SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 118. Kedatangan Mantan Suami


__ADS_3

Awalnya Yamuna menggebu-gebu membeli begitu banyak macam makanan dan minuman manis, sampai makanan dan minuman manis itu datang hingga memenuhi semua meja di ruang kantor miliknya. Yamuna memutuskan untuk membagikannya ke para karyawan, 2 bodyguard, dan kru nya. Sedangkan Yamuna hanya makan SOP buah, es Boba, sama jus alpukat.


" Gimana, enakkan? " tanya Yamuna ke 2 bodyguard, memakan martabak, dan sang pisang.


2 bodyguard mengangguk, " Enak, " ucap 2 bodyguard terpaksa.


Tok! tok!


Sedang asik menikmati makanan manis, pintu ruang kerja di ketuk dari luar.


" Masuk saja, " ucap Yamuna tanpa bertanya siapa tamunya.


Pintu ruangan terbuka, masuk seorang pria dengan wajah sedikit berewok.


" Kamu! " ucap Yamuna terkejut melihat kedatangan Farran, mantan suaminya.


2 bodyguard sigap, mereka berdua berdiri, berjalan mendekati Farran, dan menahan kedua lengan Farran.


" Siapa pria ini nona muda? " tanya bodyguard 1.


" Dia adalah mantan suami ku, " sahut Yamuna tenang.


" Mohon maaf tuan, Anda tidak di perbolehkan masuk oleh Presdir Yoan, dan tuan muda Cadman. Sebaiknya, mari kami antar keluar! " tegas bodyguard 2.


" Oh...jadi sekarang mertua, dan Suami yang mengambil ahli kebebasan kamu? " pancing Farran.


" Maaf, Anda salah, " sahut bodyguard 1, tangannya kembali mengulur ke pintu, " Mari kami antar tuan, " ajak bodyguard 1 kembali sopan.


" Sudah, tidak perlu di usir, biarkan dia di sini. Kalian berdua boleh keluar, " ucap Aulia memberi perintah kepada 2 bodyguard.


" Tapi nona muda...."


" Sudah tenang saja, tidak akan terjadi apa-apa kepada ku. Lagian kalian berdua 'kan menjagaku dari luar, " sela Yamuna lembut, berusaha meyakinkan 2 bodyguard.


" Baik nona muda! " sahut 2 bodyguard patuh.


2 bodyguard balik badan, melangkah pergi keluar dari ruangan Yamuna, dan menunggu di depan pintu ruangan.


Menit selanjutnya, Farran berjalan mendekati Yamuna.


" Banyak uang sekarang kamu, ya? " tanya Farran, ia duduk di sofa kosong sebelah Yamuna.

__ADS_1


" Tentu saja. Bukannya dari dulu aku memang sudah banyak uang! " sahut Yamuna tegas, tangannya kembali menciduk SOP buah dingin, masuk ke dalam mulutnya.


" Sombong sekali kamu sekarang, " ucap Farran tak suka.


"Aku sombong karena aku mampu. Daripada kamu, sudah sombong tapi tidak mampu. Ck," sahut Yamuna di sela tawa mengejek.


Braakk!!!


Farran menggebrak meja, membuat 2 bodyguard mendengar gebrakan meja langsung masuk ke dalam ruangan Yamuna.


" Apa nona muda baik-baik saja? " tanya bodyguard 1 cemas. Bodyguard 2 hanya memandang sinis ke Farran, masih berdiri, tangannya di letakkan di atas meja.


" Tentu, aku baik-baik saja. Pria ini tadi hanya memukul nyamuk yang ada di atas meja, " sahut Yamuna berbohong.


2 bodyguard seperti tidak percaya, mereka terus memandang sinis ke Farran.


" Apa! nggak percaya kalian? " bentak Farran.


" Pergilah, jika ada hal buruk, aku pasti akan memanggil kalian berdua, " pinta Yamuna sopan ke 2 bodyguard.


" Baik, nona muda, " sahut 2 bodyguard patuh.


2 bodyguard kembali keluar dan menutup pintu sedikit, memberi celah agar bisa menguping percakapan Yamuna dan Farran. 2 bodyguard terpaksa melakukan hal itu karena mereka takut akan amukan Yoan, jika mereka tidak becus menjaga Yamuna.


" Aku tahu kamu adalah tamu di sini. Tapi alangkah baiknya jika tamu bisa bersikap sopan di rumah tuannya, " tegur Yamuna sopan.


" Baiklah, " sahut Farran patuh, menurunkan kedua kakinya ke bawah.


"Jadi, apa maksud kedatangan kamu ke sini?" tanya Yamuna tanpa basa-basi.


" Aku ingin meminta uang mahar yang sudah aku belikan kepada kamu dulu! " sahut Farran tanpa rasa malu.


" Ha ha ha...uang mahar ya, " ucap Yamuna di sela tawa mengejek.


" Kenapa kamu tertawa? " tanya Farran tak suka.


" Tidak-tidak, aku jadi lucu aja. Setahu aku, uang mahar itu tidak bisa di minta kembali, " sahut Yamuna tenang, tangannya mengambil es Boba, dan menyeruputnya, " Enak juga ternyata, " ucap Yamuna, meletakkan kembali es Boba di atas meja.


" Yamuna, aku tidak bercanda! " ucap Farran menekan nada suaranya, tangannya mengulur, " Kembalikan mahar yang sudah aku beli. Kita sudah bukan lagi sepasang suami-istri, dan kamu tidak berhak menikmati mahar pernikahan itu! " pinta Farran memaksa.


"Sayangnya aku tidak pernah menikmatinya, dan aku tidak sudi memakai pemberian kamu!" tegas Yamuna.

__ADS_1


Farran tersulut emosi langsung mendekati Yamuna, tangannya menggenggam leher Yamuna, membuat Yamuna menengadah.


" Jangan main-main kamu! aku lagi butuh uang, dan aku sangat membutuhkan mahar yang pernah aku berikan kepada kamu! " ucap Farran menekan nada suaranya, dan mengeratkan genggaman tangannya.


" Ka..mu ingin membunuhku? " tanya Yamuna terputus, kedua matanya mulai berkaca-kaca saat merasa tenggorokan nya kehilangan asupan udara masuk.


" Iya, agar tidak ada seorang pun yang bisa mendapatkan kamu, dan harta milik kamu. Tapi sebelum kamu aku habisi, sebaiknya aku nikmati sebentar, " sahut Farran, tangan tadi menggenggam leher Yamuna kini beralih membungkam mulut Yamuna.


' Sudah tidak waras! ' batin Yamuna tenang.


Merasa perlakuan Farran sudah di ambang batas wajar, karena tangannya mulai masuk ke dalam rok Yamuna. Yamuna menyepak Farran, sampai punggungnya menyentuh pinggiran meja.


Brak!!!


" Ada apa nona muda? " tanya 2 bodyguard, masuk ke dalam ruangan.


" Usir pria ini dari sini. Tadi dia mencoba melecehkan aku! " perintah Yamuna.


Walau sudah di cekik, dan dilecehkan, Yamuna tetap terlihat tenang, dan tidak merasa takut sama sekali.


2 bodyguard langsung mendekati Farran, menggenggam kedua lengan Farran.


Bug!


Pukulan ke perut Farran.


" Berani sekali Anda macam-macam dengan nona muda! " hardik bodyguard 1.


" Uhuk...Yamuna, kembalikan mahar yang sudah aku berikan kepada kamu, " pinta Farran lemah.


" Kamu pasti ingat uang 500 juta yang pernah kamu minta kepadaku? kalau kamu sudah melupakan nya, maka ingatlah sekarang. Kalau uang 500 juta itu anggap sebagai mahar yang kamu berikan kepadaku. Jika kamu masih ingin meminta mahar yang kamu berikan kepadaku. Kamu juga harus ingat, bukankah Mahar itu yang memegang Mama kamu, Caden! " tegas Yamuna, mengingat kan Farran kalau setelah mengucapkan janji suci, mahar sesungguhnya tidak diberikan kepada Yamuna, karena waktu itu Yamuna langsung berduka, dan sibuk mengurus kematian Jordan.


" Tidak mungkin Mama melakukan itu kepadaku! "


" Kalian berdua, cepat usir pria tak berguna ini. Aku sudah muak melihatnya. Dan jangan biarkan siapa pun masuk ke dalam kecuali, tamu yang sudah membuat janji kepada ku! " tegas Yamuna memberi perintah.


" Baik, nona muda, " sahut 2 bodyguard patuh.


2 bodyguard menyeret Farran keluar dari ruangan Yamuna.


" Yamuna! aku pastikan kamu akan menyesal setelah ini. Aku bersumpah akan menghancurkan rumah tangga kamu! " teriak Farran, menghilang dari balik pintu ruangan miliknya.

__ADS_1


Yamuna memegang lehernya terasa panas dan perih, " Kenapa rasanya sakit sekali. Aku harap tidak membekas, " gumam Yamuna mengingat genggaman erat tangan Farran di lehernya tadi.


__ADS_2