuft! ” Yamuna tidak bisa berkata apa pun, ia hanya bisa menghela nafas dan menggeleng.
“ Oh, ya. Papa akan menambah Asisten rumah tangga baru. Anak nya baik, ia di datangkan dari kampung, ” ucap Yoan mengingat baru saja merekrut asisten rumah tangga baru untuk Yamuna.
“ Kenapa nambah asisten baru Pa? ” tanya Yamuna dan Cadman bersamaan.
“ Karena 2 hari lagi Papa akan pergi ke luar kota, dan berpindah-pindah kota sampai 1 bulan lamanya. Dan Cadman juga biasanya akan sering jumpa klien jauh dari kota ini. Jadi Papa berniat menambah asisten rumah tangga yang baru, dan masih muda untuk kamu. Membantu dan merawat kamu di sini saat Papa atau Cadman tidak ada. Tapi kamu merasa was-was dengan ART baru, Papa juga ada ART lama, cuman karena Suaminya baru di rawat sehabis operasi, jadi kemarin Bibi ambil cuti selama 1 bulan, dan saat ini Suaminya sudah sembuh, Bibi juga sudah bisa kembali bekerja, ” jelas Yoan tentang tujuannya mengambil asisten rumah tangga baru, dan masih muda.
“ Apa Papa sudah seleksi dulu gimana ART yang baru ini? ” tanya Cadman.
“ Wanita ini dari Yayasan yang sudah terjamin. Jadi Papa sangat yakin, ART ini pasti ART yang baik, ” sahut Yoan yakin.
“ Kapan ART baru itu datang Pa? ” tanya Yamuna penasaran, ingin melihat bagaimana wajah ART baru tersebut. Cantik, genit, atau tukang perebut Suami orang. Jika memang memiliki karakter seperti itu, Yamuna ingin segera menyingkirkan ART baru tersebut, agar Cadman tidak terpikat olehnya.
__ADS_1
“ Katanya besok sore, Bibi Ratna juga besok pagi akan sampai di sini. Jadi kamu tidak perlu mengkuatirkan apa pun lagi, ” sahut Yoan santai.
“Oh, kalau aku boleh tahu siapa namanya Pa?” tanya Yamuna.
“ Siapa ya? Kalau tidak salah Sasvita Yuyun, sering di panggil Yuyun, ” sahut Yoan memberitahu nama ART baru, Yoan merogok ponsel dalam saku celananya, membuka galeri dan menunjukkan foto Yuyun kepada Yamuna, “ Ini dia, dari wajahnya kelihatan baik kan?, umurnya 27 tahun, ” sambung Yoan memberitahu foto Yuyun, membuat kedua bola mata Yamuna langsung membulat sempurna.
Wajah wanita seperti pernah ia lihat, dan sangat familiar.
Yamuna beranjak dari duduknya, “ Pa, aku baru ingat kalau Ben akan mengirimkan e-mail. Aku permisi pamit, dan pinjam ruang kerja milik Papa, ” ucap Yamuna meminta izin.
“ Ya, silahkan. Pakai saja, ” sahut Yoan memberikan izin kepada Yamuna.
Yamuna segera melangkah, meninggalkan Cadman, dan Yoan masih duduk di bangku teras belakang rumah. Cadman penasaran dengan raut wajah Yuyun di dalam galeri foto milik Yoan, Cadman mendekati Yoan.
“ Pa, aku juga mau lihat, ” pinta Cadman ingin melihat ART baru bernama Yuyun.
“ Pa, aku pamit dulu. Aku mau ke kantor karena ada urusan mendadak. Titip Yamuna, ” pamit Cadman.
Cadman pun juga ikut pergi meninggalkan Yoan di bangku teras belakang. Sesaat Cadman, dan Yamuna pergi, Yoan menyimpan ponsel miliknya ke dalam saku celananya.
“ Haa, rasa kesepian seperti inilah yang membuat aku semakin bersemangat untuk segera menginginkan cucu. Saat aku harus di tinggal anak dan menantu ku duduk sendirian di rumah besar ini, aku jadi merasa hampa, dan kadang aku sempat berpikir, kenapa dulu aku harus membuat rumah sebesar ini, kalau hanya aku sendiri yang akan terus menetap di dalamnya, ” gumam Yoan merasa kesepian saat duduk sendirian.
.
💫Di sisi lain💫
__ADS_1
📞[ “ Halo Ben, apa kamu bisa mencari Informasi tentang Sasvita Yuyun. Dia seorang ART, dan dia dari Yayasan terkenal yang ada di kota ini. ” ] ucap Yamuna langsung menerobos pembicaraan setelah Ben mengangkat panggilan telepon.
📞[ “ Sebentar ya, nona muda. Saya akan mencari dulu. ” ] ucap Ben, terdengar suara ketikan keyboard dari sebarang sana.
[ “ Jangan lama-lama, ya. ” ] desak Yamuna.
Sambil menunggu Ben mencari Informasi tentang Yuyun, Yamuna duduk di sofa empuk di dalam ruang kerja Yoan. Merasa kepanasan, Yamuna juga menyalakan Acc. 10 menit berlalu, terdengar suara Ben kembali.
📞[ “ Nona muda, tidak ada nama Asisten rumah tangga dari Yayasan terkenal bernama Yuyun. Jika saya boleh tahu, apakah nona muda memiliki foto wanita tersebut. Siapa tahu saya bisa mencari Informasi wanita tersebut melalui foto. ” ] saran Ben.
📞[ “ Baiklah, aku akan memintanya nanti kepada mertua ku, dan akan aku kirimkan foto tersebut melalui e-mail nanti. ” ] sahut Yamuna.
📞[ “ Baik, nona muda Yamuna. Oh, kalau saya boleh tahu kenapa nona muda Yamuna hari ini tidak datang? ” ] tanya Ben cemas.
📞[ “ Maaf ya Ben, aku lupa memberikan kabar kepada kamu. Alhamdulillah aku positif hamil, jadi Cadman dan mertuaku, Yoan meminta ku untuk tetap bekerja dari rumah, sampai usia kandunganku benar-benar cukup untuk di bawa bertempur. Jadi, untuk sementara ini aku mohon bantuan kerja sama dari kamu untuk mengurus Perusahaan. ” ] pinta Yamuna sopan.
📞[ “ Saya ikutan senang mendengarnya. Tentang hal itu Anda tenang saja, nona muda. Serahkan saja semuanya sama saya. ” ]
📞[ “ Jangan Ben, tentang pekerjaan kita harus tetap berbagi. Kamu 'kan sebentar lagi akan menikah. Kamu juga harus banyak-banyak memberikan tubuh kamu istirahat sampai waktu itu tiba. ” ] tolak Yamuna merasa tidak enak.
📞[ “ Sip! Nona muda Yamuna tenang saja. ” ] ucap Ben antusias.
📞[ “ Kalau gitu aku tutup dulu. Aku ingin menjumpai Papa Yoan, dan meminta foto tersebut. ” ] pamit Yamuna.
📞[ “ Baiklah. Sampai jumpa, dan selamat beristirahat. ” ] pamit Ben, menutup panggilan teleponnya.
__ADS_1
Yamuna beranjak dari sofa, berjalan menuju taman belakang, dimana Yoan masih berada di sana.
...Bersambung ...