SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 145.


__ADS_3

Ucapan Yasmin sontak saja membuat Yamuna terkejut. Hatinya terus bertanya-tanya, kenapa ia dan suaminya tidak mengetahuinya. Apa Papa mertua sengaja menyembunyikannya? Tidak ingin berprasangka buruk kepada Yoan, Yamuna menarik nafas diam-diam, lalu ia kembali mendengarkan cerita Yasmin.


“ Iya, Papa mertua kamu sedang dekat dengan seorang model. Tapi bukan model biasa. Model wanita terkenal bagus, dan tidak pernah macam-macam. Karena pada dasar nya memang terlahir dari kalangan berada, dan memiliki tata kerama dan sopan dan bagus pula, ” jelas Yasmin kembali.


Hati Yamuna sedikit lega karena wanita tersebut adalah wanita baik, dan memiliki tata kerama bagus.


“ Kok aku tidak tahu ada model yang seperti itu? ” tanya Yamuna menyelidik, dan mengetahui model wanita mana dimaksud oleh Yasmin. Karena selama ia memegang Perusahaan dan mencari model buat penerbitan iklan dan pemotretan, ia tak pernah bertemu dengan seorang mode seperti dibicarakan oleh Yasmin.


“ Nanti juga kamu akan tahu, ” ucap Yasmin sembari melahap makanan jepang terakhir di supit miliknya.


“ Kamu tahu darimana? ” tanya Yamuna penasaran.


“ Tahu dari teman model lainnya. Saat mereka melakukan pemotretan untuk bahan Idul Fitri. Sayang nya aku tidak meminta foto wanita itu pada teman ku yang memberitahu ku, ” Yasmin menyikut lengan Yamuna, “ ‘Kan lumayan, lebaran nanti kamu ada Ibu mertua baru. 3 bulan lagi loh kita menjelang lebaran, ” sambung Yasmin menggoda.


“ Puasa aja belum, udah mikir lebaran kamu. Kalau Papa mertua sudah menemukan tambatan hati nya, Alhamdulillah. Jadi dirinya tidak kesepian lagi di rumah dan hari tuanya juga ada yang menemani, ” ucap Yamuna sembari melahap makanan jepang terakhir di supit miliknya, lalu menyeruput es boba.


Setelah selesai makan, Yasmin menumpuk bekas kotak makan mereka, membuangnya ke tempat sampah, kembali duduk bersama Yamuna. Ingin mengobrol sedikit kepada Yamuna sebelum Nissa bangun.


“ Eh…Yamuna, kamu tahu tidak?! ”


“ Tidak, aku nggak tahu apa-apa, ” sahut Yamuna santai.


“ Aku belum berbicara, ” dengus Yasmin.


“ Oh, habisnya kamu bertanya aku tahu tidak. Jadi aku jawab tidak, ” sahut Yamuna tanpa merasa bersalah.


“ Lupakan saja, ada yang ingin aku bahas dengan kamu, ” ucap Yasmin terdengar serius.


“ Apa itu? ” tanya Yamuna ikutan serius.


“ Kapan-kapan kita liburan ke Negeri Sakura yuk?! Aku ingin melihat salju bersama dengan Nissa, ” ajak Yasmin.


“ Aku tidak bisa, Joryan masih terlalu muda pergi perjalanan jauh, dan hanya untuk bermain salju, ” tolak Yamuna sopan.


“ Iya juga sih, jadi kapan kita bisa liburan bersama? ” tanya Yasmin semangat.


“ Tunggu Joryan memasuki umur 1 tahun, atau 2 tahun, ” sahut Yamuna singkat.


“ Okay, ” Yasmin berdiri, “ Kalau gitu aku pamit dulu, soalnya Papa ingin berkunjung ke rumah, ” pamit Yasmin sembari beranjak dari duduknya, berjalan kuar ruangan, tangannya juga melambai kepada Yamuna, dan Yamuna ikut membalas lambaian tangganya.

__ADS_1


Menit selanjutnya terlihat Yasmin keluar dari ruang kerja Ben, disusul Ben keluar, mendorong dorongan bayi. Saat melewati ruang kerja Yamuna berdinding kaca, Yasmin, dan Ben, melambai kepada Yamuna sedang menatap kepergian mereka dengan bibir tersenyum manis.


“ Semoga Yasmin tidak akan pernah berubah, dan ia tidak kembali ke dirinya yang dulu. Agar Ben tidak merasa menyesal menikahi Yasmin, ” gumam Yamuna memberikan doa terbaik untuk rumah tangga Ben. Karena ia sangat tahu siapa Yasmin dulu.


Di tengah-tengah pikiran Yamuna, ponsel miliknya diletakkan di atas meja berdering. Terlihat nama panggilan “PAPA MERTUA”. Yamuna dengan cepat mengangkat panggilan telepon dari Yoan.


📞[ “Assalamualaikum, Pa. Ada apa ya?” ] tanya Yamuna lembut setelah mengangkat panggilan telepon dari Yoan.


📞[ “Wa’alaikumsalam. Kamu sedang dimana?” ] Yoan balik bertanya.


📞[ “Di kantor, kenapa Pa?” ]


📞[ “Papa ingin mengundang kamu, Cadman, dan Joryan, makan malam di rumah Papa. Kamu tidak punya janji ‘kan malam ini?” ]


📞[ “Tidak, kalau gitu aku nanti akan pulang cepat.” ]


📞[ “Kalau gitu Papa tunggu di rumah, dan Papa juga sudah menghubungi Cadman. Katanya sehabis pekerjaannya dia akan langsung ke rumah.” ]


📞[ “Ya sudah Pa.” ] sahut Yamuna singkat dan tidak ingin banyak bertanya lagi.


📞[ “Asalamua’alikum, Papa tutup ya.” ] pamit Yoan mengakhiri percakapan mereka dan menutup panggilan telepon setelah mendengar Yamuna membalas kata salam penutup.


Waktu pun terus berjalan, menunjukkan pukul 15:30 soe. Karena jarak rumah Yoan dan Perusahaan milik Yamuna terbilang cukup jauh. Yamuna memutuskan untuk berbenah, dan pergi meninggalkan Perusahaan menuju rumah Yoan.


Berhubung Cadman masih bertugas di luar kota, dan saat ini sedang jalan kembali pulang menuju rumah Yoan. Yamuna membawa mobil sendiri, meletakkan Joryan di carseat. Menit selanjutnya Yamuna meluncur, menuju kediaman rumah Yoan.


Sepanjang perjalan Yamuna terus bertanya-tanya, tumben Papa mertuanya mengajak makan malam bersama mendadak seperti ini. Apa Papa mertua ingin mengenalkan wanita itu. Seorang model di katakan Yasmin tadi?


Merasa pusing dengan pikirannya terus bertanya-tanya. Yamuna memutuskan untuk memutar lagu selow, dan bernyanyi pelan-pelan. Mobil terus melaju memasuki jalan tol agar cepat sampai ke rumah Yoan.


Tak sampai 2 jam mobil Yamuna sudah terpakir di halaman rumah Yoan. Terlihat ada mobil Brio warna kuning gelap. Yamuna pun turun, menggendong Joryan selalu tenang, dan tidak pernah rewel.


Yamuna masuk ke rumah, tak lupa mengucapkan kata salam sebelum masuk.


“ Assalamau’alikum. Pa..” panggi Yamuna sembari berjalan masuk perlahan ke dalam rumah, mengendong Joryan, dan membawa perlengkapan Joryan.


“ Wa’alaikumsalam, ” sahut seorang wanita berumur 35 tahun, memakai baju sopan, dan berhijab.


Yamuna tertegun, pandangannya terus mengarah pada wanita berumur 35 tahun sedang berjalan ke arahnya. Wanita dengan wajah bersih, kulit juga terlihat putih berseri, senyum manis selalu melekat di wajahnya.

__ADS_1


‘ Cantik sekali. Apa wanita ini yang dikatakan oleh Yasmin. Pantes saja aku tidak pernah melihat model sepertinya yang pernah menjadi model ku. Ternyata bentukannya seperti ini. Papa mendapatkan wanita seperti ini dari mana, ya? ’ geumam Yamuna dalam hati, pandangannya masih terus menatap wanita tersebut sudah menghentikan langkahnya di depan Yamuna.


“ Kelihatannya berat, mari saya bantu, ” ucap wanita itu lembut sembari mengambil alih barang-barang milik Joryan dari tangan Yamuna.


Yamuna pun tersentak saat merasa kulitnya bersentuhan dengan kulit lembut wanita tersebut.


“ Eh…ti-tidak usah repot-repot, ” ucap Yamuna setelah tersadar dari lamunannya.


“ Tidak masalah. Mari masuk, tuan Yoan sedang memasak di dapur, ” ajak wanita tersebut.


“ I-iya, ” sahut Yamuna kikuk.


Tak lama, saat Yamuna dan wanita itu ingin melangkah pergi menuju ruang makan. Terdengar suara salam dari Cadman.


“ Assalamu’alaikum, ” ucap salam Cadman sembari melangkahkan kedua kakinya masuk ke dalam rumah.


Bukan hanya Yamuna saja terkejut melihat ada wanita cantik+berhijab dengan sopan menyambut kedatangan mereka. Cadman baru saja datang juga ikut terkejut. Penasaran dengan wanita itu. Cadman berjalan cepat mendekati Yamuna, dan berdiri di samping Yamuna.


“ Wanita ini siapa? Bukan Malaikat yang ingin mencabut nyawa Papa ‘kan? ” bisk Cadman, berpikir jika wanita dengan kulit berseri, memakai hijab tersebut adalah jelmaan Malaikat pencabut nyawa.


“ Tentu saja tidak. Aku juga tidak tahu siapa wanita cantik seperti bidadari ini. Dan…aku juga tidak tahu Papa menemukannya darimana. Soalnya aku baru saja datang, ” sahut Yamuna ikutan berbisik.


“ Papa di mana? ” tanya Cadman berbisik pelan.


“ Di dapur, ” sahut Yamuna singkat.


“ Aku harus bertemu dengan Papa, dan menjelaskan apa maksud dari ini semua, ” gumam Cadman, melangkahkan kedua kakinya menuju dapur.


Sesampainya di dapur Cadman berdiri di samping Yoan, sedang menyajikan makanan di piring, dan mangkuk, akan di bawa ke meja makan. Namun, sebelum Cadman bertanya, Yoan sudah lebih dulu membuka suara.


“ Kamu pasti sudah bertemu dengan Mia di depan ‘kan? ” tanya Yoan, sembari berjalan menuju ruang makan terhubung dengan ruang dapur, dengan kedua tangan membawa piring keramik berisi makanan.


“ Siapa wanita itu Pa? ” Cadman balik bertanya karena penasaran.


“ Papa rencananya akan menikahi Mia. Kamu setuju ‘kan jika Papa menikah lagi? ” sahut Yoan berhenti di depan meja makan.


Yoan meletakkan piring dan mangkuk berisi lauk-pauk di atas meja. Lalu berdiri menghadap Cadman.


“ Maaf, aku tidak setuju Pa. Bukannya Papa bilang, kalau Mama adalah wanita satu-satu nya yang Papa cintai. Dan kenapa Papa baru sekarang ingin menikah? Kenapa tidak dari dulu? Apa rasa cinta Papa ke mendiang Mama sudah hilang?! ”

__ADS_1


__ADS_2