
Setelah memergoki Farran berselingkuh, Yamuna melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju perusahaan miliknya. Air matanya perlahan mengalir saat mengingat ucapan Farran terakhir kali bersama dengan wanita tersebut.
Yamuna berusaha melupakan semua ucapan Farran dan kenangan saat melihat rekaman video milik Farran.
“ Jika kamu tidak mau bersamaku lagi kenapa kamu tidak membiarkan aku lepas dari kamu. Kenapa kamu tega melakukan semua ini kepadaku Farran. Setiap aku memergoki kamu, kamu pasti selalu bilang kalau itu bukan salah kamu. Tapi salah wanita yang ada bersama kamu. Apa kamu pikir aku buta. Apa kamu pikir aku tidak bisa melihat jelas kamu sangat-sangat begitu menikmati momen saat melakukan hal itu bersama dengan wanita lain. Lantas kenapa kamu masih bilang kalau itu adalah sebuah paksaan dari wanita itu?! ”
Ciit!!!
Yamuna meminggirkan mobilnya secara mendadak ke sisi jalan, membuat semua pengendara di belakangnya menghujat dirinya.
Tin!
“Woy! Pakek mata kalau mau ngerem mendadak!” bentak pengemudi tersebut melintasi mobil Yamuna.
Yamuna tidak memperdulikan hal tersebut. Kini Yamuna menengadahkan kepalanya, “AAAA” teriak Yamuna meluapkan kekesalannya menumpuk di dalam hatinya. Yamuna menundukkan kepalanya, kedua tangan memukul stir kemudi, “ Ayah…Ayah….Ayah, ” teriak Yamuna merindukan sosok Ayah selalu melindungi dan menyemangatinya di setiap ada masalah.
Kedua kelopak mata Yamuna pun mulai teringat dengan kenangan mendiang Ayahnya.
.
#POV YAMUNA
Saat itu Yamuna berusia 15 tahun, untuk pertama kalinya Yamuna menginjakkan kedua kakinya di Perusahan milik mendiang Jordan dan Yamuna juga akan memimpin sebuah rapat penting. Di saat mendiang Jordan tengah sakit keras dan harus melakukan kemotrapi. Dengan wajah gugup dan di temani Ben, Yamuna berjalan masuk ke dalam ruang rapat.
Semua mata para Investor memandang rendah Yamuna karena saat itu Yamuna sangat kecil dan lebih muda dari mereka semua. Mulut mereka saling berbisik membicarakan Yamuna.
“ Lihat, apa tuan Jordan tidak salah menyuruh putrinya untuk memimpin rapat? ”
“ Dengar-dengar tuan Jordan sedang mengalami sakit keras dan harus melakukan perawatan intensif baru bisa pulang. ”
“ Berarti Perusahaan ini akan segera bangkrut. Kalau seperti ini ceritanya aku pulan saja, dan membatalkan keinginan ku untuk melakukan kerja sama dengan perusahaan tuan Jordan. ”
“ Aku juga. ”
“ Mari sama-sama kita tinggalkan ruangan ini, dan batalkan semua keinginan kita untuk melakukan kontrak kerja sama. ”
__ADS_1
Semua para Investor meninggalkan ruang rapat. Namun, hanya ada satu pria muda memakai masker mempertahankan posisi duduknya bersama dengan Sekrestarisnya.
Saat itu Yamuna hampir menangis, kedua matanya mulai memerah dengan bulir-bulir air mata hendak jatuh membasahi kedua pipinya. Namun air mata itu terhenti saat pria muda memakai masker menyuruh Sekretarisnya berbicara.
“ Maaf nona muda, saya ingin menyampaikan pesan dari tuan muda kepada Anda. Tuan muda mengatakan jika nona muda menangis, maka dia akan mengurungkan niat sebagai Investor di Perusahaan nona, ” ucap Sekretaris menyampaikan pesan.
“ A-aku nggak nangis kok! ” sahut Yamuna serak sembari menghapus jejak air matanya.
“ Tapi nona muda bersedih, ” sambung Ben.
“ A-aku hanya mengingat Ayah saja. Pasti saat ini dia berharap aku telah berhasil memimpin Perusahaannya,” Yamuan sepontan menempelkan dahinya di pinggiran meja, tangan kanan memukul pelan meja rapat, “Ayah…maafkan aku karena aku gagal mempertahankan rapat ini. Aku harus bagaimana Ayah. Aku takut,” rengek Yamuna dengan suara serak.
Pria muda menarik lengan jas Sekrestarisnya, dan berbisik pelan. Setelah itu melepaskan genggaman tangannya.
Sekrestaris tersebut menyampaikan kembali pesan dari tuan mudanya, “ Nona muda, saya ingin menyampaikan pesan dari tuan muda. Tuan muda mengatakan jika Anda itu adalah wanita yang sangat lemah, baru seperti ini sudah menangis seperti anak TK. Jika nona muda terus menangis, berarti nona muda tidak menghargai tuan muda. Itu pesan dari tuan muda. ”
Yamuna langsung mengangkat wajahnya, segera ia mengambil tisu untuk memberisihkan air mata dan ingus. Bola mata merah bekas menangis kini menatap wajah Sekretaris dan pria muda memakai masker, “ Aku bilang aku tidak menangis. Aku hanya bersedih mengingat Ayah yang kini sedang melakukan perawatan, ” tegas Yamuna.
“ Kalau begitu kami akan melakukan Invsetasi di Perusahaan Anda, dan tuan muda juga akan menjumpai Anda suatu saat nanti. Di saat tuan muda sudah resmi membuat Perusahaan baru, ” ucap Sekretaris menyampaikan pesan dari pria muda.
Pria muda memakai masker mengangguk.
Yamuna menarik stelan jas Ben, “ Ben, cepat beri semua surat-surat persetujuan kepada tuan muda itu, ” perintah Yamuna semangat.
“ Baik nona muda, ” sahut Ben menerima perintah.
Setelah mendapatkan berhasil mendapatkan Investor baru, Yamuna langsung menuju rumah sakit tempat Jordan di melakukan kemoterapi. Kedua kaki Yamuna terus berlari dan berlari dengan hati senang di koridor rumah sakit. Yamuna semakin mempercepat langkah kakinya saat melihat kamar VIP.
“ Ayah! ” panggil Yamuna dengan nafas terputus-putus membuka pintu VIP.
“Putriku, kamu sudah kembali sayang. Kelihatannya kamu berhasil memimpin rapat?” tanya Jordan menatap Yamuna berjalan ke arahnya.
“ Ia Ayah. Saat semua Investor pergi meninggalkan ruang rapat. Cuman ada satu yang tetap bertahan di sana. Presdir mistierius memakai masker, kalau berbicara selalu menyuruh Sekrestarinya. Ayah mau tahu dia berinvestasi berapa ke Perusahaan kita? ”
“ Berapa sayang? ”
__ADS_1
“ 5 triliun Ayah. Dan dia juga memberikan uang lebih untuk biaya perawatan buat Ayah, ” ucap Yamuna menunjukkan bukti cek senilai 500 juta rupiah.
“ Ini terlalu banyak Nak. Sebaiknya kamu kembalikan kepadanya, dan Ayah tidak mau menerima hal ini. Kamu harus ingat ya sayang. Jika suatu saat Ayah sudah tiada, berhentilah menjadi gadis polos seperti ini. Kamu juga harus berhenti menangis di depan semua orang, karena tangisan itu terkadang tidak hanya membuat kamu lemah di mata musuh. Dan satu lagi, jadilah wanita yang tegas dan tangguh di situasi apa pun. ”
Yamuna mengangguk, “ Baik Ayah! ”
.
#POV END
.
Saat Yamuna masih menangis di dalam mobil ada tangan pria mengetuk kaca jendela mobil Yamuna. Kemudian membelakangi jendela kaca mobil. Yamuna segera membersihkan jejak air mata dan ingus dengan tisu. Setelah semuanya jejak air mata dan ingus sudah bersih. Yamuna menurunkan perlahan kaca jendelanya.
“ Ada apa ya? ” tanya Yamuna ke pria berpakaian setelan kemeja hijau tua.
Pria tersebut berbalik badan sembari berkata, “ Cengeng! ”
“ Kamu! ” Yamuna terkejut saat melihat pria tersebut ternyata adalah Cadman.
“Aku sudah bilang jangan pergi kalau hanya untuk menyakiti diri sendiri. Apa kamu tidak kasihan sama anak dalam kandungan kamu?”
“ Siapa yang terluka. A-aku hanya teringat dengan mendiang Ayahku. Kamu saja yang…oh! kamu penguntit ya? ” tuduh Yamuna di kalimat terakhir.
“ Geer. Sebenarnya aku tidak perduli apa urusan kamu. Cuman karena aku kasihan sama kamu yang berwajah pucat itu, makanya aku ngikuti kamu! ” Cadman berbalik badan, “ Sudah ah, malas aku berdebat dengan anak kecil, ” ucap Cadman membawa kedua kakinya melangkah pergi meninggalkan mobil Yamuna.
“ Tunggu! "
" Ada apa? " tanya Cadman dingin.
" Perutku lapar, temani aku makan yuk! "
Cadman hanya melirik dengan lirikan tajam.
...Bersambung ...
__ADS_1