
Keesokan sorenya, pukul 17:15 sore. Seperti biasa, Cadman selalu mengantar dan menjemput Yamuna ke kantor. Meski sebenarnya jadwal pekerjaannya sedang banyak, dan ada beberapa pesanan sangat menumpuk. Tapi, Cadman tetap memprioritaskan Yamuna, Istri kesayangannya. Walau sebenarnya Yamuna masih mendiamkan Cadman gara-gara foto dirinya dan Yasmin.
Cadman sedang berdiri di depan pintu perusahaan, menunggu Yamuna belum juga terlihat. Sedangkan banyak karyawan, dan beberapa kru sudah pada turun untuk berganti shift. Karena paras tampan, dan juga gagah Cadman, membuat semua karyawan, dan beberapa kru melintasinya terus memandang Cadman tanpa berkedip.
“ Wah..tampan sekali. ”
“Sangat tampan dan tidak bosan dipandang.”
“ Rasanya aku benar-benar menjadi Istri keduanya. ”
“ Boleh tidak aku meminta izin…”
“ Tidak boleh, apa kalian semua ingin aku pecat! ” tegur Yamuna dari belakang, tatapan suram memandang para karyawan wanita sedang berdiri di belakang Cadman.
" Ma-maaf nona muda, kalau gitu kami permisi pulang dulu, ” pamit para karyawan, berlari tunggang-langgang.
“ Kamu sudah turun? ” tanya Cadman menatap kedatangan Yamuna.
“ Kenapa kamu tidak menemui aku langsung ke atas. Apa kamu memang suka tebar pesona di sini?! ”
Setelah puas meluapkan kecemburuannya, Yamuna berjalan cepat menuju mobil Cadman, tanpa memberi kesempatan Cadman untuk menjawab. Yamuna juga masuk ke dalam mobil, dan menutup pintu dengan membantingnya kuat. Membuat beberapa karyawan masih memandang Cadman, langsung berlari kocar-kacir.
“ Ben, Bos kamu kenapa? ” tanya Cadman bingung kepada Ben baru berdiri di sisi kanannya.
“ Tidak tahu, dari tadi pagi nona muda memang uring-uringan. Nona muda juga tidak pernah memarahi para karyawannya seperti tadi. Tapi, menurut ilmu kebatinan yang saya miliki. Saya merasakan ada aura kecemburuan sedang terpancar jelas di raut wajah cantik nona muda, ” jelas Ben berlagak seperti peramal.
“ Bisa aja omong kosong kamu! ” ucap Cadman, tangannya meraup wajah Ben, sedangkan pandangannya lurus ke Yamuna sedang sibuk dengan ponselnya.
“ Oh ya, tuan tidak lupa ‘kan untuk mengantar nona muda ke Hotel? ” tanya Ben mengingatkan.
“ Jam berapa pertemuannya? ” tanya Cadman.
“ Karena letak Hotel itu agak jauh dari pusat kota, sepertinya kita berangkat sekarang saja. Saya akan mengikuti mobil tuan, dan nona muda dari belakang dengan mengendarai mobil saya sendiri, ” sahut Ben memberi saran karena jarak Hotel tersebut akan memakan waktu 2 jam kalau macet.
“ Ben, apa kamu tidak berpikir aneh tentang pertemuan ini? ” tanya Cadman curiga.
__ADS_1
“ Tidak sih, nona muda sering melakukan rapat, atau pertemuan di Hotel. Tapi biasanya Hotel pilihan nona muda, bukan dari klien atau Investor, ” jelas Ben, membuat Cadman semakin curiga.
“ Oh…kalau gitu mari kita gerak sekarang, ” ajak Cadman berusaha menenangkan pikiran buruk hampir menguasai hati dan pikirannya.
“ Iya, ” sahut Ben patuh.
Cadman dan Ben berjalan menuju mobil mereka masing-masing. Sesampainya di dalam mobil, Cadman melirik ke wajah cantik Yamuna sedang di tekuk.
“ Kamu cemburu? ” tanya Cadman.
“ Tidak, ” sahut Yamuna kikuk.
“ Kalau kamu tidak cemburu, berarti kamu belum jatuh cinta kepadaku? ” goda Cadman.
“ Ha ha ha, cinta, ” ucap Yamuna di tengah tawa canggungnya.
“ Ya sudah lupakan saja. Sekarang aku akan menghantarkan kamu ke Hotel tempat Presdir lumpuh itu ingin ketemuan, ” jelas Cadman, ia menghidupkan mesin mobil dan melajukan nya meninggalkan parkiran Perusahaan, di ikuti mobil Ben dari belakang.
Sejenak suasana di dalam mobil Cadman dan Yamuna terasa canggung. Sesekali bola mata mereka saling melirik secara diam-diam dari ujung ekor matanya. Karena merasa bosan selalu curi-curi pandang. Cadman mencoba mengalah, dan mulai membuka mulut.
“ Aku tidak akan memaafkan kamu, sebelum kamu membuktikannya jika kamu bukan pria yang suka tidur dengan seorang wanita. Tapi, aku akan berusaha melupakan foto itu, ” sahut Yamuna gengsi. Sebenarnya setelah menguping pembicaraan Cadman dan Chandra saat bertelepon, serta melihat raut wajah Cadman terlihat frustasi saat panggilan telepon berakhir. Yamuna sudah memaafkannya. Tapi karena gengsi, Yamuna pura-pura masih marah.
“ Huuuh…baiklah, ” dengus Cadman sedikit lega, meski belum mendapatkan maaf. Cadman tetap merasa lega karena Yamuna sudah mau melupakan tentang foto tersebut.
“ Tapi…”
“ Tapi kenapa? ” sela Cadman cepat.
“ Tidak jadi, ” sahut Yamuna menggantung ucapannya. Tangannya Yamuna mengepal roknya, kepalanya tertunduk bingung, ‘Sebenarnya aku ingin mengatakan jika aku sepertinya mulai mencintai kamu. Dan aku juga sangat cemburu melihat wanita terus menatap dan menganggumi kamu seperti tadi. Aih….kenapa baru sekarang aku merasakan jatuh cinta seperti ini. Apakah ini yang dinamakan jatuh cinta pada pandangan pertama,' batin Yamuna sedikit gusar.
“ Yamuna, nanti kamu hati-hati ya, ” pesan Cadman kuatir, membuat Yamuna terkejut.
“ Eh..ke-kenapa aku harus hati-hati? ” tanya Yamuna bingung.
“ Nggak tahu, entah kenapa hatiku merasa was-was, ” jelas Cadman tentang perasaannya mengingat pertemuan Yamuna di Hotel.
__ADS_1
“ Kamu tenang saja, ada Ben bersamaku, ” sahut Yamuna, wajahnya menatap Cadman, disertai senyum manis di wajah cantiknya.
“ Iya deh, ” ucap Cadman mencoba memikirkan hal baik.
Karena jalan sudah sedikit sunyi, dan hari mulai gelap. Cadman menambah kecepatan mobilnya. Setelah menempuh waktu 1 jam setengah perjalanan, akhirnya mobil Cadman, Yamuna, dan Ben sudah sampai di parkiran Hotel.
“ Aku turun ya, aku masuk duluan dengan Ben, ” ucap Yamuna meminta izin kepada Cadman.
“ Iya, kamu hati-hati ya. Aku akan menunggu kalian di sini saja. Kalau ada hal buruk menimpa kamu, segera telepon aku! ” tegas Cadman memberi pesan kepada Yamuna.
“ Hem, ” sahut Yamuna mengangguk, senyum manis terlintas di wajah cantiknya.
Yamuna turun dari mobil, ia segera mendekati Ben sedang berdiri di depan mobil Cadman. Lalu berjalan meninggalkan Cadman, sedangkan Cadman hanya bisa diam menatap kepergian Yamuna dari dalam mobil. Setelah melihat Yamuna, dan Ben sudah menghilang dari pandangannya. Cadman segera menelepon Chandra.
Tutt!!tut!!
📞[ “Halo tuan muda, ada apa? ” ] tanya Chandra.
📞[ “ Coba kamu cari tahu Presdir muda yang lumpuh dari Negeri ini. ” ] perintah Cadman.
📞[ “ Tunggu sebentar tuan muda. ” ] sahut Chandra, terdengar suara ketikan keyboard dari via telepon.
📞[ “ Di kota ini tidak ada Presdir muda yang lumpuh, tuan muda. Tapi, dari kota lain ada. ” ] jelas Chandra setelah mendapatkan informasi.
📞[ “ Siapa namanya? ” ] tanya Cadman.
📞[ “ Namanya tidak di jelaskan. Namun, dia hanya memiliki inisial ‘Z’. Dan Presdir muda itu tidak mengalami kelumpuhan dari kecil, melainkan mengalami kelumpuhan baru-baru ini saja. Dan….sepertinya dia adalah Presdir yang terkenal paling kejam. ” ]
📞[ “ Maksud kamu paling kejam gimana? ” ] tanya Cadman semakin penasaran.
📞[ “ Dia pernah membunuh wanita yang paling ia cintai, dan beberapa orang terdekatnya. Tapi pembunuhan ini tidak bisa diproses, karena Presdir ini sangat pintar, dan ahli di bidang apa pun. Itu saja yang dapat saya temukan di dalam program rahasia milik saya. Kenapa tuan menanyakan tentang Presdir ini? ” ] tanya Chandra.
📞[ “ Gawat, berarti Yamuna dalam bahaya. Aku matikan teleponnya. ” ]
Cadman langsung mematikan teleponnya. Ia segera turun, dan berlari masuk ke dalam Hotel.
__ADS_1
...Bersambung...