SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 97. Lamaran buat Yasmin dari Ben


__ADS_3

Tepat pukul 13:30 siang. Cadman, Yamuna, Ben, dan Yasmin sudah berada di rumah Andreas. Mereka duduk di ruang tamu, saling menatap satu-sama lain dengan tatapan dingin, dan sedikit tegang karena ruang tamu di keliling beberapa bodyguard.


“ Jadi, tujuan kamu ke sini mau apa? ” tanya Andreas dingin kepada Ben, sedang duduk lurus tepat di hadapannya.


“ Saya datang ke sini karena permintaan Anda. Tuan mengatakan jika saya harus melamar anak tuan, Yasmin, ” sahut Ben tenang, meski sebenarnya ia sangat gugup dan panik melihat tubuh kekar dan sangar bodyguard milik Andreas.


“ Kebahagian apa yang akan kamu berikan kepada Yasmin? ” tanya Andreas kembali.


“ Soalnya membahagiakan dalam hal materi mungkin saya tidak sanggup. Tapi kalau soal membahagiakan Yasmin, dan menggantikan sosok mendiang nona Maylan Min, Mama, Yasmin, saya rasa bisa, ” sahut Ben serius, dan tenang.


“ Tahu darimana kamu kalau Istri ku sudah meninggal dunia? ” tanya Andreas penuh selidik.


“ Anda lupa siapa saya? ” tanya Ben sedikit menyombongkan dirinya.


“ Tidak, tidak penting memperhatikan urusan pribadi rakyat sederhana seperti kamu. Dan aku juga tidak ingin membahas tentang mendiang Maylan. Sekarang ke intinya saja. Apa kamu beneran serius ingin melamar Yasmin? ”


Ben mengalihkan tatapannya ke Yasmin sedang duduk di samping Andreas. Dahinya mengernyit memikirkan semua tentang keluhan Yasmin.


‘ Sebenarnya tidak yakin. Tapi setelah melihat Yasmin terus mengeluh dengan wajah yang tulus, dan Yasmin juga terlihat wanita yang baik sebenarnya. Aku jadi merasa kasihan. Semoga keputusan untuk melamar Yasmin ini adalah benar. Bismillah, ’ batin Ben menyakinkan dirinya sendiri.


“ Hei! Kenapa kamu diam saja. Kalau kamu ragu lebih baik kamu tinggalkan Yasmin, dan jangan pernah lagi tunjukkan wajah kamu di depan Yasmin, ” bentak Andreas membuat semua orang di sana terkejut. Tapi, tidak dengan Ben.


Ben mengubah tatapannya ke Andreas, “ Saya beneran serius ingin melamar putri Anda. Tapi- ” Ben menggantung ucapannya, tatapan beralih ke Yasmin, “ Apa putri Anda yakin bisa bertahan bersama saya. Saya hanya orang biasa. Gaji saya juga tidak besar, cuman 20 juta, sedangkan Yasmin sudah terbiasa hidup mewah dari Anda, ” sambung Ben menyakinkan Yasmin di depan Andreas.


Andreas menatap Yasmin, “ Kamu gimana? ” tanya Andreas ke Yasmin.


“ Tidak perlu kalian ragukan lagi. Aku sudah sangat siap! ” sahut Yasmin singkat, dan tegas.


“ Kalau gitu lamaran kamu, aku terima. Untuk 1 minggu ke depan sebelum hari H pernikahan, aku mau kamu tinggal bersama dengan ku di sini. Semua itu demi keamaan kamu dan Yasmin. Jangan lupa, panggil kedua orang tua kamu yang berada di kampung untuk menghadiri resepsi pernikahan, ” perintah Andreas memberi restu, dan menerima lamaran Ben.


Mendengar Andreas menerima lamaran Ben, Yamuna, dan Cadman ikut merasa senang. Kegugupan melanda hati mereka kini sudah redah setelah mendengar ucapan Andreas. Namun, tidak dengan Ben. Wajah Ben tampak suram dan kesal.


Ben berdiri, ia sedikit membungkuk, “ Mohon maaf untuk sebelumnya, ” Ben menegakkan tubuhnya, tatapan serius memandang wajah Andreas, “ Saya tidak suka di perintah seperti itu. Saya sudah memiliki Apartemen sendiri, dan saya juga punya kehidupan pribadi lainnya, tidak harus tinggal bersama dengan Anda selama 1 minggu dan di kawal oleh pria-pria bertubuh kekar ini. Jika Anda menerima lamaran saya, biarkan saya menjalani kehidupan saya seperti biasa, ” sambung Ben menolak dengan sopan.

__ADS_1


“ Ben, kamu bisa aku beri izin cuti 1 minggu sampai hari H pernikahan kamu, ” sambung Yamuna memberikan izin kepada Ben.


“Tidak! Saya akan tetap kerja, dan akan beristirahat 2 hari sebelum hari H pernikahan,” tegas Ben menolak izin Yamuna.


“Baiklah, aku tidak akan memaksa kamu lagi,” gumam Yamuna terdengar pasrah.


“ Jadi, kamu tidak mau menuruti permintaan ku? ” tanya Andreas datar.


“ Maaf, tidak tuan. Saya juga tidak akan mau tinggal 1 rumah dengan Yasmin sebelum menikah. Saya takut bisa kehilangan kendali nantinya, ” jelas Ben terdengar polos. Membuat Andreas menyimpan tawanya di balik wajah sangarnya.


“ Oke, aku tidak akan memberikan perintah apa pun kepada kamu, dan aku tidak akan menyuruh Yasmin tinggal bersama dengan kamu sampai hari H itu datang. Tapi, kalau kamu ingin melakukan hal itu dengan Yasmin, aku tidak masalah. Karena Yasmin ‘kan akan menjadi milik kamu juga nantinya, ” ucap Andreas menggoda.


Ben tidak menjawab, ia hanya menggeleng.


Papa sama anak sama saja.


“ Ben, kamu tega sama aku, ” omel Yasmin tanpa sebab. Ia berjalan mendekati Ben, dan berdiri di hadapan Ben dengan wajah cemberut. Lalu menyambung ucapannya, “Asal kamu tahu saja, 1 detik tanpa melihat kamu rasanya tubuh ku ingin meledak. Apa lagi aku harus menunggu selama 1 minggu. Kenapa kamu tidak mau tinggal bersama ku! apa alasannya?”


“ Ka-kamu akan menyesal nanti. Soalnya kamu terus menggoda saya dengan lika-liku semua keahlian kamu. Sa-saya hanyalah pria normal biasa, dan tidak menjamin akan bertahan dengan benteng keimanan ini, ” sahut Ben gugup, Yasmin terus mendekat dengan kedua semangka kembar menempel di bidang dadanya.


“ Ti-tidak seperti ini nona muda Yamuna. Saya hanya memang tidak tertarik dengan wanita yang berada di Perusahaan nona muda Yamuna. Hati saya merasa tidak pas dan tidak ada getaran saja saat mereka mencoba menggoda saya, ” sahut Ben menjelaskan kenapa ia tidak pernah terpikat untuk berpacaran dengan teman 1 kantornya.


“ Jadi kenapa sama Yasmin, kamu tergoda? ” sambung Cadman, membuat Ben terdiam, ia menatap nanar bahagia di mata Yasmin.


“ Ayo jawab. Aku ingin mendengar jawaban kamu, ” desak Yamuna, ia semakin mendekatkan 2 semangka kembarnya. Membuat aliran darah Ben seketika mengalir deras, dan rasa ingin menyentuh bagian kenyal itu.


‘ Waras-waras lah tubuhku. Jangan mudah tergoda, ingat 1 minggu lagi, ’ batin Ben, pikirannya mulai nakal.


“ Oh ya, besok siang Yasmin, dan kamu harus ke butik langganan mendiang Mamanya. Kalian harus segera melihat baju pengantin di sana, ” ucap Andreas, tangannya mengeluarkan kartu kredit berwarna hitam, dan mengulurkannya ke depan, “ Pakai uang yang ada di dalam ini untuk melengkapi kebutuhan pernikahan kalian berdua. Tentang semua dekorasi dan lainnya, biar aku saja yang mengaturnya, ” sambung Andreas.


“ Maaf, kalau soal membeli baju untuk acara resepsi pernikahan. Saya juga sudah memiliki uang. Walaupun saya dari orang biasa, tapi saya sudah memiliki tabungan untuk melamar, dan menikahi anak gadis orang, ” tolak Ben sopan.


“ Apa uang yang ada di dalam ATM kamu sanggup membelikan baju mewah di butik langganan mendiang Istri ku? ” tanya Andreas terdengar sepele.

__ADS_1


“ Pa…apaan sih pertanyaannya, ” tegur Yasmin sopan.


“ Diam. Papa hanya ingin mendengar jawaban dari pria yang akan menjadi Suami kamu! ” tegas Andreas.


Ben menatap wajah kesal Yasmin, “Saya tanya sama kamu. Apa kamu menginginkan baju gaun pengantin seharga ratusan juta, untuk sekali pakai dan habis itu simpan di dalam lemari pakaian. Atau kamu memilih, saya belikan rumah yang layak untuk kita berdua tinggal, dan mobil bagus untuk kamu?”


‘ Keren kamu, Ben. Tidak sia-sia aku memilih kamu menjadi sekrestaris. Bukannya hanya membantah yang keren, tapi kamu juga pintar menutupi kebohongan dengan gaji hanya 20 juta. Dari gaji asli kamu 40 juta, belum lagi bonus ini dan itu yang selalu aku berikan untuk hasil kerja keras kamu. Kamu memang anak yang baik. Kalau seperti ini ceritanya, sepertinya aku akan menambah gaji kamu menjadi 50 juta saja, ’ batin Yamuna.


“ Aku tidak meminta kemewahan dan barang mahal dari kamu. Cukup tinggal di Apartemen saja sudah cukup, ” sahut Yasmin terdengar tulus.


“ Jangan berbicara dengan gaya bahasa yang bodoh yang sering wanita lain ucapkan. Jujur saja, saya tidak akan marah, ” sekak Ben, membuat Andreas terkejut melihat sikap kasar Ben kepada Yasmin. Tapi kenapa Yasmin malah tidak marah, dan kedua matanya seperti memancarkan benih cinta.


“ Aku ikut kamu saja, ” sahut Yasmin sudah kehabisan kata-kata.


“ Baiklah, karena lamarannya sudah selesai, aku pamit pulang dulu, tuan Andreas, ” pamit Ben sopan.


“ Kami juga pamit pulang, ” sambung Cadman dan Yasmin ikutan pamit pulang.


“ Hem, ” sahut Andreas dingin.


Cadman, dan Yamuna sudah berjalan terlebih dahulu meninggalkan rumah Andreas. Sedangkan Ben tadi hendak melangkah pergi, tangannya di tahan oleh Yasmin dari belakang.


“ Lepaskan, ” pinta Ben, tangannya berusaha melepaskan genggaman sangat erat dari Yasmin.


“ Tidak mau. Aku mau ikut sama kamu, ” pinta Yasmin manja.


“ Kemana? Saya hanya mau pulang ke rumah, dan beristirahat karena besok ada rapat siang. ”


“ Aku mohon, ” pinta Yasmin manja.


“ Baiklah, ” sahut Ben menyerah.


Setelah berpamitan kepada Andreas. Ben, dan Yasmin melangkah pergi bersama meninggalkan rumah Andreas.

__ADS_1


...Bersambung ...


__ADS_2