SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 39. Kepergian Cadman dan Bungkam


__ADS_3

2 hari sudah berlalu pasca Yamuna mengalami ke guguran. 2 hari juga Yamuna tinggal bersama dengan Cadman di Vila milik Cadman.


Untuk memperbaiki tubuh lemahnya, pasca mengalami keguguran. Yamuna dan Cadman kini sedang melakukan olah raga ringan di belakang rumah. Terlihat Yamuna sedang melakukan Yoga, dan Cadman sedang mengadu kekuatan dengan melakukan pukulan tinju memakai samsak.


Bug!bug!


Mendengar suara pukulan tinju cukup nyaring di kedua telinga Yamuna. Yamuna tadi sedang fokus Yoga dengan memejamkan kedua matanya, kini kedua kelopak mata itu perlahan terbuka, dan mengintip Cadman.


‘Kalau dilihat-lihat dari samping. Kenapa wajah Cadman mengingat aku tentarng seorang pria yang pernah berbuat baik kepadaku. Tapi siapa namanya ya? kok aku lupa!’ batin Yamuna.


Saat Yamuna terus memandang ke arah Cadman. Tanpa sadar, Cadman membuka baju kaos basahnya, dan menyingkap poni bagian depannya hingga membuat serpihan keringat bercucuran ke bawah.


Perbuatan Cadman langsung saja membuat Yamuna terpesona. Kedua bola mata Yamuna langsung membulat sempurna, “ Wah! Tampan sekali, ” gumam Yamuna merasa kagum melihat ketampanan Cadman.


Menyadari jika Yamuna memperhatikan dirinya. Cadman langsung menggulung baju basahnya, dan melemparkan ke wajah Yamuna.


Bam!


“ Akh! Asam sekali baju ini!! ” teriak Yamuna.


Yamuna langsung membuang baju Cadman ke tanah. Merasa jijik terkena keringat Cadman menempel di wajahnya. Yamuna segera beranjak pergi, dengan mulut terus menggerutu, dan tangan sesekali meraup wajahnya.


“ Lucu juga, ” gumam Cadman saat melihat tingkah jijik menggemaskan dari Yamuna.


Saat Cadman masih memikirkan tingkah lucu Yamuna. Ponsel milik Cadman terletak di atas meja berdering.


Drrtt!!drtt!!!


Kedua kaki Cadman segera berlari mendekati meja. Melihat panggilan telpon atas nama ‘Papa Yoan Ren’. Sejenak Cadman menarik nafas panjang, lalu menekan tombol hijau.


📞[ “Halo, Pa?” ] tanya Cadman.


📞[ “Segera pulang, karena Papa ingin membahas tentang pengajuan kamu!” ] tegas Yoan.


📞[ “Baik.” ]

__ADS_1


Cadman segera mematikan ponsel miliknya. Tangannya menggenggam erat ponsel miliknya, lalu berjalan masuk ke dalam rumah.


“ Tadi siapa yang menelpon? ” tanya Yamuna baru saja keluar dari dalam kamar mandi.


Melihat Yamuna hanya berbalut handuk, Cadman langsung menutup kedua matanya, “Hei-hei. Apa-apaan ini! apa kamu sedang menggodaku?!”


“ Idih, ngarep banget kamu! Justru aku baru siap mandi. Lagian kamu ada-ada saja, punya uang banyak buat Vila memiliki kamar mandi dengan kamar terpisah. Nggak modal! ” ketus Yamuna.


“ Na-namanya aku tidak pernah berpikir jika suatu saat aku akan membawa wanita ke sini,” ucap Cadman sedikit canggung.


“ Nggak mungkin. Anak orang kaya macam kamu masak nggak pernah bawa wanita nginap bersama kamu. Masa kamu kalah dengan Farran. Iihh…omong kosong kamu aneh! ” sahut Yamuna.


Setelah mengejek Cadman, Yamuna pun melangkah pergi menuju kamar miliknya. Saat kedua kaki Yamuna hampir sampai di depan pintu kamar, Cadman menarik tangan Yamuna dan memeluk Yamuna sangat erat.


“ Eh…apa-apa ini?!v”


“ Diamlah. Aku ingin meminta kekuatan kepada kamu, sebelum aku berjumpa dengan Papa, ” sahut Cadman sendu.


“ Pasti kamu gugup karena kamu ingin segera menikah dengan Yasmin? ” Yamuna membelai punggung Cadman, dan berkata, “Kamu tidak boleh panik. Kamu harus tenang, dulu aku juga sama seperti kamu. Saat aku di jodohkan dengan Farran, aku terus berpikir bagaimana kehidupanku setelah menikah dengan pria tersebut. Tapi mendiang Ayah terus menguatkan aku, dan berkata jika pria pilihannya adalah pria yang terbaik yang bisa melindungi aku. Dan aku terus mensuges pikiran dan hatiku, hingga pada akhirnya aku merasa sakit atas pernikahan ini. Eh…tapi aku tidak berkata jika Yasmin sama dengan Farran. Ka-kamu tidak boleh memikirkan hal yang sama denganku. Aku sangat yakin pasti pernikahan ka…”


“ Sudah gila! ” teriak Yamuna.


Yamuna pun berlari masuk ke dalam kamar, dan mengunci pintu dari dalam.


Melihat Yamuna berlari dengan wajah memerah. Bibir Cadman mengulas senyum tipis, jari jempol mengusap bibir bawahnya.


“ Lucu juga. Melihat kamu seperti ini aku jadi semakin yakin ingin memiliki kamu seutuhnya, ” gumam Cadman.


.


.


Sambil memaki bajunya, Yamuna terus teringat dengan ciuman lembut diberikan oleh Cadman. Merasa pikiran negative hampir merasuk di pikirannya. Yamuna menggelengkan kepalanya, “ Sadar Yamuna. Kamu harus sadar, dan kamu harus hati-hati terhadap Cadman, ” gumam Yamuna memperingatkan dirinya sendiri.


Tok!tok!

__ADS_1


Suara ketukan membuat Yamuna terkejut.


“ Yamuna, ” panggil Cadman dari luar.


“ Iya, ” sahut Yamuna sedikit meninggikan nada suaranya.


“ Aku mau pergi ke kota. Kamu di rumah hati-hati, kunci pintu depan, dan jangan kasih masuk siapa pun orang yang tidak kamu kenal. Dan jangan kemana-mana sampai aku pulang, tentang makan siang sudah aku siapkan dan aku letakkan di dalam kulkas. Jika kamu lapar, kamu tinggal makan saja, ” ucap Cadman.


“ Iya, kamu tenang saja, ” sahut Yamuna.


“ Kalau gitu aku pergi dulu, ” pamit Cadman.


“ Hem! ” sahut Yamuna.


Setelah berkata seperti itu tidak terdengar lagi suara Cadman dari depan pintu. Yamuna sudah siap memakai baju perlahan membuka pintu kamar, kepalanya mengulur , dengan kedua mata menatap sekeliling ruangan.


Bruum!


Terdengar suara mobil Cadman meninggalkan Vila.


“ Akhirnya dia pergi juga. Kalau gitu aku harus mengunci pintu depan dan belakang. Setelah itu aku harus beristirahat, agar tenanga ku bisa kembali pulih. Dan aku sudah tidak sabar menunggu kabar dari Ben. Apakah dia sudah berhasil mengumpulkan 12 pria. Kalau Cadman pulang sebaiknya aku pinjam ponsel miliknya, dan bertanya kepada Ben apakah dirinya sudah berhasil mencari 12 pria tersebut, ” ucap Yamuna sendiri.


Merasa tubuhnya masih lelah, Yamuna pun kembali masuk ke dalam kamar, dan lupa mengunci pintu depan dan belakang sesuai dengan perintah Cadman.


30 menit sudah berlalu, Yamuna masih tertidur belum juga bangun. Sementara dari kejauhan terdengar suara kaki melangkah mendekati Vila.


Srek!!srek!


Langkah kaki itu pun terhenti tepat di samping jendela kamar Yamuna. Terlihat dari balik jendela ada sepasang mata mengintai tidur nyenyak Yamuna. Lalu pria tersebut memutar arah kakinya masuk melalui pintu depan, dengan berpura-pura seperti sedang mengantar kayu bakar.


Perlahan tangan pria tersebut mendorong handel pintu, lalu mengunci pintu dari dalam. Pria memakasi scuba hitam perlahan melangkahkan kedua kakinya mendekati kamar Yamuna, dan masuk ke dalam kamar.


Melihat Yamua tertidur hanya memakai baju daster pemberian Cadman. Pria tersebut tersenyum di balik scuba, kedua kakinya dengan cepat mendekati ranjang. Dan langsung membuka mulut Yamuna.


Perbuatan kasar pria tersebut sontak saja membuat Yamuna terbangun, “ Hem! ” ucap Yamuna saat mulutnya di bungkam.

__ADS_1


...Bersambung ...


__ADS_2