SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 80. Ketertarikan


__ADS_3

1 Hari sudah berlalu dari kejadian buruk menimpa Yamuna. Dan Yoan benar-benar memutuskan untuk tinggal bersama dengan Yamuna, dan Cadman. Yoan rela meninggalkan rumah mewahnya hanya untuk menjaga Yamuna agar terjauh dari marah bahaya.


Yamuna, Yoan, dan Cadman berada di taman depan. Mereka duduk santai, menikmati matahari pagi, dan kicauan burung menemani mereka.


“ Yamuna, gimana perasaan keadaan kamu? ” tanya Yoan menatap Yamuna duduk di depannya.


“ Sepertinya sudah lumayan, Pa, ” sahut Yamuna, ia menundukkan pandangannya menatap jahitan di lengan kanannya, ‘Ternyata mereka sangat memikirkan aku. Ya, Allah terimakasih telah menghadirkan orang-orang yang baik setelah kamu mengambil Ayah,’ batin Yamuna merasa bersyukur.


Saat Yamuna, Yoan, dan Cadman sedang asik berbincang. Terdengar suara seorag pria, dan langkah kaki berlari mendekati bangku taman.


“ Nona muda…nona muda, ” panggil Ben berteriak, kakinya terus berlari, di susul Yasmin terlihat berlari pontang-panting di belakang Ben.


Yamuna spontan berdiri saat mendengar teriakan Ben, kedua matanya membulat sempurna karena saat melihat kepala Ben di perban.


“ Hosh…hosh, ” Ben berdiri di samping bangku Yamuna dengan nafas tersengal, tubuh sedikit menunduk, kedua tangan di letakkan di depan kedua lutut.


“ Ben, ke-kepala kamu kenapa terluka seperti ini? ” tanya Yamuna panik, tangannya mendekati perban melingkar di kepala Ben.


“Oh..ini hanya luka biasa nona muda Yamuna,” sahut Ben, ia berdiri tegak, senyum manis menampakkan deretan gigi putih ia tunjukkan buat Yamuna terlihat panik.


“ Kamu pasti berbohong. Apa lelaki itu melukai kamu juga? ” tanya Yamuna menyakinkan penglihatannya.


“ Iya, tapi saya sudah sembuh kok. Saya ke sini karena saya sangat mencemaskan nona muda Yamuna, ” Ben memegang kedua lengan Yamuna, bola matanya mendadak liar menjelajahi seluruh tubuh Yamuna, dan berhenti saat melihat lengan Yamuna ada jahitan terlihat panjang. Ben mengambil lengan tangan kanan Yamuna, “ Apa Iblis itu melukai nona muda? ” sambung Ben histeris.


“ Ti-tidak, ini hanya aku saja yang menyakiti diri sendiri. Aku lakukan supaya lelaki itu bisa membawa aku ke rumah sakit, agar aku bisa kabur. Eh..malah aku… ” ucapan Yamuna terhenti, saat otak kecilnya kembali memunculkan kenangan perbuatan senonoh Zahfar kepadanya.


Dada Yamuna tiba-tiba terasa sesak, tubuhnya gemetar, dan kedua bola matanya mendadak kosong, dan ada genangan air mata. Membuat Yoan, Cadman, Yasmin, dan Ben terkejut.


“ Yamuna, sayang. Bernafas lah, ” ucap Cadman mencoba menenangkan trauma Yamuna.


“ I-ini, ke-kenapa? Ke-kenapa dengan nona muda Yamuna? ” tanya Ben bingung.


Yoan mendekati Ben, dan berbisik, “ Yamuna sudah dinodai oleh Zahfar. Dan kamu, berhentilah untuk bertanya hal lebih kepada menantuku. Jika nyawa kamu ingin selamat, ” ancam Yoan, membuat wajah Ben memucat.

__ADS_1


Cadman membantu Yamuna untuk duduk, Cadman juga berjongkok di hadapan Yamuna, memegang kedua tangannya mulai dingin.


“ Yamuna…Yamuna. Sayang, ini aku, Cadman, Suami kamu. Kamu tidak perlu takut, aku ada di sini, dan Iblis itu sudah berakhir di Neraka. Yamuna, kembali lah, ” ucap Cadman mencoba membujuk Yamuna agar bisa kembali tenang.


Perlahan nafas Yamuna terlihat teratur, tangannya juga mulai hangat. Yamuna menatap Cadman jongkok di hadapannya.


“ A-aku sangat takut, ” rengek Yamuna datar, air matanya bergulir membasahi kedua pipinya.


Cadman memeluk Yamuna, “ Tenang sayang, aku ada untuk kamu. Iblis itu sudah tiada, kamu harus tenang, ” ucap Cadman mencoba menenangkan Yamuna.


Yamuna sudah kembali tenang, ia mengangguk di dalam pelukan Cadman. Setelah merasa Yamuna sudah terlihat tenang. Cadman melepaskan pelukannya, tangannya menghapus jejak air mata di kedua pipi Yamuna.


“ Yamuna, mulai saat ini kamu harus ingat. Perbuatan Iblis itu hanya terjadi di dalam mimpi. Bukan di dunia nyata. Kamu harus tanamkan perkataan ku! ” tegas Cadman mencoba sugesti pikiran Yamuna.


“ Iya, mimpi buruk yang harus kita lupakan bersama-sama, ” sambung Yoan mencoba membantu perkataan Cadman.


“ Yamuna, coba lihat! ” panggil Yasmin, tangannya menunjukkan bungkusan berisi buah-buahan segar.


“ Ini adalah buah super terenak yang ada di sini, ” Yasmin melirik ke Ben, “ Tadi aku mampir ke toko buah, lalu kami membelinya bersama. Mari kita makan bersama, ” sambung Yasmin mencoba menghibur Yamuna.


“ Tumben kamu baik, apa buah itu adalah beneran buah yang segar dan bagus? ” tanya Yamuna mengingat Yasmin adalah wanita jahat.


“ Eh… ” Yasmin terkejut mendengar kejujuran Yamuna tertunduk, “ Maafkan aku karena sudah pernah jahat kepada kamu. Tapi, sekarang aku sadar jika perbuatan ku adalah salah, ” Yasmin berjongkok, kedua tangannya memegang kedua tangan Yamuna, “ Yamuna, maafkan aku. Izinkan aku menebus semua kesalahanku, ” sambung Yasmin meminta maaf terdengar tulus.


Yamuna menatap Yoan, Cadman, dan Ben. Saat melihat Yoan menangguk, Yamuna kembali menatap Yasmin masih berjongkok dengan memohon.


“ Iya, aku akan memaafkan kamu. Tapi satu hal yang harus kamu ketahui, ya. Sampai kapan pun Cadman hanya untukku, hanya aku yang bisa memilikinya, ” jelas Yamuna terdengar posesif, membuat Yoan, Cadman, dan Ben tersenyum lega.


Yasmin mengangkat kepalanya, sebelah alisnya menaik, “ Eh….rencananya aku ingin meminta Cadman untuk menjadikan aku istri keduanya, ” ucap Yasmin sedikit menggoda Cadman.


Ctak!


Cadman memukul pelan puncak kepala Yasmin.

__ADS_1


“ Berhentilah menggoda ku. Dan carilah pria yang lebih baik dariku, ” tegas Cadman.


“ Be-benar kata Cadman. Ka-kamu harus segera melupakan Cadman, dan mencari pria yang sama karakternya dengan kamu! ” sambung Yamuna kikuk.


“ Baiklah, ” Yasmin berdiri, salah satunya melingkar di bahu Ben, “ Aku sudah mendapatkan tambatan hati ku. Setelah 1 malaman aku merawat Ben, hatiku merasa ada gejolak besar tumbuh di hatiku, ” sambung Yasmin, bola mataya melirik ke bagian tengah Ben. Lalu ia bergumam dalam hati, ‘ Alasan aku menyukainya karena lelaki ini terlihat polos. Saat aku membantunya membuka kemejanya berlumur darah, aku melihat tubuhnya seperti roti sobek, dan…dan alat tempurnya juga terlihat besar, dan kokoh. A-aku rasanya….'


Melihat wajah Yasmin tampak memerah, dan sudah pasti memikirkan kejadian malam itu. Dimana saat Ben kesusahan membuka baju kemejanya, dan di bantu oleh Yasmin. Ben mencubit perut samping Yasmin.


Cuit!!


“ Akh…akh. Duh…duh, sakit tahu, ” rengek Yasmin, tangannya mengelus perut bagian samping nya.


“ Pasti pikiran kamu kembali mesum. Yakan! ” tegas Ben membuyarkan pikiran jorok Yasmin.


“ Kok kamu tahu? ” tanya Yasmin malu-malu.


“ Kamu pikir aku tidak tahu siapa kamu! Dasar..otak kotor, ” gumam Ben kesal saat Yasmin memikirkan tubuhnya.


“ Tapi, kalau aku jadian sama kamu. Aku janji tidak akan jajan lagi di luar, ” ucap Yasmin jujur dengan perasaanya kepada Ben.


“ Gila! ” Ben berbalik, “ Siapa yang mau memilih kamu menjadi seorang Istri. Masih banyak gadis perawan di luar sana yang bisa aku per istri, ” tolak Ben kasar. Ia merasa jijik saat mengingat vidio asusilanya dengan Farran.


“ Mahkota ku di rebut saat aku di rayu oleh Farran. Karena dia berjanji akan merebut Yamuna kembali, dan menjamin aku akan kembali ke dalam pelukan Cadman, ” jelas Yasmin jujur. Membuat Cadman, Ben, dan Yoan sudah tidak meragukan keahlian rayuan Farran.


“ Bodoh! ” umpat Ben terdengar kesal. Ben melirik ke Yamuna, “ Nona muda, saya ke dapur untuk mengambil pisau, dan mangkuk untuk buah yang akan saya potong, ” sambung Ben meminta izin kepada Yamuna untuk masuk ke dapurnya.


“ Iya, kamu tahu tempat nya, ‘kan? ” tanya Yamuna memastikan.


“ Tahu, ” sahut Ben singkat.


Ben pun melangkah pergi menuju rumah, di susul Yasmin berlari centil di belakang Ben.


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2