
Seperti perkataan Yoan untuk mengantar Yamuna ke Perusahaan milik Cadman. Kini mobil milik Yoan sudah terparkir di depan teras Perusahaan milik Cadman.
“ Yamuna, kamu turun duluan, dan berikan bubur ayam, beserta minuman herbal yang masih hangat kepada Cadman, ” pinta Yoan, tangannya memberikan plastik berisi kotak bubur ayam, dan minuman teh herbal di dalam botol berbahan stainless.
“ Baik Pa, ” sahut Yamuna menerima plastik berisi kotak bubur ayam, dan minuman teh herbal di dalam botol berbahan stainless. Yamuna membuka seatbelt, “ Aku turun duluan Pa, ” sambung Yamuna.
“ Iya, Papa mau parkir mobil dulu, ” sahut Yoan.
Yamuna turun dari mobil, setelah itu mobil milik Yoan melaju menuju tempat parkiran mobil.
Yamuna kini berdiri di depan pintu Perusahaan, “ Tenang, ” gumam Yamuna, ia berusaha menetralkan pikirannya.
Merasa sudah cukup tenang, Yamuna melangkah memasuki Perusahaan Cadman. Begitu sampai di dalam Perusahaan, semua mata karyawan menatap Yamuna sedang berjalan dengan tatapan penuh tanya, dan terlihat kegelisahan di dalamnya. Yamuna hanya bisa diam, dan berusaha tenang. Yamuna terus berjalan menuju lift, dan masuk. Yamuna menekan angka nomor 3, lift pun terasa berjalan naik ke atas. Menit berikutnya pintu lift terbuka.
Yamuna melangkah keluar, dengan hati mulai was-was. Yamuna memutar arah langkah kakinya menuju koridor di sisi kanan. Karena keheningan di koridor ruangan Cadman, terdengar suara sepatu hak tinggi Yamuna.
Tap!tap!
Suara hentakan tumit seirama terdengar cukup menenangkan, di saat hati, dan pikiran mulai kacau. Di tambah terlihat Chandra sedang berdiri mondar-mandir di depan ruangan milik Cadman.
“ Pagi menjelang siang, Chandra, ” sapa Yamuna lembut, membuat Chandra terkejut.
“ No-nona mu-muda, ” ucap Chandra terbata-bata, dengan raut wajah panik dan pucat.
“ Kamu sakit? ” tanya Yamuna berusaha tenang, setelah ia mengerti maksud dari ekspresi wajah Chandra.
“ Ti-tidak, sa-saya hanya…”
“ Apa Cadman ada di dalam? ” sela Yamuna masih berusaha tenang, bola matanya melirik ke ruangan Cadman terlihat dari luar tirai menutup semua dinding kaca miliknya. Membuat darah Yamuna mendidih, dan pikirannya mulai kacau.
“ A-ada, ta…”
“ Oh, terimakasih, ” sela Yamuna kembali memutus ucapan Chandra.
Yamuna mendorong handle pintu, kaki kananya pun masuk ke dalam ruangan Cadman. Sejenak kedua bola mata Yamuna membulat sempurna saat melihat baju kemeja Cadman terlihat 3 kancing baju bagian atasnya terlepas, dan gesper celananya terlihat terbuka, bukan itu saja, Cadman juga terlihat sedang menindih tubuh Subandari.
Tidak ingin terlihat rapuh, Yamuna berusaha tersenyum, meski hatinya kini terasa hancur berkeping-keping.
__ADS_1
Cadman menyadari kedatangan Yamuna, langsung melompat dari tubuh Subandari. Wajahnya terlihat panik saat melihat senyum paksa Yamuna, dengan raut wajah terlihat dingin.
“ Ya-Yamuna, a-aku bisa jelaskan, ” ucap Cadman gugup.
“ Tuan muda, maafkan saya, ” sambung Chandra terburu-buru, ia sedikit menundukkan kepalanya dari depan pintu.
Mendengar perkataan Chandra, Yamuna semakin yakin jika Chandra sepertinya ingin bermain gila di belakangnya. Hati Yamuna semakin hancur hingga tak berbekas. Pria selama ini ia percayai akan setia, dan tidak akan main gila, ternyata sama dengan mantan Suami pertamanya, Farran.
“ Oh…ternyata ini nona besar kecintaan milik tuan muda Cadman Ren, ” ucap Subandari, ia bangkit dari sofa. Membenarkan rambutnya terlihat berantakan.
Yamuna berjalan masuk dengan tenang, lalu menjawab, “ Iya, ” langkah kaki Yamuna terhenti di depan Cadman, dan Subandari, “Aku tidak menyangka jika kita bisa bertemu di sini. Di saat kamu dan Suamiku sedang ingin bercumbu. Ha ha ha, maafkan aku, ya!” sambung Yamuna di sela tawa sumbang nya.
“ Yamuna, kamu salah paham, aku tadi….”
“Kok kamu harus meyakinkan Yamuna untuk tidak mempercayai apa yang baru saja ingin kita lakukan. Bukannya tadi dengan kasar kamu menarik ku tidur di sofa, saat aku ingin pergi. Kenapa kamu mendadak amnesia, sih!” sela Subandari berbohong, membuat Yamuna sangat murka, dengan wajah terlihat gelap, dan segaris senyum kaku tercetak.
“ Jangan menyebar fitnah kamu, Subandari. Kamu yang sudah menarik kasar baju kemeja bagian depanku, sampai kancing baju kemeja ku terlepas, dan gesper milikku. Apalagi yang mau kamu manipulasi? ” jelas Cadman mencoba meluruskan ucapan Subandari.
“ Terus, kenapa tidak kalian lanjutkan. Aku ingin melihatnya sekarang, ” pinta Yamuna terdengar dingin, dan wajah Yamuna semakin gelap. Yamuna juga berjalan mendekati sofa, dan duduk dengan gaya anggun.
Cadman mendekati Yamuna, ia pun berlutut di hadapan Yamuna. Mengambil kedua tangan Yamuna. Namun, Yamuna menepis tangan Cadman.
“ Sayang, dengarkan aku! Wanita itulah yang memulai semuanya, dan aku tidak ingin melakukan apa pun pada dirinya! ” jelas Cadman berusaha meyakinkan Yamuna, jari telunjuknya mengarah ke baju Subandari, “ Lihat, baju wanita itu saja masih utuh. Karena aku memang tidak menyentuhnya, ” jelas Cadman kembali.
“ Aku tahu, ” sahut Yamuna singkat.
“ Cik…cik.cik..dasar lelaki. Kenapa kalian harus terus menyalahkan seorang wanita ketika kalian ketahuan selingkuh. Sudah jujur saja kenapa jika kamu tadi ingin tidur bersamaku, setelah kamu mengatakan jika mendiang Zahfar pernah tidur dengan Yamuna, dan kamu sebenarnya jijik dengan tubuh Istri kamu! ” sambung Subandari semakin membuat wajah Yamuna gelap, di campur dingin dan ucapan Subandari membuat Chandra, Cadman, dan Yoan baru saja sampai di depan pintu terkejut.
Darimana wanita ini mengetahui kejadian buruk menimpa Yamuna 1 minggu lalu. Seingat mereka, hanya Cadman, Chandra, Ben, Yoan, dan Yasmin, saja mengetahui aksi perbuatan itu.
“ Hei, kamu sudah lancang berkata seperti itu, kepada nona muda Yamuna! ” bentak Chandra, tangannya menggenggam erat pergelangan tangan Subandari, “ Sekarang sudah habis kesabaranku. Aku harus membawa kamu keluar! ” sambung Chandra menarik paksa Subandari keluar dari ruangan kerja Cadman.
“ Yamuna, percayalah. Cadman dan Farran itu sebenarnya adalah pria yang sama. Kamu jangan mau termakan bujuk rayu manis dari Cadman. Ha ha ha…dasar wanita lemah dan bodoh, ” maki Subandari di sela tawa puasnya.
Pintu ruangan Cadman kini tertutup, di dalam hanya tersisa Yamuna, Cadman dan Yoan.
‘ Gawat. Aku tidak menyangka jika Subandari langsung berbuat ke inti tujuannya. Tapi yang membuat aku penasaran, siapa yang berani memberitahu tentang perbuatan tak senonoh atas perbuatan Zahfar kepada Subandari. Apakah Yasmin? ’ batin Yoan bertanya-tanya. Tatapannya masih lurus ke depan, memandang wajah Yamuna terlihat gelap, dan kedua tangan diletakkan di atas pahanya mengepal erat, bergetar seperti menahan amarah.
__ADS_1
“ Yamuna, aku berani bersumpah tidak berkata seperti itu. Aku juga tidak ada membicarakan tentang kejadian itu kepada siapa pun, ” Cadman mengambil tangan Yamuna. Namun, Yamuna kembali menepisnya.
“ Aku percaya, ” sahut Yamuna singkat.
Yamuna menatap wajah Cadman terlihat bingung, dan panik. Tatapan suram bercampur dingin, serta segaris senyum paksa, sudut bibir bergetar, menahan sesak, dan tangis ingin membludak keluar dari dalam hatinya dan mulutnya. Saking sakitnya, Yamuna sampai lupa bagaimana caranya menangis, dan hanya bisa meneteskan air mata di sela tawa kakunya. Tak lupa, kedua tangannya terus menyeka kasar tetesan air mata di kedua pipinya.
Menyadari jika Yamuna saat ini sangat depresi, dan hancur. Yoan segera mendekati Yamuna, “ Nak, mari kita pulang, ” ajak Yoan lembut. Yoan memegang kedua lengan Yamuna, dan membawanya untuk bangkit dari duduknya.
“ Pa, Yamuna… ”
Yoan langsung mendelik tajam, membuat Cadman berhenti berbicara.
“ Yamuna, kita pulang ke ruma Papa, ” usul Yoan, ia pun membawa Yamuna segera pergi keluar dari ruangan Cadman, dan meninggalkan Cadman berada di dalam ruangannya.
Setelah kepergian Yamuna, dan Yoan. Chandra masuk ke dalam ruangan dengan wajah panik dan bingung.
“ Tu-tuan, kenapa dengan wajah nona muda Yamuna? ” tanya Chandra kepada Cadman bingung.
Prang!!!
Srak!!!srak!!
Cadman tidak menjawab pertanyaan Chandra, ia hanya membuang semua berkas, dan asbak rokok di atas mejanya.
“ Sial! Dasar wanita Iblis beracun. Kau sudah menghancurkan kepercayaan Yamuna kepada ku. jelas-jelas tadi kamu yang sudah menarik aku dari depan sampai aku terhempas ke sofa. Kamu juga duduk di atas tubuhku, dan dengan cepat kedua tangan kotor kamu menarik kancing baju kemeja bagian atas, dan gesper celanaku. Dan satu lagi, siapa yang sudah menceritakan kejadian itu kepada kamu! ” teriak Cadman melampiaskan kekesalannya sendiri.
“ Tuan muda, apa Subandari mengetahui kejadian tak senonoh yang dilakukan oleh Iblis yang sudah mati itu? ” tanya Chandra setelah melihat Cadman berhenti berteriak.
“ Iya! ” sahut Cadman singkat, dan kasar.
“ Siapa pelakunya? ” gumam Chandra dengan dahi mengernyit, mencoba mencari tahu siapa pelaku pembocoran peristiwa itu.
“ Chandra, aku minta kamu segera mencaritahu siapa yang memberitahu wanita Iblis beracun itu. Dan kamu juga harus memperketat keamanan di Perusahaan ku. Dan satu lagi, kamu harus menyuruh semua petugas untuk tak menerima semua para tamu sembarangan masuk ke Perusahaan Ku. Satu lagi, pastikan Aprilia Subandari, beserta keluarganya tidak boleh masuk ke dalam Perusahaan. Apa kamu sudah mengerti?! ”
“ Siap! Saya mengerti, kalau gitu saya akan segera mengerjakan semua perintah tuan, ” sahut Chandra tegas.
Chandra pun segera berbalik, ia keluar dari ruangan kerja Cadman, dan kembali ke meja kerjanya. Sedangkan Cadman sedang berpikir keras untuk mengembalikan kepercayaan Yamuna.
__ADS_1
“ Akh…” teriak Cadman sekali lagi, menengadahkan kepala ke langit ruangan, kedua tangan menarik bagian rambut. Namun, Cadman sedikit lega saat melihat ada beberapa CCTV terpasang di semua sudut ruangannya.
...Bersambung...