
Tepat pukul 11:49 siang. Mobil Cadman dan Yasmin serentak terparkir di Perusahaan milik Yamuna. Cadman dan Yasmin keluar dari mobil mereka juga serentak, masing-masing pandangan dingin disertai hawa kebencian memandang satu-sama lain. Detik selanjutnya Cadman berbalik, ia melangkah pergi memasuki Perusahaan. Sedangkan Yasmin, memandang sengit punggung Cadman sudah hilang di ujung matanya.
“ Ck, dia pikir dia saja yang bisa mendapatkan kekasih hati. Aku juga bisa, ” Yasmin menjunjung bungkusan berisi minuman, dan makanan setinggi wajahnya, “ Darling, siang ini kita akan makan bersama, ” sambung Yasmin.
Tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi, Yasmin segera berjalan centil, tangan memegang bungkusan makanan dan minuman masuk ke dalam Perusahaan.
“ Darling, aku datang, ” gumam Yasmin, kedua kakinya berlari centil memasuki Perusahaan.
Kedatangan Cadman, dan Yasmin. Serta masing-masing raut wajah terlihat senang, dan masing-masing tangan juga membawa makanan, dan minuman. Membuat semua karyawan dan Kru melihat Cadman, dan Yasmin terheran-heran. Beberapa karyawan dan kru juga kini sedang berkumpul membicarakan kedatangan Cadman, dan Yasmin.
“ Bukannya itu mantan tunangan tuan muda Cadman Ren? ” tanya seorang kru pria.
“ Iya, dengar-dengar mereka gagal tunangan karena nona muda Yamuna ternyata adalah cinta pertama tuan muda Cadman Ren. ”
“ Benarkah?! Wah…aku tidak menyangka ternyata jodoh tidak akan kemana, ya! ”
“ Iya, tapi aku bersyukur jika tuan muda Cadman yang menjadi Suami nona muda Yamuna. Daripada sih, Farran. ”
“ Eh, tunggu dulu. Aku jadi teringat, dulu waktu heboh-hebohnya vidio asusila tuan muda Cadman dengan nona muda Yamuna. Bukannya orang yang berada itu adalah Yasmin, dan Farran? ”
“ Kamu benar, tapi kenapa Yasmin terlihat biasa-biasa saja. Dan kenapa nona mud Yamuna tidak mengusir Yasmin dari sini. Wanita jahat itu seharusnya tidak pantas menginjakkan kakinya di tempat ini. ”
“ Nona muda Yamuna adalah wanita yang baik. Aku sangat yakin, pasti nona muda Yamuna sudah memaafkan Yasmin. ”
“ Kamu benar juga. Yang membuat aku heran, kenapa Yasmin terus datang ke sini, ya? dia juga terlihat sering menempel pada Ben. ”
“ Apa! Ben sekretaris nona muda Yamuna? pria yang berwajah playboy, padahal ia seorang pemalu, itu?! ”
__ADS_1
“Eh..sudahlah hentikan sampai di sini percakapan kita. Jika kita lanjutkan, nanti aku takut berdosa. Mari, lebih baik kita bubar saja,” putus kru membubarkan perkumpulan gosip.
Para kru, dan karyawan bubar. Karena jam sudah menunjukkan pukul 12:00 siang. Semua meja karyawan kosong, mereka berpencar untuk pergi makan siang. Ada di kantin, dan makan di luar.
.
Sedangkan di ruangan Yamuna. Terlihat Ben, dan Cadman duduk berhadapan, wajah mereka di tekuk, pandangan dingin menatap Yasmin terlihat santai membuka kotak makanan.
“ Yamuna, kenapa mereka harus makan siang bersama dengan kita? ” tanya Cadman sedikit berbisik.
“ Biarkan saja, kasihan Yasmin. Kalau tidak aku ajak mereka makan di sini, aku sangat yakin jika Ben nanti tidak akan mau makan bekal yang di bawa Yasmin, ” sahut Yamuna memikirkan kerja keras Yasmin untuk mendekati Ben.
" Tapi, aku ingin berduaan saja sama kamu! " bisik Cadman menggoda Yamuna.
" Di rumah 'kan bisa. Kalau di sini biarkan saja kita membantu mereka, " sahut Yamuna ikutan berbisik.
“ Stop! Malu ada Ben, dan Yasmin di sini, ” tolak Yamuna malu.
“ Nona muda, apakah kalian tadi hendak berciuman? ” tanya Ben dengan polos.
“ Ti-tidak, ka-kamu salah paham,” sangkal Yamuna malu-malu.
“ Benar, mereka tadi mau berciuman. Apa kamu juga mau berciuman dengan ku? ” tanya Yasmin, ia mendekatkan wajahnya, dan memajukan bibirnya seperti ikan.
“ Ngarep! ” ucap Ben, tangannya menyumpal bibir Yasmin dengan ayam saus asam manis.
“ Eh, ” gumam Yamuna terkejut melihat Ben memasukkan potongan paha ayam saus asam manis ke mulut mungil Yasmin.
__ADS_1
Bukannya marah, wajah Yasmin berubah menjadi senang. Yasmin meletakkan potongan paha ayam saus asam manis ke atas nasinya. Lalu menatap Ben dengan tatapan penuh cinta.
“ Ben, kamu memang lelaki yang sangat luar biasa. Aku suka semua perlakuan kasar kamu kepadaku, ” puji Yasmin, membuat Cadman, Ben dan Yamuna tercengang.
“ Kamu tidak seperti itu ‘kan? ” tanya Cadman berbisik.
“ Tidak, kamu tenang saja, ” sahut Yamuna tenang.
Tidak ingin membuat makanan sudah Yasmin, dan Cadman bawa menjadi dingin. Yamuna segera memecah suasana. Yamuna, Cadman, Ben, dan Yasmin membaca doa, setelah itu mereka menatap makanan berada di hadapan mereka.
“ Perut ku sudah lapar, dan makanan ini terlihat sangat enak. Sebelum makanan ini menjadi dingin, mari kita makan, ” ajak Yamuna, tangannya mengambil sendok, dan menciduk nasi kotak berisi daging rendang.
“ Eh, iya, mari kita makan, ” sambung Cadman, ikut makan.
“ Maaf nona, dan tuan muda. Sepertinya saya tidak ingin memakan bekal yang wanita ini bawa, ” tolak Ben, tangannya menutup kembali kotak makanan.
Penolakan Ben membuat wajah Yasmin tampak murung. Terlihat Yasmin sedang tertunduk, tangan sedang tersembunyi di balik baju dress terlihat ia kepal erat. Tidak ingin melihat usaha Yasmin sia-sia, Yamuna mencoba mengomeli Ben, dengan kalimat baik, dan lembut, agar Ben tidak tersinggung.
“ Jika kamu tidak suka dengan orangnya, maka hargailah orang yang sudah bersusah payah memasak makanan, dan yang membelinya. Kamu juga harus ingat, di luar sana masih banyak orang yang tidak bisa makan. Kalau pun mereka bisa makan, mereka pasti memungut sisa makanan di jalan, dan ada juga yang hanya bisa meminum air masak. Dan kamu juga harus ingat! Allah akan marah kepada Umat nya yang tidak tahu bersyukur, ” omel Yamuna.
“ Maafkan saya, ” Ben membuka kotak makan, “ Kalau gitu saya makan, ” sambung Ben, tangannya menyendok nasi berisi ikan asam manis, dan memasukkannya ke dalam mulut.
Melihat Ben mulai memakan nasi kotak pemberiannya. Wajah Yasmin tampak senang, ia juga ikut menyendok nasi berisi paha ayam asam manis, dan memasukkannya ke dalam mulut. Cadman, Yamuna, Ben, dan Yasmin menikmati santap makan siang dengan hikmat.
30 menit sudah berlalu, Ben, Yasmin, Yamuna, dan Cadman terlihat sudah selesai makan. Bekas kotak makanan juga sudah Ben buang ke tempat sampah berada di luar ruangan Yamuna. Saat Ben hendak berbalik, dan masuk ke dalam ruangan Yamuna. Ben di kejutkan dengan kedatangan seorang pria tinggi, raut wajah terlihat seram, dan 3 orang bodyguard berjalan di belakang pria tersebut.
“ Siapa pria yang terlihat kejam ini? ” gumam Ben, dahinya mengerut, mencoba mencari tahu siapakah pria ini. Dan setahu Ben, Yamuna tidak menerima kedatangan tamu hari ini.
__ADS_1
...Bersambung...