
Merasa ingin di ambil keperjakaannya oleh Kiki, Ben segera bersembunyi di belakang tubuh Yamuna.
“ Ada apa ini? ” tanya Yamuna heran.
“ Lihat pria itu ingin mengambil keperjakaanku! ” tuduh Ben, jari telunjuk mengarah pada Kiki.
“ Ha ha ha, lucu juga bocah satu ini, ” ucap Kiki tertawa geli saat melihat wajah pucat Ben.
“ Pria seperti ini di jadikan Suami, ” umpat Farran.
“ Daripada kamu, sana-sini mau! ” Kiki mendekatkan wajahnya, kedua bola mata hendak lepas memandang wajah Farran. Kiki melanjutkan ucapannya, “ Bekas! ”
“ Apa kamu bilang?! ” tanya Farran terdengar tidak suka.
“ Bekas…bekas…bekas! ” ucap Kiki berulang kali.
Melihat pertengkaran Farran dan Kiki membuat Yamuna merasa lelah. Apalagi kondisi tubuh akibat keguguran belum sepenuhnya pulih. Tidak ingin ikut campur perkelahian Farran dan Kiki. Yamuna berbalik badan, tangan kanan menggenggam pergelangan tangan Ben, “Ben, mari kita tidur,” ajak Yamuna.
Mendengar Yamuna mengajak Ben ingin tidur bersama di dalam kamar. Farran, Cadman, dan termasuk suami bohongan Yamuna lain segera berdiri mengelilingi Yamuna.
“ Tidak boleh! ” bantah Farran, Cadman, dan suami bohongan Yamuna lainnya. Kedua mata mereka juga memandang suram ke arah Ben.
“ Kalau gitu mari kita tidur sama-sama di dalam….huuuaaf. Aku sudah mengantuk, cepat putuskan, atau aku membawa Ben untuk menemani ku, ” ucap Yamuna memberikan penawaran.
Alasan sebenarnya Yamuna untuk membawa Ben tidur bersamanya di kamar adalah untuk menjauhkan Farran dari dirinya. Dan melancarkan aksinya jika Ben adalah Suami Yamuna.
“ Baiklah. Kami semua akan tidur di dalam kamar kamu, ” sahut Cadman, dan 10 Suami bohongan Yamuna lainnya.
“ Tidak boleh. Jika mau tidur bersama Yamuna, harusnya kita mengatur jadwal di setiap malam dan harinya untuk bisa mendapat kasih sayang dan belaian Yamuna,” tolak Farran tegas.
__ADS_1
“ Aku tidak suka seperti itu. Aku maunya tidur rame-rame, ” bantah Yamuna. Tangannya menarik tangan Ben, “ Mari Ben, temani aku tidur di ranjang malam ini, ” pinta Yamuna.
Yamuna pun melangkahkan kedua kakinya menuju anak tangga, di susul Ben hanya diam dan menurut.
Sesampainya di pertengahan anak tangga, Ben memutar bola matanya melirik ke belakang. Di mana Farran, Cadman, James, Albert, dan 8 suami bohongan lainnya berjalan mengikuti langkah kaki Yamuna. Dengan tatapan suram, dan tajam seperti hendak menerkam Ben.
Ben berjalan di samping Yamuna, “ Nona muda, Anda hanya bercanda ‘kan? ” tanya Ben berbisik pelan.
“ Tidak. Aku serius, di setiap malamnya aku minta kamu yang menemani aku tidur di ranjang. Karena dari semua pria yang ada di sini, aku hanya percaya sama kamu. Meski mereka semua terlihat baik, tapi aku tidak jamin tidur pulas ku di malam hari akan tenang, ” sahut Yamuna berbisik pelan.
“ Jika mereka tengah malam membunuhku, bagaimana? ”
“ Itu urusan kamu. Berarti kamu pria yang betul-betul mudah ditindas, ” sahut Yamuna.
Langkah kaki Yamuna, Ben, Farran, Cadman, dan 10 Suami bohongan Yamuna berdiri di belakang Yamuna.
“ Aku buka kunci pintunya dulu, ” ucap Yamuna. Yamuna menekan pin pintu kamar, setelah pintu pin terbuka, Yamuna mendorong handle pintu, “ Mari masuk. Karena kamar ku cukup besar, maka untuk menampung 13 Suami ku tidur di dalam masih bisa lah, ” ajak Yamuna.
“ Ada apa? ” tanya Yamuna.
“ Sebaiknya kami tidur di bawah, atau di kamar lainnya saja. Jika kami semua tidur di dalam kamar kamu. Pastinya tidak akan nyaman, ” pinta Cadman mencari alasan untuk mencegah perbuatan nekad Yamuna.
“ Kalau kamu mau tidur di luar atau yang lain ingin tidur di luar silahkan. Asal Ben tetap menjadi teman ranjang ku, ” jelas Yamuna tidak ingin membuat keputusannya di pengaruhi oleh orang lain.
‘Wanita kenapa sangat keras kepala. Jika aku nekad tidur di luar sendiri, maka Yamuna bisa akan…nggak bisa aku bayangkan. Sejinak-jinaknya buaya, jika melihat daging segar dan mulus pasti akan dilahap juga. Termasuk, aku,’ batin Cadman.
“ Mau ikut atau tetap di sini? ” tanya Yamuna memecah pikiran Cadman.
“ I-ikut. ”
__ADS_1
Cadman langsung bergegas masuk ke dalam kamar. Sesampainya di dalam, kedua bola mata Cadman membulat sempurna saat ada melihat barang milik wanita terlihat tersembunyi di bawah ranjang. Kedua kaki Cadman mendekati ranjang, ia menundukkan sedikit tubuhnya, tangannya meraih penutup dua gunung kembar, dan segitiga hanya seuntai tali, dan renda.
“ Wihh…gila loh ndro! Baru masuk sudah memegang itu segala lagi. Mana penutup segitiga nya sudah bersarang laba-laba, ” cetus Albert saat melihat Cadman menjinjing jijik bagian segitiga dan penutup dua gunung kembar.
Cadman langsung mencampakkan penutup dua gunung kembar, dan segitiga ke arah Farran, “ Bukan ulah ku! ” jelas Cadman tidak terima jika di anggap mesum.
Penutup segitiga tersebut pun jatuh tepat di wajah James. Wajah James berubah menjadi kecut, tangannya dengan cepat meraup, dan melemparkan benda tersebut ke lainnya. Lempar-lemparan pun terjadi.
“ Asem banget! ”
“ Sumpah, ini bau apaan?! ”
“ Kenapa bisa ada wanita memiliki bau seperti ini. Tidak suka…tidak suka! ”
“ Aku rasa dia sudah berpuluh-puluh tahun tidak mencukur hutan rimba nya. Jadi menyebabkan kelembapan yang luar biasa! ”
“ Eh, ******. Wanita yang memakai seperti itu tidak mungkin memiliki hutan rimba yang lebat. Karena tujuan dia untuk memakai barang seperti itu untuk menerkam sesuatu yang menggugah emosi, dan darah berpacu dalam goyangan dahsyat! ”
Melihat perdebatan tidak segera usai, Yamuna mendekat. Tangannya segera merampas penutup segitiga dari tangan Frans, “ Tidak perlu di bahas. Menurut kalian baunya tidak enak, tapi menurut Farran bau seperti inilah yang membuat stamina dia terus meningkat, ” tuduh Yamuna sudah mengetahui jika pakaian ini pasti salah satu milik selingkuhan Farran.
Farran tidak menjawab, ia hanya bisa tertunduk malu di depan suami-suami bohongan Yamuna.
“ Apa nona muda juga memiliki aroma yang sama? Atau semua wanita memiliki tingkat aroma yang sama? ” tanya Ben dengan polosnya.
Yamuna memutar bola matanya ke Ben, “Karena kamu belum pernah mencobanya, maka mari aku tunjukan. Betapa aroma milikku sangat jauh berbeda dari aroma wanita lain,” Yamuna memegang pergelangan tangan Ben, “ Karena kamu masih malu-malu melakukannya, maka aku akan mengajak kamu ke kamar mandi. Tentang mereka semu sudah biarkan saja. Yang penting kamu tahu aroma milikku, ” ajak Yamuna bercanda.
Ben melepaskan perlahan genggaman tangan Yamuna, “ Ja-jangan. Se-sebaiknya kita tidur saja, ” ajak Ben mencairkan kesuraman saat melihat Farran, Cadman, dan 11 suami bohongan Yamuna kembali menatap suram ke arahnya.
“ Kalau gitu aku ganti baju dulu. Kalian juga bisa mengganti baju saat aku sudah selesai mengganti baju, ” perintah Yamuna.
__ADS_1
“ Baik!!! ”
...Bersambung...