
Yamuna berjalan masuk ke dalam ruang dapur, ia berdiri di hadapan Yuyun. Dadanya terlihat naik turun seperti menahan emosi. Yamuna terus menatap tajam ke Yuyun, sedangkan Yuyun terlihat panik dan bingung.
‘ Gawat. Apa wanita ini sudah mengetahui tentang apa yang sedang aku lakukan. Dan kenapa wanita ini tidak jadi pergi. Ck, sial! Gagal deh untuk membunuhnya, ’ batin Yuyun.
‘ Ya ampun, hampir saja aku kelepasan untuk memaki wanita ini. Aku harus tahan, aku harus tahan sampai kami bisa membongkar kedoknya. Jika aku memaki dan mengusirnya hanya karena ia memutus kabel rem mobil milikku. Bisa-bisa nanti Papa mertua tidak percaya. Sabar…iya, aku harus sabar. Sebaiknya aku ke kamar, aku akan berbicara kepada Cadman tentang hal ini, ’ batin Yamuna, ia berusaha mengontrol amarahnya.
Yamuna menunduk, ia berulang kali menarik nafas panjang, merasa sudah cukup tenang dan hatinya lega. Yamuna mengangkat wajahnya, “ Yuyun, lain kali kamu harus bersikap sopan kepada Bibi Ratna. Kenapa kamu duduk santai, menikmati teh di sini, sedangkan Bibi Ratna bekerja sendiri. Sekarang kamu bantu Bibi, agar pekerjaan cepat selesai, ” ucap Yamuna berusaha tenang.
“ Huuftt! Saya pikir kenapa nona muda teriak-teriak. Ternyata hanya untuk menegur saya, ” sahut Yuyun, tangannya mengelus dadanya, “ Hampir saja jantung saya lepas. Baik, saya akan bantu Bibi, ” sahut Yuyun.
Yamuna tidak berkata apa pun lagi, ia balik badan, melangkah pergi meninggalkan ruang dapur. Begitu Yamuna pergi, Yuyun menghentakkan kedua kakinya di atas lantai.
“ Kesal-kesal. Kenapa sih, wanita itu tidak jadi pergi. Kalau tadi dia pergi pasti yang pulang nanti adalah jasadnya..”
“ Astaqfirullah al-adzim. Huusstt…istiqfar dek. Kamu cantik loh, kenapa kamu ingin melakukan perbuatan jahat kepada nona muda Yamuna? ” tegur Bibi Ratna, tidak tahan terus-menerus mendengar ucapan dan rencana jahat Yuyun.
Yuyun balik badan, kakinya perlahan mendekati meja dapur, “ Hei, wanita tua! Jangan ikut campur dengan urusan ku. Kalau kamu masih ingin bekerja di sini, dan masih ingin lidah kamu tetap utuh di dalam. Lebih baik kamu diam! ” hardik Yuyun.
Bibi Ratna menutup mulutnya dengan kedua tangan, matanya berkaca-kaca menatap wajah suram Yuyun.
‘ Wanita ini benar-benar sangat jahat. Ya, Allah. Aku mohon lindungi nona muda Yamuna dari perbuatan jahat wanita ini, ’ batin Bibi Ratna memberi doa terbaik buat Yamuna.
Yuyun mengambil gelas berisi teh herbal masih hangat, dan meminumkannya kepada Bibi Ratna, “ Minum…minum dan habiskan biar aku tidak di bilang enak-enak minum sendiri! ” desak Yuyun memberi minum teh herbal kepada Bibi Ratna, sampai minuman tersebut menumpahi baju Bibi Ratna.
“ Hentikan! ” teriak Bibi Ratna, tangannya mendorong tangan Yuyun, membuat badan Yuyun mundur 2 langkah ke belakang.
“ Oh…bisa memberontak juga kamu! ”
__ADS_1
“ Kamu wanita yang sangat jahat. Allah sudah memberikan paras yang cantik, tapi kamu malah menyalah gunakannya. Ingat dek! Jika kamu tidak bertaubat, maka Allah akan memberikan kamu hukuman yang setimpal dengan perbuatan kamu. Karena kamu telah menyakiti saya, menyakiti orang tua! ” ucap Bibi Ratna di sela tangisnya.
Tidak tahan dilakukan kasar seperti itu, dan bajunya juga basah. Bibi Ratna balik badan, kakinya melangkah cepat meninggalkan ruang dapur, menuju kamarnya untuk mengganti baju.
.
.
💫Di sisi lain💫
Brak!
Cadman menggebrak meja kerjanya, “ Berani sekali wanita itu melakukan hal keji kepada Bibi Ratna. Aku harus segera pulang, aku harus segera mengusirnya dari rumah, ” ucap Cadman kesal, ia kesal saat terus memantau rekaman CCTV rumah terhubung dengan tab miliknya.
Cadman menutup laptop miliknya, memasukkan tab ke dalam tas tangan miliknya. Cadman melangkah pergi keluar ruang kerja miliknya, ia terus berjalan melewati meja Chandra dengan raut wajah suram. Namun, langkah kakinya terhenti saat ada tangan tegap menahan bahunya dari belakang.
Cadman menoleh ke samping, matanya tertuju pada genggaman tangan Chandra di bahu kanannya, “ Lepaskan tangan kamu dari bahu ku. Aku sudah tidak tahan terus melihat perbuatannya kepada Bibi Ratna. Wanita itu sudah tidak berhak lagi untuk bekerja atau menetap di rumah Papa! ”
“ Tapi wanita itu belum melakukan hal buruk kepada nona muda ‘kan? ”
“ Sudah, tapi untungnya ada Yasmin yang sudah mencurigai gerak-geriknya. Jadi Yamuna masih bisa terselamatkan dari maut, karena ulah wanita itu, ” sahut Cadman, ia mengingat kejadian dimana Yuyun berhasil memotong sedikit kabel rem mobil milik Yamuna, terekam jelas oleh rekaman CCTV.
“ Tapi, tetap saja nona muda masih selamat 'kan? ” tanya Chandra membuat Cadman geram.
Cadman balik badan, ia berdiri menghadap Chandra, menatap Chandra dengan tatapan suram, “ Apa maksud kamu! Apa kamu menginginkan Istri yang sedang mengandung anakku itu celaka?! ” teriak Cadman.
“ Bu-bukan itu maksud saya. Jangan marah-marah dulu dong. Kalau tuan muda mengusir wanita itu secepat ini, maka tuan muda tidak akan bisa menikmati semua permainan yang sedang ia mainkan. Coba bertahan sedikit lagi. Untuk sementara ini, tuan muda cukup menyimpan semua barang bukti dari pantauan CCTV, dan pura-pura tidak tahu tentang semua kejadian yang pernah ia lakukan kepada nona muda, dan Bibi Ratna. Jangan buru-buru untuk mengeluarkan wanita itu dari rumah, ya…tuan muda, ” pinta Chandra setengah memohon dengan arti berbeda.
__ADS_1
“ Kamu mau melakukan apa dengan wanita itu? ” tanya Cadman penuh selidik.
“ Ti-tidak, hanya hukuman ringan saja, ” sahut Chandra gugup.
“ Jujur? ” tanya Cadman menekan nada suaranya.
“ Baik..baiklah. Sebenarnya saya tidak tertarik untuk menghukum wanita seperti, menjebloskan nya ke dalam sel tahanan. Karena kalau sudah masuk situ pasti bisa keluar, dan terus jika tidak ada uang, maka wanita itu akan melakukan hal yang sama lagi dengan mangsa baru. Saya jadi kasihan dengan mangsa baru itu. Kalau orang seperti wanita itu sempat mengatakan kata ‘taubat’ setelah ia tertangkap. Saya tidak percaya. Lebih bagus saya yang menghukumnya. Apa tuan muda setuju? ” jelas Chandra dengan tujuannya.
“ Ck, terserah kamu. Dasar psikopat, ” gerutu Cadman.
“ Tuan muda, paket guling sudah sampai. Saat ini sudah meja resepsionis. Apa perlu saya ambilkan? ” tanya Chandra mengingatkan Cadman atas pesanannya.
“ Tidak perlu, aku saja yang mengambilnya. Karena hari ini tidak banyak pekerjaan, sebaiknya aku pulang saja. Aku ingin makan siang bersama dengan Yamuna di rumah. Aku titip Perusahaan sama kamu, ” ucap Cadman.
“ Tuan muda, saya ikut. Saya ingin melihat wanita itu dari langsung, ” bujuk Chandra penasaran dengan bentuk asli Yuyun.
“ Tidak…tidak. Aku mau berduaan dengan Yamuna. Entar kalau ada kamu jadinya mengganggu waktu berduaan kami lagi, ” tolak Cadman.
“ Baiklah, kalau gitu saya akan sabar sampai waktu itu tiba, ” ucap Chandra terdengar yakin.
“ Pasti kamu sedang memikirkan hal aneh, ” gumam Cadman.
"...." Chandra hanya senyum-senyum sendiri.
Cadman tidak berbicara lagi kepada Chandra. Cadman kini melangkah pergi meninggalkan Chandra masih serius dengan pikiran anehnya.
...Bersambung ...
__ADS_1