SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 64. Aku pusing


__ADS_3

Mendengar teriakan Yamuna, Cadman berlari menuju kamar Yamuna berada di lantai 2. Tangannya menggenggam ponsel dengan lampu menyala untuk penerangan.


“ Yamuna, ” panggil Cadman saat membuka pintu kamar. Kedua mata Cadman membulat sempurna saat melihat Yamuna sedang berjongkok tepat lurusan pintu kamar, kedua tangan menutup wajahnya, tubuhnya gemetar ketakutan. Cadman berjalan mendekati Yamuna, dan memeluk tubuhnya masih bergetar seperti ketakutan, “ Jangan takut, aku sudah di sini, ” sambung Cadman mencoba menenangkan Yamuna.


“ A-aku takut gelap, ” adu Yamuna, wajah menengadah, bola mata ketakutan menatap wajah tampan Cadman.


“ Kamu tenang ya, sudah ada aku di sini untuk menemani kamu, ” ucap Cadman kembali menenangkan Yamuna.


“ Ka-kamu tidak akan pergi jauh dariku, ‘kan? ” tanya Yamuna takut sendirian.


“Tidak, aku akan selalu berada di dekat kamu,” sahut Cadman. Perlahan Cadman membantu Yamuna berdiri, “ Sambil menunggu lampunya hidup, mari kita golek-golek di ranjang, ” sambung Cadman mengajak Yamuna menuju ranjang.


“ Kamu tidak akan melakukan hal buruk kepada ku ‘kan? ” tanya Yamuna di dalam kegelisahan.


“ Aku tidak akan mengambil keuntungan apa pun dari kamu. Kecuali kamu mengizinkannya, ” sahut Cadman menyakinkan Yamuna kalau dia tidak akan melakukan hubungan suami-istri sebelum Yamuna sendiri memintanya.


Yamuna naik ke ranjang, sedangkan Cadman duduk di tepian ranjang.


“ Kamu istirahat di sini dulu. Aku akan menyingkap sedikit kain gorden jendela agar cahaya bulan bisa masuk. Aku juga akan menghubungi pihak PLN untuk menanyakan kapan akan hidup lampunya, ” ucap Cadman.


“ Se-sebaiknya kamu tetap temani aku di sini. Kamu bisa melakukannya di sampingku, ” tahan Yamuna, tangannya menepuk ranjang kosong di sisi kirinya.


“ Kamu yakin mengizinkan aku duduk di sebelah kamu? ” tanya Cadman menyakinkan permintaan Yamuna.


“ Yakin, asal kamu tidak meninggalkan aku dalam gelap, ” sahut Yamuna kuatir akan di tinggal Cadman.


Cadman naik ke atas ranjang, ia duduk di sisi kiri Yamuna.

__ADS_1


“ Karena jam sudah menunjukkan pukul 11:00 malam, sebaiknya kamu tidur saja, ” pinta Cadman, tangannya menarik selimut dan menyelimuti tubuh Yamuna.


“ Aku boleh tidak meminjam paha kamu untuk alas kepalaku? ” tanya Yamuna meminta izin dan memastikan jika Cadman tidak akan meninggalkan nya dalam gelap.


“ Boleh, ” sahut Cadman membenarkan posisi kakinya menjadi lurus. Cadman juga menepuk sebelah pahanya, “ Silahkan letakkan kepala kamu di sini, dan jangan sungkan. Karena hadir ku di hidup kamu memang untuk membuat kamu nyaman, ” sambung Cadman tulus.


Yamuna pun bergerak mendekati Cadman, meletakkan kepalanya di atas paha Cadman.


“ Dulu saat lampu mati, mendiang Ayah yang selalu sigap untuk memelukku. Sekarang aku tidak menyangka jika kamu pun rela melakukan itu kepadaku, padahal kamu adalah orang lain, ” ucap Yamuna sedikit lirih karena teringat dengan mendiang Jordan, membuat air matanya perlahan menetes, lalu cepat-cepat ia menyeka air mata tersebut.


“ Aku memang orang lain yang datang di kehidupan kamu. Status ku sekarang adalah Suami, sekaligus pelindung buat kamu, ” sahut Cadman, kepala tertunduk melihat wajah Yamuna di atas pahanya.


“ Tapi kenapa kamu berbohong? Kamu bilang kamu tidak pernah tidur dengan wanita manapun. Tapi foto itu? ” tanya Yamuna kembali menyinggung foto Yasmin, dan Cadman sedang tertidur bersamaan.


“ Jika aku bilang itu semua ulah Yasmin, apa kamu akan percaya padaku. Pasti tidak 'kan! Bagaimana lagi caraku untuk mengatakan jika aku tidak pernah tidur dengan wanita manapun, agar kamu bisa kembali percaya padaku? ” tanya Cadman menjelaskan dengan nada sedikit frustasi karena Yamuna masih belum percaya padanya.


“ Farran dulu juga berkata seperti itu. Saat ia ketahuan selingkuh, dia selalu menyalahkan selingkuhannya di depanku. Tapi, saat aku tidak ada dihadapannya dia menjelekkan aku kepada selingkuhannya, ” sahut Yamuna teringat dengan perbuatan Farran, membuat Yamuna menjadi sedikit trauma dan masih tidak percaya dengan ucapan Cadman.


“ Yamuna, aku adalah Cadman Ren. Bukan Farran, mantan Suami kamu yang tak berguna itu, ” jelas Cadman menyadarkan Yamuna jika dia bukan Farran. Perlahan Cadman menaikkan dagu Yamuna, dan mencium bibir ranum Yamuna.


Cup!


‘ Maafkan aku, Yamuna. Saat ini aku memang belum bisa membuktikan kebenaran mengenai foto tadi. Tapi tubuh ku bergerak sendiri untuk mencium kamu, aku harap kamu bisa menjadi jauh lebih tenang sekarang, ’ batin Cadman.


Cadman melepaskan ciumannya, jari jempolnya mengusap saliva di bibir bawah Yamuna. Kedua pipi mereka merona, darahnya mengalir deras seperti merasa ada getaran aneh mengalir di tubuh.


“Cadman, kenapa kamu sering mencium ku?” tanya Yamuna penasaran.

__ADS_1


“Karena aku tidak bisa memarahi kamu, aku juga tidak bisa membentak kamu, aku juga tidak bisa menjelaskan apa pun yang di mana kamu tidak mempercayai semua perkataan ku,” sahut Cadman menjelaskan maksud dari ciumannya, tangannya menarik tubuh Yamuna, dan masuk ke dalam pelukannya.


‘ Hangat, dan nyaman. Kenapa saat dia memeluk, dan mencium ku, aku merasakan ada rasa nyaman dan hangat mengalir di seluruh tubuhku, ’ batin Yamuna, kedua kelopak Yamuna perlahan tertutup, ia pun tertidur lelap di dalam dekapan Cadman.


30 menit kemudian lampu kembali hidup. Yamuna pun sudah tertidur lelap, begitu juga dengan Cadman ikut tertidur saat menemani Yamuna. Namun, tidurnya Cadman harus terganggu saat ponsel di dalam saku celananya bergetar.


Drrtt!!


Cadman langsung terbangun, perlahan ia mengganti tangannya menjadi bantal untuk alas tidur Yamuna. Cadman juga menyelimuti Yamuna, lalu turun dari ranjang dengan pelan agar tak membangunkan Yamuna.


📞[ “ Ada apa?” ] tanya Cadman sedikit berbisik kepada Chandra, langkah kaki pelan berjalan keluar dari kamar Yamuna, dan berhenti di depan pintu kamar.


📞[ “ Tuan muda, saya baru saja melihat ada beberapa foto milik Anda sedang tidur bersama dengan Yasmin, tersebar luas di jejaring sosial media. Sebelum saya membereskan hal itu malam ini, saya ingin bertanya. Apakah Anda beneran pernah tidur dengan nona Yasmin?” ]


📞[ “ Tidak. Aku tanya sama kamu! Kamu ingat tidak beberapa bulan lalu saat aku di suruh menjemput Yasmin di Luar Negeri. Saat aku ingin memesan tiket pesawat malam itu juga, tapi aku malah kehabisan tiket yang mengharuskan aku membawa Yasmin beristirahat sampai besok pagi di Apartemen milik Papa?” ] tanya Cadman kembali mengingatkan Chandra.


📞[ “ Iya, saya ingat. Jadi kejadiannya waktu itu?!” ]


📞[ “Iya. Aku sangat yakin dia diam-diam masuk ke dalam kamar ku, dan mengambil kesempatan foto berdua saat aku merasa gerah saat tidur, membuat aku harus tidur tanpa mengenakan baju.” ] jelas Cadman kepada Chandra, tangannya memijat keningnya merasa sedikit pusing karena harus mengurus masalah receh akibat ulah Yasmin.


📞[ “Saya hanya ingin memperingatkan Anda, mulai sekarang tuan muda harus hati-hati karena Yasmin, dan Farran sudah bersatu. Kedua manusia licik itu pasti sedang merencanakan hal besar untuk menghancurkan reputasi sekaligus rumah tangga nona muda, dan tuan muda.” ] ucap Chandra mengingatkan Cadman kalau Farran, dan Yasmin bukanlah manusia baik.


📞[ “Aku sebenarnya sekarang juga sedang bingung. Yamuna sudah melihat foto itu, dan dia tidak percaya kepadaku. Aku harus bagaimana Chandra? aku bingung untuk menjelaskan kepada Yamuna yang pernah memiliki trauma pernikahan karena sering di selingkuhi oleh Farran.” ] ucap Cadman meminta saran kepada Chandra karena dirinya sedang merasa pusing.


📞[ “ Tidak ada saran buat itu tuan muda. Seseorang yang sudah pernah diperlakukan seperti itu, memang akan sangat sulit untuk percaya kepada pasangannya jika hal yang sama muncul kembali. Cara satu-satunya adalah tetap menjadi diri sendiri, dan tunjukkan sikap setia tuan muda. Saya yakin nona muda akan kembali menaruh kepercayaan kepada tuan muda. Karena pekerjaan saya masih banyak, sebaiknya saya akhir panggilan teleponnya. Selamat malam tuan muda, dan selamat berbulan madu.”] putus Chandra mengakhiri panggilan telepon.


“ Heih…bulan madu apaan! ” gumam Cadman menatap layar ponsel sudah mati. Cadman berbalik, “ Sebaiknya aku kembali ke kamar, dan segera menyelesaikan pekerjaanku sebelum pagi menjelang, ” gumam Cadman, kakinya perlahan berjalan menuruni anak tangga.

__ADS_1


Sedangkan Yamuna ternyata sudah terbangun, dan menguping di balik pintu kamar.


...Bersambung...


__ADS_2